Suasana Rapat Kerja Pimpinan Cabang PCM Cepu 2026 di Aula AR Fachruddin RS PKU Muhammadiyah Cepu
Suasana persidangan Rapat Kerja Pimpinan Cabang (Rakerpimcab) PCM Cepu tahun 2026 yang berlangsung di Aula AR Fachruddin RS PKU Muhammadiyah Cepu, Ahad (27/9/2026).

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu menorehkan babak penting dalam dinamika organisasi persyarikatan melalui perhelatan Rapat Kerja Pimpinan Cabang (Rakerpimcab) yang berlangsung khidmat pada Ahad, 27 September 2026. Bertempat di Aula AR Fachruddin RS PKU Muhammadiyah Cepu, agenda strategis ini berhasil menghimpun energi kolektif dari berbagai elemen penggerak dakwah di tingkat cabang secara optimal.

Penyelenggaraan Rakerpimcab tahun ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta dengan suasana sidang yang dinamis, hangat, dan representatif. Pertemuan ini menghadirkan jajaran pleno pimpinan cabang, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Hizbul Wathan, serta utusan dari 10 ranting, 9 Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), 8 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan PCM Cepu, serta termasuk 2 kantor Lazismu. Kehadiran lintas unsur ini memperkuat legitimasi serta keterwakilan aspirasi dalam setiap keputusan yang dirumuskan.

Jalannya acara diwarnai oleh kedewasaan berorganisasi yang tinggi. Dinamika sempat menyentuh penyesuaian format transisi dari Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) menuju Rapat Kerja, yang berhasil diselesaikan secara elegan melalui koreksi konstruktif dari forum. Hal ini membuktikan bahwa tradisi musyawarah di tubuh Muhammadiyah senantiasa bernapas demokratis, terbuka, kritis, dan berorientasi penuh pada kemaslahatan umat.

Sesi inti acara menitikberatkan pada pemaparan laporan tahunan, perumusan kerangka program kerja masa bakti yang lebih terukur, solutif, dan aplikatif, serta pengukuhan Tim Pelestarian Lingkungan Hidup PCM Cepu. Kesuksesan perhelatan ini menjadi momentum penting yang lebih dari sekadar agenda rutin; forum ini berhasil merajut keselarasan langkah antar unsur, memperkokoh soliditas internal, dan memastikan denyut nadi dakwah berkemajuan di tingkat cabang terus berdetak kencang, adaptif, serta membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas.