Cepu, 4 Oktober 2026 — Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Hikmah Cepu, Ahad, 4 Oktober 2026. Kajian menghadirkan Ustadz dr. Muhammad Najib, Sp., S sebagai pemateri.
Kajian yang mendapat dukungan penuh dari LAZISMU Kantor Layanan Cepu tersebut membahas tema “Ayat-Ayat Kauniyah”, mengajak jamaah untuk melihat berbagai tanda kebesaran Allah Swt. melalui alam semesta, kehidupan manusia, serta keteraturan tubuh yang begitu kompleks.
Materi kajian bersumber dari bahan presentasi “Ayat Ayat Kauni” yang membahas hubungan antara ayat qauliyah dan ayat kauniyah, kemudian mengajak jamaah melakukan tadabbur terhadap berbagai ciptaan Allah, khususnya yang terdapat dalam diri manusia.
Memahami Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah
Ustadz dr. Muhammad Najib menjelaskan bahwa dalam memahami tanda-tanda kebesaran Allah, manusia dapat memperhatikan dua bentuk ayat, yaitu ayat qauliyah dan ayat kauniyah.
Ayat qauliyah berasal dari kata qaula atau qaulun, yaitu perkataan atau ucapan. Dalam konteks kajian, ayat qauliyah merupakan firman Allah Swt. yang tertulis dalam Al-Qur'an.
Sementara itu, ayat kauniyah berkaitan dengan kauna yang berasal dari kaana–yakuunu, yaitu alam semesta, kejadian, dan ciptaan Allah. Ayat kauniyah berupa tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat diamati melalui alam dan kehidupan, meskipun tanda tersebut tidak tertulis sebagai ayat Al-Qur'an.
Kajian menjelaskan bahwa berbagai ilmu pengetahuan seperti matematika, kimia, fisika, dan biologi dapat menjadi sarana manusia untuk membaca dan memahami sebagian tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di alam.
“Dan pada Dirimu Sendiri, Tidakkah Kamu Memperhatikan?”
Salah satu ayat yang menjadi dasar pembahasan adalah firman Allah Swt.:
> وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
"Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?"
(QS. Adz-Dzariyat: 21)
Ayat ini mengajak manusia untuk tidak hanya memperhatikan alam yang berada di luar dirinya, tetapi juga merenungkan dirinya sendiri.
Tubuh manusia merupakan salah satu contoh nyata ayat kauniyah. Di dalam tubuh terdapat berbagai organ dan sistem yang bekerja secara teratur, bahkan sebagian besar berlangsung tanpa disadari oleh manusia.
Materi kajian mengajak jamaah memperhatikan otak, jantung dan pembuluh darah, paru-paru, hati, ginjal, tulang, kulit, sistem imunologi, sistem pencernaan, sistem urogenital, sistem muskuloskeletal, sistem endokrin, serta sistem memori sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.
Keajaiban Otak Manusia
Salah satu bagian tubuh yang menjadi perhatian dalam kajian adalah otak manusia.
Materi menyebutkan bahwa otak manusia memiliki berat sekitar 1,4 kilogram, dengan sekitar 86 miliar neuron dan triliunan sambungan. Otak memiliki kemampuan yang sangat kompleks dalam mengatur berbagai fungsi kehidupan.
Otak berperan dalam:
proses belajar dan memori;
mengambil keputusan;
memahami perasaan orang lain;
mengendalikan berbagai proses dalam tubuh;
mengatur gerakan;
memproses perasaan;
serta memproses penglihatan.
Materi bahkan menggambarkan kompleksitas otak manusia sebagai sesuatu yang sangat luar biasa, menunjukkan betapa sempurnanya ciptaan Allah Swt.
Merenungkan fungsi otak seharusnya tidak berhenti pada kekaguman terhadap ilmu pengetahuan. Lebih jauh, manusia diajak menyadari bahwa kemampuan berpikir dan memahami ilmu merupakan karunia Allah yang harus digunakan untuk mengenal-Nya, mencari kebenaran, dan memberikan manfaat kepada sesama.
Jantung dan Pembuluh Darah: Bekerja Tanpa Kita Sadari
Tubuh manusia juga memiliki sistem peredaran darah yang luar biasa.
Dalam materi disebutkan bahwa jantung memiliki ukuran kurang lebih sebesar sekepalan tangan dan berdetak sekitar 86.400 kali dalam sehari. Pembuluh darah manusia disebut memiliki panjang sekitar 100.000 kilometer dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Sistem tersebut bekerja terus-menerus untuk mengirimkan nutrisi kepada sel-sel tubuh, bahkan ketika manusia sedang tidur dan tidak menyadarinya.
Hal ini menjadi salah satu contoh ayat kauniyah yang semestinya mendorong manusia untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah Swt.
Paru-Paru dan Nikmat Pernapasan
Paru-paru juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Materi menyebutkan adanya sekitar 3 juta alveoli dengan luas keseluruhan sekitar 700 meter persegi yang berperan dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Manusia bernapas ribuan kali setiap hari tanpa harus memikirkan bagaimana proses tersebut berlangsung.
Oksigen yang masuk kemudian digunakan tubuh untuk menunjang kehidupan seluruh sel. Semua proses tersebut berlangsung secara otomatis dan teratur.
Betapa banyak nikmat Allah yang selama ini diterima manusia tanpa disadari.
Hati sebagai “Pabrik Kimia” Tubuh
Organ berikutnya yang dibahas adalah hati atau liver.
Materi menyebut hati sebagai “pabrik kimia tubuh” dengan sekitar 500 fungsi vital. Di antaranya adalah menyaring racun, membuat protein, mengatur dan menghasilkan berbagai zat yang diperlukan tubuh, serta memiliki kemampuan regenerasi.
Kenyataan tersebut menunjukkan betapa kompleksnya sistem tubuh manusia. Ketika manusia mempelajari fungsi organ tersebut secara lebih mendalam, semakin terlihat bahwa tubuh bukanlah sesuatu yang sederhana.
Ginjal dan Sistem Penyaringan Tubuh
Ginjal juga memiliki peran yang sangat penting. Dalam materi disebutkan bahwa ginjal mampu menyaring sekitar 50 galon darah setiap hari dan membantu membuang berbagai racun dari dalam tubuh.
Tanpa fungsi tersebut, keseimbangan tubuh manusia akan terganggu.
Kembali manusia diingatkan bahwa berbagai sistem tersebut bekerja secara terus-menerus tanpa harus diperintah secara sadar.
Sistem Imun: Pertahanan yang Tidak Terlihat
Tubuh manusia juga memiliki sistem pertahanan yang kompleks. Materi kajian menyebutkan beberapa unsur dalam sistem imunologi, antara lain:
pembuluh limfe;
sel darah putih;
sel limfosit;
antibodi.
Sistem tersebut membantu tubuh menghadapi berbagai ancaman penyakit.
Manusia sering kali baru menyadari pentingnya sistem kekebalan ketika sakit. Padahal, setiap saat tubuh bekerja mempertahankan dirinya dari berbagai gangguan.
Memori dan Kemampuan Mengingat
Selain organ fisik, kajian juga membahas memori manusia.
Materi membagi memori antara lain menjadi:
memori jangka pendek;
memori jangka panjang;
memori deklaratif;
memori nondeklaratif.
Dalam proses tersebut terdapat keterlibatan organ sensorik, hipokampus, dan korteks serebri.
Kemampuan manusia untuk mengingat nama, wajah, pengalaman, ilmu, dan berbagai peristiwa merupakan nikmat yang sering dianggap biasa.
Padahal, kemampuan mengingat merupakan bagian penting yang memungkinkan manusia belajar dari pengalaman dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Ayat Kauniyah dalam Al-Qur'an
Materi kajian juga menghubungkan fenomena alam dengan sejumlah ayat Al-Qur'an.
Beberapa contoh yang disebutkan dalam materi antara lain:
1. QS. Ali 'Imran: 190–191
Ayat tersebut berbicara tentang penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berpikir dan mengingat Allah.
2. QS. Adz-Dzariyat: 21
> وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
"Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?"
Ayat ini menjadi landasan penting untuk melakukan tadabbur terhadap diri manusia.
3. QS. Az-Zalzalah
Surah ini menyebut dzarrah, sesuatu yang sangat kecil, sekaligus memberikan gambaran tentang ketelitian perhitungan amal manusia.
4. QS. Al-Anbiya': 30–33
Materi mengaitkannya dengan penciptaan langit dan bumi, air sebagai unsur kehidupan, gunung, serta keteraturan benda-benda langit.
5. QS. Fussilat: 11
Ayat ini menyebut keadaan langit yang pada awalnya berupa dukhan (asap).
Kelima rujukan tersebut menjadi contoh bagaimana Al-Qur'an mengajak manusia memperhatikan alam semesta dan berbagai fenomena kehidupan.
Orang Beriman Tidak Berhenti pada Kekaguman
Mempelajari alam semesta dan tubuh manusia tidak semestinya hanya menghasilkan kekaguman terhadap ilmu pengetahuan.
Lebih dari itu, semua tanda tersebut seharusnya mengantarkan manusia kepada iman dan rasa syukur kepada Allah Swt.
Allah berfirman:
> إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Ali 'Imran: 190)
Kemudian Allah menggambarkan karakter ulul albab:
> الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
"Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi."
(QS. Ali 'Imran: 191)
Dengan demikian, dzikir dan pikir menjadi dua hal yang berjalan bersama. Manusia mengingat Allah sekaligus menggunakan akalnya untuk merenungkan ciptaan-Nya.
Dari Ayat Kauniyah Menuju Rasa Syukur
Kajian Ahad Pagi ini memberikan pelajaran bahwa semakin manusia mengenal dirinya dan alam semesta, seharusnya semakin tumbuh kesadaran bahwa kehidupan merupakan karunia Allah.
Setiap detak jantung, setiap tarikan napas, kemampuan berpikir, kemampuan melihat, mengingat, bergerak, serta sistem pertahanan tubuh adalah nikmat yang berlangsung setiap saat.
Banyak di antara nikmat tersebut baru terasa ketika hilang atau terganggu. Karena itu, syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan dengan menggunakan seluruh nikmat Allah untuk kebaikan.
Penutup
Kajian Ahad Pagi Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi PCM Cepu bersama Ustadz Dr. Muhammad Najib, Sp., S memberikan perspektif bahwa Al-Qur'an tidak hanya mengajak manusia membaca ayat yang tertulis, tetapi juga mengamati tanda-tanda kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta dan terdapat dalam diri manusia.
Melalui kajian ayat-ayat kauniyah, jamaah diajak untuk menjadi pribadi yang beriman, berpikir, bersyukur, dan terus belajar.
Tubuh manusia, alam semesta, pergantian siang dan malam, kehidupan, serta berbagai fenomena alam merupakan tanda-tanda yang semestinya semakin mendekatkan manusia kepada Allah Swt.
Semoga Kajian Ahad Pagi ini menjadi sarana untuk memperkuat iman, ilmu, rasa syukur, dan kesadaran bertauhid, sekaligus mendorong warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk terus membaca, meneliti, serta mengambil hikmah dari ayat-ayat Allah, baik ayat qauliyah maupun ayat kauniyah.
Kegiatan kajian ini terselenggara dengan dukungan penuh LAZISMU Kantor Layanan Cepu, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam menguatkan dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.
0Comments