BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Sinergi Kemaslahatan, Menata Keselamatan: 'Aisyiyah dan Pemerintah Blora dalam Pembahasan Andalalin Klinik Latifah Cepu

Sinergi Kemaslahatan, Menata Keselamatan: 'Aisyiyah dan Pemerintah Blora dalam Pembahasan Andalalin Klinik Latifah Cepu

PCA Cepu dan Dinrumkimhub Blora bahas Andalalin Klinik Latifah di Wisma 'Aisyiyah guna pastikan keselamatan jalan dan kelancaran akses publik.
Table of contents
×
Tampak depan bangunan Klinik Latifah 'Aisyiyah Cepu di Nglajo
Fasad tampak depan Klinik Latifah 'Aisyiyah Cepu yang berlokasi di Jalan Taman Bahagia Perum Migas Nglajo, Cepu, Blora.

Pembangunan fasilitas kesehatan bukan sekadar urusan menghadirkan dinding-dinding beton penampung pasien, melainkan juga tentang bagaimana memuliakan kehidupan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitarnya. Nilai pengabdian sosial dan dakwah kesehatan itulah yang mengemuka dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) yang digelar pada Kamis (15/10/2026) di Wisma 'Aisyiyah Cepu, Jalan Taman Bahagia Perum Migas No. 12, Nglajo, Kecamatan Cepu.

Agenda utama pertemuan tersebut membedah Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) terkait kegiatan penyelenggaraan Klinik Latifah Cepu. Forum ini juga menjadi ruang perjumpaan antara jajaran Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora dengan jimpinan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Cepu.

Warisan Pengabdian

Setiap bangunan yang didedikasikan untuk kebaikan selalu menyimpan kisah keikhlasan di baliknya. Kehadiran Klinik Latifah Cepu tidak terlepas dari rekam jejak perjuangan keluarga almarhumah Ibu Latifah dan sang suami, Bapak Kuncoro. Rumah dinas yang dahulu menjadi saksi bisu dinamika keluarga, kini diwakafkan dan ditransformasikan menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Jejak pengabdian tersebut berpadu dengan niat mulia untuk menjadikan bekas kediaman tersebut sebagai ladang amal jariyah yang terus mengalirkan manfaat bagi publik.

Hj. Shofiyah, S.ST., yang mewakili pengelola klinik dan pimpinan 'Aisyiyah, menegaskan bahwa penamaan Klinik Latifah merupakan bentuk penghormatan atas amanah dan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhumah.

"Klinik Latifah Cepu didirikan sebagai wujud kepedulian sosial dan dakwah kesehatan 'Aisyiyah. Kami mengemban visi untuk menjadi pusat pelayanan kesehatan yang Islami, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat," ujar Hj. Shofiyah.

Hj. Shofiyah menyampaikan pemaparan mengenai Klinik Latifah Cepu
Hj. Shofiyah, S.ST., perwakilan pengelola Klinik Latifah dan Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Cepu, memberikan sambutan serta penjelasan visi misi klinik dalam Forum LLAJ di Wisma 'Aisyiyah Cepu.

Melalui lima pilar misinya, mulai dari pelayanan aman dan berkualitas, pemupukan nilai-nilai Islam, edukasi kesehatan masyarakat, pemberdayaan kader perempuan, hingga penguatan gerakan dakwah, Klinik Latifah berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga Cepu dan sekitarnya.

Menata Akses, Memastikan Keselamatan Publik

Dalam pandangan Islam maupun tata kelola tata ruang modern, ketertiban dan keselamatan jalan raya merupakan bagian tak terpisahkan dari ikhtiar menjaga jiwa (hifzh an-nafs). Seiring bertambahnya angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Blora, yang saat ini mencapai 73 tahun untuk laki-laki dan 76 tahun untuk perempuan, kebutuhan akan fasilitas kesehatan memang terus meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut harus dibarengi dengan tata kelola lingkungan dan lalu lintas yang tertib.

Kepala Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Pujiariyanto, S.Hut., M.Eng., dalam arahannya menekankan pentingnya kecermatan dalam menyusun skema sirkulasi kendaraan di area klinik. Mengingat posisi klinik berada di kawasan permukiman dan akses jalan yang dinamis, perancangan tata letak gerbang keluar-masuk kendaraan menjadi krusial.


Kepala Dinrumkimhub Blora Pujiariyanto memberikan arahan Andalalin Klinik Latifah
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Pujiariyanto, S.Hut., M.Eng., menyampaikan arahan teknis Andalalin terkait keselamatan lalu lintas di area Klinik Latifah Cepu.

"Aspek keselamatan lalu lintas tidak boleh diabaikan. Jalur masuk dan keluar kendaraan, terutama ambulans dan pengunjung, tidak boleh diletakkan persis di persimpangan agar tidak memicu titik konflik atau kemacetan baru," papar Pujiariyanto.

Ia menambahkan bahwa skema pintu masuk terpisah dengan pintu keluar (sistem satu arah di dalam area klinik) serta penyediaan juru parkir atau petugas pengatur lalu lintas menjadi syarat mutlak untuk menjamin kenyamanan pengguna jalan.

"Kami sangat mendukung keberadaan Klinik Latifah ini. Lalu lintasnya tergolong rendah hingga sedang, dan dengan tata letak yang aman serta kepatuhan pada rekomendasi Andalalin, kelancaran di kawasan Nglajo akan tetap terjaga," imbuhnya.

Sinergi Berkemajuan

Langkah 'Aisyiyah dan Pemerintah Kabupaten Blora ini membuktikan bahwa dakwah Islam berkemajuan tidak hanya bergerak di ruang-ruang mimbar, tetapi hadir secara konkret dalam pemenuhan regulasi dan fasilitas publik. Pemenuhan dokumen Andalalin menjadi cerminan kepatuhan hukum sekaligus tanggung jawab moral lembaga dakwah terhadap keselamatan masyarakat luas.

Melalui harmonisasi tata ruang, kepatuhan regulasi lalu lintas, dan semangat pengabdian tanpa henti, Klinik Latifah Cepu siap melangkah menjadi benteng kesehatan masyarakat. Sebuah ikhtiar kolektif untuk merawat kehidupan, menebar kemaslahatan, dan menghadirkan senyum bagi segenap masyarakat.

0Comments