Cepu, 25 Juli 2026 – Rangkaian Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu pada Sabtu (25/7/2026) di Aula SMK Muhammadiyah Cepu berlanjut dengan penyampaian materi kelima yang dibawakan oleh Ust. Zaenal Arifin, S.Ag., M.M. Materi yang disampaikan bertajuk "Tuntunan Ibadah Shalat Menurut Tarjih Muhammadiyah", sebagai upaya memperkuat pemahaman peserta mengenai tata cara pelaksanaan shalat yang sesuai dengan Al-Qur'an, As-Sunnah, serta Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
Dalam pembukaannya, Ust. Zaenal Arifin menegaskan bahwa shalat merupakan rukun Islam kedua sekaligus ibadah pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Oleh karena itu, setiap muslim wajib memahami tata cara shalat yang benar agar ibadah yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah menjadikan Al-Qur'an, As-Sunnah As-Shahihah, serta ijtihad melalui Majelis Tarjih dan Tajdid sebagai landasan dalam menetapkan hukum. Manhaj Tarjih juga mengajarkan untuk menghindari taqlid buta dan senantiasa mengutamakan dalil yang lebih kuat (rajih) dalam menjalankan ibadah.
Materi kemudian mengulas kedudukan shalat sebagai tiang agama, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ bahwa tiang utama Islam adalah shalat. Oleh sebab itu, menjaga kualitas shalat menjadi kewajiban setiap muslim yang ingin membangun kehidupan beragama yang kokoh.
Dalam sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai syarat wajib shalat, yaitu Islam, baligh, berakal, serta suci dari haid dan nifas. Selain itu dipaparkan pula syarat sah shalat, meliputi kesucian badan, pakaian, dan tempat, menutup aurat, masuk waktu shalat, menghadap kiblat, serta adanya niat.
Ust. Zaenal Arifin menegaskan bahwa menurut Tarjih Muhammadiyah, niat berada di dalam hati dan tidak terdapat hadis sahih yang memerintahkan melafalkan niat sebelum memulai shalat. Penjelasan ini menjadi salah satu poin penting agar peserta memahami praktik ibadah berdasarkan dalil yang sahih.
Selanjutnya, narasumber memandu peserta menelusuri tata cara shalat secara runtut, mulai dari takbiratul ihram, membaca doa iftitah, isti'adzah, Surah Al-Fatihah, membaca ayat Al-Qur'an, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, membaca shalawat Ibrahimiyah, doa sebelum salam, hingga mengakhiri shalat dengan salam. Seluruh bacaan dan gerakan dijelaskan berdasarkan hadis-hadis sahih yang menjadi pedoman Majelis Tarjih Muhammadiyah.
Tidak hanya membahas tata cara, materi juga menekankan pentingnya menghadirkan tumakninah, kekhusyukan, tidak tergesa-gesa, menghadap sutrah apabila memungkinkan, serta menghindari gerakan yang tidak diperlukan selama shalat. Menurut beliau, kesempurnaan shalat tidak hanya ditentukan oleh benar atau tidaknya gerakan, tetapi juga oleh kekhusyukan hati dan kesungguhan dalam menghadap Allah SWT.
Pada kesempatan tersebut, Ust. Zaenal Arifin juga menjelaskan berbagai hal yang membatalkan shalat, seperti berhadas, terbukanya aurat, berbicara dengan sengaja, makan dan minum, banyak bergerak tanpa kebutuhan, maupun meninggalkan rukun shalat secara sengaja. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu peserta menjaga kesempurnaan ibadah sehari-hari.
Menjelang akhir materi, narasumber mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Al-'Ankabut ayat 45 bahwa shalat yang benar akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Oleh sebab itu, keberhasilan shalat tidak hanya diukur dari kesesuaian gerakan dan bacaan, tetapi juga dari perubahan akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui materi ini, peserta Baitul Arqam memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai tuntunan ibadah shalat menurut Tarjih Muhammadiyah. Pemahaman tersebut diharapkan mampu menjadi pedoman dalam memperbaiki kualitas ibadah sekaligus menjadi bekal untuk membimbing keluarga, jamaah, dan masyarakat dalam melaksanakan shalat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Penyampaian materi berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme peserta. Sesi tanya jawab dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai persoalan praktik shalat yang sering dijumpai di tengah masyarakat. Dengan pembekalan ini, Baitul Arqam PCM Cepu terus memperkuat pembinaan kader Muhammadiyah agar memiliki pemahaman ibadah yang benar, berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta senantiasa mengamalkan Manhaj Tarjih Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

0Comments