BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Hijrah sebagai Amal Berkelanjutan, Tema Kajian Ahad Pagi PCM Cepu

Hijrah sebagai Amal Berkelanjutan, Tema Kajian Ahad Pagi PCM Cepu

Ustadz Dr. Muhammad In'ami menjelaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat sebagaimana hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah, melain
Table of contents
×

Cepu – Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Ahad, 28 Juni 2026, bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kajian kali ini menghadirkan pemateri Ustadz Dr. Muhammad In'ami, M.Pd. yang menyampaikan materi bertema "Hijrah sebagai Amal Berkelanjutan". Kegiatan yang diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan ini mendapat dukungan penuh dari Lazismu KLC Cepu.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Dr. Muhammad In'ami menjelaskan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan tempat sebagaimana hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah, melainkan sebuah proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Allah SWT. Hijrah adalah perjalanan sepanjang hayat yang harus terus dijaga melalui amal saleh, akhlak mulia, dan keteguhan iman.

Makna Hijrah sebagai Amal Berkelanjutan

Beliau menjelaskan bahwa seorang Muslim hendaknya menjadikan hijrah sebagai proses pembinaan diri yang dilakukan secara terus-menerus. Perubahan menuju kebaikan tidak berhenti pada satu titik, melainkan harus terus dipelihara hingga akhir hayat.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-'Ankabut: 69)

Ayat tersebut memberikan motivasi bahwa siapa pun yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri akan mendapatkan petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Makna Kata "HIJRAH"

Dalam kajian tersebut, Ustadz Dr. Muhammad In'ami menguraikan makna hijrah melalui akronim kata HIJRAH sebagai pengingat agar setiap Muslim senantiasa memperbaiki kualitas dirinya.

H – Hidayah sebagai Awal Perubahan

Segala perubahan menuju kebaikan berawal dari hidayah Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya senantiasa memohon petunjuk agar tetap berada di jalan yang lurus.

I – Istiqamah dalam Kebaikan dan Ketaatan

Hijrah tidak cukup hanya semangat di awal, tetapi harus diiringi dengan istiqamah dalam menjalankan ibadah dan amal saleh.

Allah SWT berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ

"Maka tetaplah engkau (di jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu."
(QS. Hud: 112)

J – Jujur dalam Niat

Segala amal bergantung pada niat yang ikhlas karena Allah SWT.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kejujuran niat menjadi fondasi diterimanya amal ibadah di sisi Allah.

R – Rutin Beramal

Amalan yang dilakukan secara terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amalan besar namun hanya sesekali dilakukan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim)

A – Amanah dalam Tanggung Jawab

Seorang Muslim yang berhijrah harus menjadi pribadi yang amanah, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya."
(QS. An-Nisa': 58)

H – Harap Ridha Allah

Tujuan akhir dari setiap proses hijrah adalah memperoleh keridaan Allah SWT, bukan pujian atau pengakuan manusia.

Allah SWT berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)

Empat Kategori Hijrah

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa perjalanan hijrah manusia berlangsung melalui beberapa tahapan.

1. Hijrah Naluri

Merupakan perpindahan yang didorong oleh fitrah dasar manusia, seperti keinginan untuk hidup, berkembang, dan mencari kebaikan.

2. Hijrah Panca Indra

Manusia belajar melalui apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Oleh sebab itu, menjaga pandangan, pendengaran, dan seluruh anggota tubuh merupakan bagian dari proses hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

3. Hijrah Petunjuk Akal

Allah menganugerahkan akal agar manusia mampu berpikir, membedakan antara yang benar dan yang salah, serta mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan.

4. Hijrah Petunjuk Agama

Ini merupakan tingkatan hijrah yang paling sempurna, yaitu ketika seluruh perilaku, keputusan, dan tujuan hidup didasarkan pada petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus."
(QS. Al-Isra': 9)

Penutup

Kajian Ahad pagi ini mengajak seluruh jamaah untuk memaknai hijrah sebagai proses perubahan diri yang berlangsung sepanjang kehidupan. Hijrah bukan hanya perubahan penampilan atau perpindahan tempat, melainkan perubahan hati, pola pikir, akhlak, dan amal menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT.

Melalui semangat hidayah, istiqamah, kejujuran, rutinitas dalam beramal, amanah, dan senantiasa mengharap ridha Allah, diharapkan setiap Muslim mampu menjadikan hijrah sebagai amal berkelanjutan yang mengantarkan kepada kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita untuk terus berhijrah menuju pribadi yang lebih bertakwa, istiqamah dalam kebaikan, dan memperoleh ridha-Nya. Aamiin.


0Comments