![]() |
| Akhlak Mulia sebagai Buah Iman dan Ibadah |
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)
﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)
﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ
Segala puji bagi Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā. Kita memuji-Nya, bersyukur kepada-Nya, dan mengakui bahwa seluruh nikmat yang kita rasakan—nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan beramal—semata-mata berasal dari-Nya. Tidak ada satu pun kebaikan yang kita lakukan kecuali dengan pertolongan dan rahmat Allah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muḥammad ﷺ, manusia terbaik yang Allah utus sebagai teladan sempurna dalam iman, ibadah, dan akhlak mulia; kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.
Hadirin Jumat rahimakumullāh,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Takwa yang sejati bukan hanya tampak dalam banyaknya ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam akhlak mulia yang menghiasi perilaku seorang mukmin dalam kehidupan sehari-hari.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
(QS. الأحزاب: 70–71)
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tema khutbah hari ini mengingatkan kita bahwa akhlak mulia adalah buah nyata dari iman yang benar dan ibadah yang diterima. Iman bukan sekadar pengakuan lisan, dan ibadah bukan hanya rutinitas fisik. Keduanya harus melahirkan perubahan sikap, perilaku, dan kepribadian yang lebih baik.
Akhlak Mulia sebagai Misi Utama Kenabian
Hadirin rahimakumullāh,
Rasulullah ﷺ diutus ke dunia ini dengan misi besar, bukan hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga membangun akhlak manusia. Beliau ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
(رواه أحمد، وصححه الألباني)
Artinya:
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Hadits ini menegaskan bahwa ukuran keberhasilan dakwah Islam dan keberhasilan seorang mukmin adalah terwujudnya akhlak yang mulia. Iman yang kuat akan melahirkan akhlak yang lembut, jujur, amanah, dan penuh kasih sayang.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā memuji Rasulullah ﷺ dengan firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
(QS. القلم: 4)
Artinya:
“Dan sungguh, engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
Iman dan Ibadah yang Tidak Berbuah Akhlak
Jamaah Jumat rahimakumullāh,
Perlu kita renungkan bersama, mengapa ada orang yang rajin shalat, rajin puasa, bahkan sering ke masjid, tetapi lisannya menyakiti, perilakunya kasar, dan akhlaknya buruk? Hal ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan belum sepenuhnya meresap ke dalam hati.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā menegaskan bahwa shalat seharusnya membentuk akhlak:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
(QS. العنكبوت: 45)
Artinya:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Jika shalat belum mampu mencegah dari keburukan, maka yang perlu diperbaiki bukan hanya gerakan shalatnya, tetapi juga kekhusyukan dan keikhlasan hatinya.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(رواه البخاري)
Artinya:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
Hadits ini menegaskan bahwa ibadah puasa pun akan kehilangan nilainya jika tidak diiringi dengan perbaikan akhlak.
Akhlak Mulia dalam Kehidupan Sosial
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Akhlak mulia bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga menyangkut hubungan sosial. Di tengah kehidupan masyarakat saat ini, kita sering menyaksikan mudahnya orang mencaci, menyebar kebencian, dan merusak persaudaraan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
(متفق عليه)
Artinya:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Hadits ini menegaskan bahwa akhlak adalah indikator utama keislaman seseorang. Orang yang imannya benar akan menjaga lisan, menahan emosi, dan berusaha menjadi sumber kebaikan bagi lingkungannya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
Hadirin Jumat rahimakumullāh,
Sebagai kesimpulan, akhlak mulia adalah buah dari iman yang kokoh dan ibadah yang benar. Iman tanpa akhlak adalah iman yang kering, dan ibadah tanpa akhlak adalah ibadah yang kehilangan ruhnya.
Seorang mukmin sejati adalah mereka yang semakin dekat kepada Allah, semakin lembut kepada sesama manusia, semakin jujur dalam ucapan, semakin amanah dalam perbuatan, dan semakin sabar dalam menghadapi ujian.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
(QS. الحجرات: 13)
Artinya:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
Takwa yang sejati akan melahirkan akhlak yang mulia. Semoga Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu membuktikan iman dan ibadah kita dengan akhlak yang baik, sehingga kehadiran kita membawa kedamaian, bukan kerusakan, membawa rahmat, bukan mudarat.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكِرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون
أَقِيمُوا الصَّلَاة


0Comments