BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Menjadi Muslim Sejati dengan Menjauhi yang Haram dan Menumbuhkan Qana'ah: Kajian Rutin Bulanan PRM dan PRA Cepu

Menjadi Muslim Sejati dengan Menjauhi yang Haram dan Menumbuhkan Qana'ah: Kajian Rutin Bulanan PRM dan PRA Cepu

Ustadz Nur Sahlul Mubarok, S.H.I., M.Pd. menyampaikan kajian dengan tema bagaimana menjadi seorang muslim yang dicintai Allah melalui sikap wara', qan
Table of contents
×

Cepu, 1 Juli 2026 – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cepu bersama Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Rutin Bulanan pada Rabu, 1 Juli 2026, bertempat di Masjid Taqwa Cepu. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah Muhammadiyah, 'Aisyiyah, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti kajian keislaman sebagai sarana menambah ilmu dan memperkuat keimanan.

Acara diawali dengan penampilan tahfiz Al-Qur'an Surat Al-Humazah yang dibawakan dengan penuh semangat oleh para santri TPQ Faskho 2. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an menghadirkan suasana khusyuk dan menjadi pembuka yang menyejukkan hati sebelum memasuki sesi kajian utama.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari LAZISMU KL Cepu, sebagai bentuk sinergi dalam mendukung dakwah dan penguatan syiar Islam di tengah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Ustadz Nur Sahlul Mubarok, S.H.I., M.Pd. menyampaikan kajian dengan tema bagaimana menjadi seorang muslim yang dicintai Allah melalui sikap wara', qana'ah, kepedulian kepada sesama, dan menjaga hati.

Beliau mengawali kajian dengan menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ، وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا، وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.

Artinya:

"Jauhilah segala perkara yang diharamkan, niscaya engkau menjadi orang yang paling tekun beribadah. Ridhalah terhadap apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang mukmin sejati. Cintailah untuk manusia apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi seorang muslim sejati. Dan janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati."

(HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dalam penjelasannya, Ustadz Nur Sahlul Mubarok menyampaikan bahwa hadis tersebut merupakan pedoman hidup yang sangat lengkap bagi setiap muslim.

1. Menjauhi Perkara yang Haram

Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ

"Jauhilah perkara-perkara yang haram, niscaya engkau menjadi orang yang paling tekun beribadah."

Beliau menjelaskan bahwa ibadah tidak hanya dinilai dari banyaknya amal, tetapi juga dari kesungguhan seseorang dalam menjaga diri dari segala bentuk yang diharamkan Allah, baik dalam mencari rezeki, menjaga lisan, maupun dalam pergaulan sehari-hari.

2. Qana'ah adalah Kekayaan Sejati

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

"Ridhalah terhadap apa yang Allah bagikan kepadamu, niscaya engkau menjadi manusia yang paling kaya."

Beliau menerangkan bahwa qana'ah bukan berarti malas berusaha, melainkan tetap bekerja dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh, kemudian merasa cukup serta bersyukur atas rezeki yang Allah berikan. Kekayaan sejati adalah kekayaan hati, bukan semata-mata banyaknya harta.

3. Mencintai Sesama Sebagaimana Mencintai Diri Sendiri

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا

"Cintailah untuk manusia apa yang engkau cintai untuk dirimu sendiri, niscaya engkau menjadi seorang muslim sejati."

Sikap saling mencintai, saling membantu, dan menghindari sifat iri dengki merupakan ciri seorang muslim sejati. Kehidupan masyarakat akan menjadi harmonis apabila setiap orang menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri.

4. Jangan Terlalu Banyak Tertawa

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

"Janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati."

Beliau menjelaskan bahwa Islam tidak melarang tersenyum ataupun bergembira. Namun, berlebihan dalam tertawa dapat membuat hati lalai dari mengingat Allah, mengurangi kekhusyukan, dan melemahkan kepekaan terhadap nasihat serta kehidupan akhirat.

Di penghujung kajian, pemateri mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan hadis Rasulullah ﷺ tersebut sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjauhi yang haram, memiliki sifat qana'ah, mencintai sesama, menjaga hubungan baik dengan tetangga, serta menghindari sikap berlebihan dalam tertawa, diharapkan lahir pribadi-pribadi muslim yang bertakwa dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Semoga kajian rutin bulanan ini terus menjadi wasilah dalam menambah ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan semangat beramal saleh bagi seluruh warga Muhammadiyah, 'Aisyiyah, dan masyarakat Cepu.


0Comments