BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Pesantren At-Tajdid Blora Gelar Fathul Kutub Santri Akhir SMA

Pesantren At-Tajdid Blora Gelar Fathul Kutub Santri Akhir SMA

Ujian keilmuan berbasis kitab turats untuk menguatkan kemandirian dan nalar kritis santri
Table of contents
×
Ujian keilmuan berbasis kitab turats

Pesantren At-Tajdid Blora Gelar Fathul Kutub Santri Akhir SMA

“Ujian keilmuan berbasis kitab turats untuk menguatkan kemandirian dan nalar kritis santri”
Fathul Kutub Santri Akhir SMA Tahun Ajaran 2025/2026
19–20 Januari 2026 | Kampus 1 Putri Tambakromo Cepu

Seluruh santri kelas XII SMA di Pondok Pesantren Muhammadiyah At-Tajdid Blora mengikuti kegiatan Fathul Kutub Santri Akhir SMA Tahun Ajaran 2025/2026 yang dilaksanakan pada 19–20 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus 1 Putri Tambakromo Cepu dan menjadi bagian dari ujian keilmuan wajib untuk mengukur kemampuan santri dalam membaca, memahami, serta menjelaskan kitab turats secara mandiri dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan Fathul Kutub dimulai pukul 07.30 hingga 13.30 WIB, diselenggarakan oleh pesantren bersama panitia ustadz dan ustadzah. Kegiatan dibuka oleh Kepala SMA M. Guntur dan Kepala Pengasuh Santri Kampus 1, Basit, serta berada di bawah arahan Direktur Pesantren, A. Furqony.

Fathul Kutub bertujuan mengevaluasi kompetensi bahasa Arab santri sekaligus menilai kemandirian intelektual dalam merujuk dan menjelaskan khazanah keilmuan Islam klasik. Model pelaksanaan dilakukan secara kelompok, dilengkapi dengan presentasi dan tanya jawab dalam format ujian terbuka, sehingga mendorong diskursus ilmiah yang tertib dan argumentatif.

Sejumlah kitab rujukan digunakan dalam kegiatan ini, antara lain I’anatut Thalibin, Shahih Muslim, Tafsir Jalalain, Fathul Majid, dan kitab-kitab turats lainnya. Santri diminta menyampaikan redaksi teks, makna kebahasaan, serta penjelasan tematik sesuai topik yang diuji, dengan memperhatikan ketepatan rujukan dan menjaga adab ilmiah.

Direktur Pesantren, A. Furqony, menegaskan bahwa Fathul Kutub bukan sekadar evaluasi akademik. “Kegiatan ini melatih santri untuk setia pada teks, berpikir metodologis, dan berani mempertanggungjawabkan argumen. Di sinilah nalar dan adab keilmuan dibentuk,” ujarnya.

Ia berharap santri akhir memiliki bekal keilmuan yang kokoh serta kesiapan untuk mengabdi di tengah masyarakat.

Antusiasme peserta tampak dari kesiapan presentasi dan kedalaman diskusi. Arkhan, santri putra kelas XII, menilai Fathul Kutub sebagai kegiatan yang menantang sekaligus membangun kepercayaan diri. “Kami belajar berpikir runtut dan tidak asal menjawab,” ungkapnya.

Sementara itu, Halimah, santri putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini membiasakan ketelitian membaca teks Arab serta memahami perbedaan pendapat para ulama.

Sebagai tradisi tahunan dan metode khas pesantren, Fathul Kutub menegaskan komitmen Pesantren At-Tajdid Blora dalam menyiapkan lulusan yang kuat secara keilmuan, matang secara karakter, dan siap berkontribusi bagi umat, persyarikatan, dan bangsa.

Oleh: Tim IT & Humas At-Tajdid

0Comments