Isra Mi’raj sebagai Momentum Refleksi dan Evaluasi Diri dalam Beribadah
Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Cepu menyelenggarakan kajian rutin bulanan pada Ahad, 18 Januari 2026, bertempat di Mushola Wakaf Balun Kesehatan. Kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus penguatan ruhiyah bagi jamaah dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah.
Kajian kali ini menghadirkan Ustadzah Hj. Shofiyah sebagai pemateri, yang mengangkat tema “Momentum Isra Mi’raj untuk Refleksi dan Evaluasi Diri dalam Beribadah.”
Isra Mi’raj: Peristiwa Agung Penuh Hikmah
Ustadzah Hj. Shofiyah menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah perjalanan Rasulullah ﷺ, melainkan mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam, khususnya terkait kewajiban shalat sebagai tiang agama.
Dalil Al-Qur’an tentang Isra Mi’raj
Ayat ini menegaskan bahwa Isra Mi’raj adalah peristiwa nyata atas kehendak Allah SWT sebagai bentuk kemuliaan Rasulullah ﷺ sekaligus bukti kekuasaan-Nya.
Shalat sebagai Inti Evaluasi Ibadah
Ustadzah Hj. Shofiyah menekankan bahwa shalat yang diperintahkan dalam peristiwa Isra Mi’raj harus menjadi sarana muhasabah dan refleksi diri. Shalat yang baik akan melahirkan ketenangan, kedisiplinan, dan akhlak yang mulia.
Dalil Hadits tentang Keutamaan Shalat
Hadits ini mengingatkan bahwa kualitas shalat menjadi tolok ukur utama dalam menilai ibadah seseorang. Oleh karena itu, momentum Isra Mi’raj hendaknya dijadikan ajang untuk memperbaiki kekhusyukan, ketertiban, dan keikhlasan dalam beribadah.
Kajian rutin bulanan PRM dan PRA Cepu ini terselenggara dengan dukungan dari LAZISMU KL Cepu, sebagai wujud sinergi dakwah dan pembinaan umat yang berkelanjutan.


0Comments