BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
MATERI DAKWAH - Di Mana Allah Azzawajalla

MATERI DAKWAH - Di Mana Allah Azzawajalla

Pertanyaan "Di mana Allah Azzawajalla?" merupakan pertanyaan yang sering muncul dalam kajian keislaman. Sebagai seorang muslim yang beriman, jawaban a
Table of contents
×

 


Penulis oleh: Suparyanto

Editor : Abdullah Wahab

Pendahuluan

Pertanyaan "Di mana Allah Azzawajalla?" merupakan pertanyaan yang sering muncul dalam kajian keislaman. Sebagai seorang muslim yang beriman, jawaban atas pertanyaan tersebut harus didasarkan pada sumber ajaran Islam yang shahih, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Allah berfirman:

QS. Al-Baqarah: 2

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

Artinya:

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang menjadi pedoman bagi orang-orang yang bertakwa dalam menjalani kehidupan.


Allah Dekat dengan Hamba-Nya

Banyak dalil dalam Al-Qur'an yang menjelaskan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya.

Di antaranya:

  • QS. Al-Baqarah ayat 186

  • QS. Qaf ayat 16

  • QS. Hud ayat 61

  • Hadis riwayat Bukhari dan Muslim

  • Hadis Qudsi tentang kedekatan Allah dengan hamba-Nya


QS. Al-Baqarah Ayat 186

Firman Allah:

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya:

"Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 186)

Tafsir Singkat

Allah memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berdoa kepada-Nya. Allah menjanjikan akan mengabulkan doa hamba-Nya sesuai dengan hikmah dan kehendak-Nya.

Namun terdapat syarat agar doa dikabulkan, yaitu:

  • Memenuhi perintah Allah.

  • Beriman dengan benar kepada Allah.

  • Berdoa dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

  • Tidak memohon sesuatu yang mengandung dosa atau memutus silaturahim.


Mengapa Ada Doa yang Belum Dikabulkan?

Di antara sebabnya:

  1. Belum terpenuhinya adab dan syarat berdoa.

  2. Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.

  3. Allah menyimpannya sebagai pahala di akhirat.

  4. Allah menolak keburukan yang akan menimpa hamba tersebut.

Karena itu seorang muslim tidak boleh berputus asa dalam berdoa.


QS. Qaf Ayat 16

Firman Allah:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya:

"Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)

Pelajaran

Allah mengetahui seluruh keadaan manusia:

  • Apa yang tampak maupun tersembunyi.

  • Bisikan hati.

  • Niat dan keinginan.

Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah.


Hadis Qudsi: Allah Menyambut Hamba-Nya

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah Ta'ala berfirman:

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku mendatanginya dengan berlari."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis-Hadis Tentang Kedekatan Allah

1. Allah Bersama Orang yang Berdzikir

"Aku bersama hamba-Ku apabila dia berzikir kepada-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku."

(HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

2. Kedekatan Saat Sujud

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa."

(HR. Muslim)


Bukti Masih Lemahnya Keimanan Sebagian Manusia

Walaupun banyak dalil Al-Qur'an dan hadis yang menjelaskan tentang keagungan dan kedekatan Allah, masih ada sebagian manusia yang terjerumus dalam perbuatan yang menyelisihi tauhid, seperti:

  • Melakukan kesyirikan.

  • Meminta pertolongan kepada mayit di kuburan.

  • Mempercayai tahayul, bid'ah, dan khurafat.

  • Meminta pertolongan kepada dukun.

  • Menyuap atau menyogok demi kepentingan duniawi.

  • Berbagai perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Seorang muslim hendaknya menjaga kemurnian tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.


Anjuran Memperbanyak Doa

Allah berfirman:

QS. Al-A'raf: 55

اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Artinya:

"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."


Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian. Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan tidak ada. Sesungguhnya Dzat yang kalian seru adalah Maha Mendengar lagi Maha Dekat."

(HR. Bukhari dan Muslim)


Penutup

Materi ini mengajarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa dekat dengan hamba-Nya melalui ilmu, pengawasan, pertolongan, dan pengabulan doa-Nya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya:

  • Memperkuat keimanan kepada Allah.

  • Menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup.

  • Memperbanyak dzikir dan doa.

  • Menjauhi kesyirikan serta segala bentuk penyimpangan akidah.

  • Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan amal saleh.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa, dekat dengan-Nya, dan istiqamah di atas jalan yang lurus.

وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Disusun oleh:
Suparyanto
KTA Muhammadiyah: 1114 6723 1491041
PRM Basrika

0Comments