Tantangan dunia pendidikan masa kini tidak lagi sekadar menghadirkan ruang kelas dan memindahkan teks buku pelajaran ke layar digital. Lebih jauh dari itu, pendidikan Muhammadiyah dituntut untuk secara konsisten merawat mutu, membumikan nilai-nilai keislaman, serta melahirkan generasi yang adaptif terhadap percepatan zaman.
Semangat itulah yang mewarnai agenda Pembinaan Guru dan Karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan se-Cabang Cepu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu tersebut berlangsung khidmat di Aula SMK Muhammadiyah 2 Cepu pada Selasa (20/10/2026).
Kepala SMP Muhammadiyah 3 Cepu, Yazid Iqomuddin, S. Pd., menjelaskan bahwa ini adalah agenda putaran kedua untuk tahun ajaran 2026/2027 ini diikuti oleh ratusan pendidik dan tenaga kependidikan dari tujuh AUM Pendidikan di lingkungan PCM Cepu, mulai dari tingkat SD, MI, SMP, SMA, SMK Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah 2, hingga SLB Muhammadiyah.
Fondasi Gerakan: Membumikan Tiga Pilar 3J dan Disiplin Khidmat
Ketua PCM Cepu, Drs. Mokh Fathoni, M.M., dalam pengarahannya menegaskan bahwa keberadaan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan AUM tidak boleh berhenti sebatas rutinitas administratif atau sekadar menuntaskan kewajiban mengajar. Setiap insan pendidik Muhammadiyah hendaknya memiliki kesadaran kolektif untuk ikut serta menggerakkan roda organisasi hingga ke tingkat basis.
Fathoni menyampaikan pesan kunci dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengenai tiga pilar prioritas gerakan yang dikenal dengan sebutan 3J, yaitu Jamaah, Jamiyah, dan Jariyah.
"Jemaah berkaitan dengan penguatan manusianya, Jamiyah adalah kerapian organisasinya, dan Jariyah merupakan keikutsertaan serta kepedulian finansial maupun material kita. Kita tidak ingin pegawai atau guru di AUM hanya berkutat di sekolah, tetapi kering dari persyarikatan. Semuanya harus mengambil peran aktif memakmurkan pengajian dan persyarikatan di ranting masing-masing," tegas Fathoni.
Fathoni juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran data Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) serta kepemilikan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) berbasis aplikasi terintegrasi sebagai fondasi tata tertib organisasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cepu, Drs. Nurwakit, menekankan bahwa kunci utama kemajuan AUM Pendidikan terletak pada integritas dan disiplin waktu. Kebiasaan tepat waktu, baik dalam mengajar maupun menghadiri forum persyarikatan, akan menjadi kebiasaan (habit), membentuk budaya kerja yang profesional, dan akhirnya melahirkan karakter pendidik yang unggul.
"Untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam berkhidmat, kita harus menjauhi empat tabiat buruk: mengeluh (complainer), menyalahkan orang lain (blamer), hanya memanfaatkan keadaan (user), serta merusak kearifan lingkungan (abuser)" tutur Nurwakit mengingatkan.
Menjaga Mutu Melalui SPMI dan Rapor Pendidikan
Pada sesi materi, Siti Mualifah, S.Pd., memaparkan materi mendalam mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikaitkan langsung dengan pembenahan literasi dan numerasi.
Menurut Bu Ifa, sapaan akrabnya, SPMI merupakan mekanisme sistemik dan mandiri yang wajib dijalankan oleh setiap satuan pendidikan untuk mengendalikan serta meningkatkan mutu penyelenggaraan sekolah secara berkelanjutan. Evaluasi mutu sekolah tidak boleh didasarkan pada asumsi, melainkan harus berbasis data sahih yang terekam dalam Rapor Pendidikan.
"Indikator keberhasilan sekolah dapat terlihat dari capaian Rapor Pendidikan yang sehat, ditandai dengan warna hijau pada seluruh indikator utama. Ketika literasi dan numerasi siswa menguat, hal itu berdampak langsung pada penilaian mutu dan akuntabilitas sekolah di mata publik maupun pemerintah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran literasi dan numerasi masa kini tidak lagi kaku pada hafalan rumus atau teks bacaan tunggal. Pendidik dituntut memanfaatkan pendekatan multimodal, menggabungkan teks, visual, audio, hingga simulasi interaktif, sehingga siswa mampu menganalisis masalah konkrit dan mengambil keputusan secara logis.
Transformasi Pembelajaran Digital
Materi dilanjutkan oleh Khaula Rodhia, S.Pd., yang mengupas secara komprehensif arah Digitalisasi Pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Khaula menegaskan sebuah terminologi penting: digitalisasi pembelajaran bukanlah sekadar mengganti papan tulis dengan proyektor, atau mengubah buku cetak menjadi berkas PDF. Digitalisasi adalah pergeseran paradigma, di mana teknologi hadir sebagai mitra intelektual siswa untuk mengorganisasi data dan membangun pemahaman mandiri.
"Hadirnya perangkat digital canggih seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau Smart TV di sekolah-sekolah kita harus dimanfaatkan secara optimal. Pendidik dapat memanfaatkan platform interaktif, laboratorium virtual, hingga kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan ruang kelas yang hidup dan partisipatif," paparnya.
Namun demikian, Khaula memberikan catatan kritis terkait keamanan data dan privasi digital. Penggunaan perangkat digital bersama di lingkungan sekolah menyimpan potensi risiko kebocoran data pribadi siswa maupun dokumen penting sekolah.
"Sekolah wajib menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tata tertib penggunaan perangkat digital. Harus ada inventarisasi berkala, penunjukan penanggung jawab sarana prasarana, serta penerapan autentikasi keamanan untuk melindungi ekosistem digital sekolah dari ancaman," tegas Khaula.
Menuju Sekolah 'Lingkungan Bersinar' dan Keteladanan Ekologis
Sebagai bagian tak terpisahkan dari pembinaan karakter dan dakwah komunitas, PCM Cepu juga mendorong seluruh AUM Pendidikan untuk menyukseskan gerakan ekologi Muhammadiyah melalui program Tim Lingkungan Bersinar.
Istilah Bersinar merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, dan Rindang. Melalui pilar pengelolaan sampah, penghematan energi, penghijauan, sanitasi bersih, dan edukasi lingkungan, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Cepu diharapkan menjadi pelopor keteladanan ekologis.
Baca juga:
- Menyatu dalam Aksi Hijau: Pembentukan Tim Pelestarian Lingkungan Hidup dan Sinergi Lintas Sektor Persyarikatan
- Menyalakan Lentera Peradaban: Visi Strategis Kepemimpinan dan Ekologi Berkemajuan di Tubuh PCM Cepu
- Waste into Wealth: Upaya Mahasiswa STAI Muhammadiyah Blora Sulap Sampah Jadi Berkah
"Pendidik harus menjadi duta utama gerakan lingkungan ini. Jangan sampai kita mengajarkan kebersihan di kelas, tetapi membiarkan sampah plastik berserakan. Kita ingin AUM Pendidikan di Cepu tidak hanya unggul secara akademis dan digital, tetapi juga menjadi oase yang asri, berwawasan lingkungan, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah," pungkas Fathoni.
Melalui pembinaan berkala ini, PCM Cepu menaruh harapan besar agar seluruh guru dan karyawan AUM Pendidikan semakin mantap menata niat berkhidmat, mengasah kompetensi profesional, serta memajukan persyarikatan demi terwujudnya pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.





0Comments