Suasana sejuk Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora kembali menjadi saksi derap langkah ratusan santri yang berbaris rapi di bawah panji kepanduan. Pada 25–27 September 2026, Pondok Pesantren (PP) Modern Muhammadiyah At-Tajdid merayakan sebuah momentum bersejarah melalui perhelatan Pesta Hizbul Wathan (HW) ke-12.
Pemilihan lokasi perkemahan ini memanggil kembali memori kolektif sepuluh tahun silam. Desa Giyanti pernah menjadi tuan rumah kegiatan serupa pada tahun 2016. Momen "kembali ke Giyanti" ini bukan sekadar napak tilas geografis, melainkan cermin nyata dari lompatan besar yang telah diraih pesantren dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Rekam Jejak Transformasi
Perjalanan PP Modern Muhammadiyah At-Tajdid adalah kisah tentang ketangguhan visi dan keberkahan ikhtiar. Mengenang awal berdirinya pada tahun 2013, lembaga pendidikan ini mengawali pengabdian dari kondisi yang sangat bersahaja.
Pada masa-masa awal tersebut, pesantren hanya mengasuh 21 santri. Sarana dan prasarananya pun sangat terbatas, berdiri di atas petak tanah seluas 740 meter persegi dengan modal awal pendirian sebesar Rp40 juta.
Kini, taburan kerja keras dan kepercayaan masyarakat telah mengubah lanskap tersebut secara drastis. PP Modern Muhammadiyah At-Tajdid bertransformasi menjadi entitas pendidikan yang kokoh dan modern. Pesantren ini telah memperluas kawasan pembelajarannya ke dalam dua kampus representatif:
- Kampus 1 berlokasi di Tambakromo, Kecamatan Cepu.
- Kampus 2 berlokasi di Betekan, Kecamatan Kedungtuban.
Dengan perkembangan fisik dan fasilitas yang pesat, estimasi nilai aset lembaga ini diperkirakan telah mendekati angka Rp10 miliar.
Perkembangan fisik ini berbanding lurus dengan kepercayaan yang makin meluas. Santri yang menimba ilmu tidak lagi hanya berasal dari wilayah sekitar Blora dan Bojonegoro. Pesantren ini telah menjadi rumah kedua bagi para penuntut ilmu dari pelbagai penjuru Nusantara, mulai dari Riau, Kalimantan, hingga Manado.
Memperkokoh Pilar Pembinaan Karakter Santri
Pertumbuhan sarana yang masif tentu membutuhkan penguat spiritual dan metodologis. Melalui perhelatan Pesta HW ke-12, PP Modern Muhammadiyah At-Tajdid menegaskan kembali komitmennya dalam menempa santri melalui empat pilar pendidikan utama.
1. Pilar Karakter dan Kepanduan
Melalui Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, para santri digembleng untuk memiliki kepribadian yang mandiri, disiplin, tangguh, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kegiatan alam terbuka menjadi sarana efektif dalam mengasah kepemimpinan dan rasa kebersamaan.
2. Pilar Bahasa dan Keilmuan
Pesantren memadukan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan kurikulum kepesantrenan. Keunggulan ini ditopang oleh pembiasaan komunikasi harian menggunakan bahasa Arab (*muhadatsah*) untuk membentuk intelektual muslim yang berwawasan global.
3. Pilar Kompetensi dan Prestasi
Pesantren menyediakan wadah pembinaan bakat yang terarah. Hasilnya, para santri mampu menunjukkan daya saing tinggi dengan meraih berbagai kejuaraan, mulai dari olimpiade sains tingkat nasional hingga ajang bergengsi di tingkat internasional.
4. Pilar Al-Qur'an dan Tahfidz
Al-Qur'an menjadi fondasi utama seluruh aktivitas pembelajaran. Melalui program daurah tahfidz yang terstruktur, pesantren menargetkan capaian hafalan hingga 30 juz dengan penekanan kuat pada kualitas dan kelancaran hafalan.
Menabur Keberkahan dan Kemaslahatan untuk Umat
Penyelenggaraan Pesta HW ke-12 di Desa Giyanti menjadi ajang pembuktian bahwa pendidikan karakter yang diterapkan di dalam pondok dapat terpancar dalam perilaku santri di tengah masyarakat.
Direktur PP Modern Muhammadiyah At-Tajdid, Ahmad Furqony, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di pesantren bermuara pada pembentukan insan yang bermanfaat.
Nilai-nilai kemandirian yang ditempa melalui kepanduan HW, serta keberkahan hafalan Al-Qur'an yang tertanam dalam dada para santri, diharapkan menjadi bekal utama mereka saat terjun dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Transformation aset dan perluasan sarana pada akhirnya hanyalah alat; tujuan utamanya adalah mencetak generasi Rabbani yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

0Comments