BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Ahad Pagi PCM Cepu: Memahami Tiga Golongan Manusia dalam Surah Al-Waqi'ah

Kajian Ahad Pagi PCM Cepu: Memahami Tiga Golongan Manusia dalam Surah Al-Waqi'ah

Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Ahad, 12 Juli 2026
Table of contents
×

Cepu – Majelis Tabligh dan Pustaka Informasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu kembali menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi pada Ahad, 12 Juli 2026, bertempat di Masjid Al-Hikmah Cepu. Kegiatan diawali dengan tahsin Al-Qur'an yang dipandu oleh Ustadz Abdullah Wahab, sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an para jamaah.

Kajian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustadz H. Muhaimin, S.Pd.I. yang mengangkat pembahasan tentang keutamaan Surah Al-Waqi'ah serta tafsir ayat 1–10 yang menjelaskan tiga golongan manusia pada hari kiamat. Kegiatan ini didukung penuh oleh Lazismu KLC Cepu.

Keutamaan Membaca Surah Al-Waqi'ah

Dalam penyampaiannya, Ustadz H. Muhaimin mengingatkan jamaah tentang pentingnya membiasakan membaca Al-Qur'an, termasuk Surah Al-Waqi'ah. Di tengah masyarakat terdapat riwayat yang populer mengenai keutamaan membaca Surah Al-Waqi'ah pada malam hari agar terhindar dari kefakiran. Namun, beliau mengingatkan bahwa riwayat tersebut diperselisihkan oleh para ulama karena sanadnya dinilai lemah, sehingga keutamaan utama Surah Al-Waqi'ah tetap terletak pada kandungannya sebagai firman Allah yang menguatkan iman dan mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat.

Beliau mengajak jamaah untuk menjadikan Surah Al-Waqi'ah sebagai bacaan rutin guna memperkuat keimanan, memperbanyak tadabbur Al-Qur'an, dan memohon keberkahan serta penjagaan dari Allah SWT.

Gambaran Hari Kiamat

Kajian kemudian berfokus pada tafsir Surah Al-Waqi'ah ayat 1–10. Allah SWT berfirman:

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ۝ لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۝ خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ۝ إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ۝ وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ۝ فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنۢبَثًّا

"Apabila terjadi hari Kiamat, tidak seorang pun dapat mendustakan kejadiannya. (Kiamat itu) merendahkan (sebagian manusia) dan meninggikan (sebagian yang lain). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang berterbangan."
(QS. Al-Waqi'ah: 1–6)

Ustadz Muhaimin menjelaskan bahwa ayat-ayat ini menggambarkan kedahsyatan hari kiamat yang pasti akan terjadi. Pada hari itu tidak ada seorang pun yang mampu mengingkarinya. Seluruh kekuasaan, kedudukan, dan kebanggaan dunia akan sirna di hadapan keagungan Allah SWT.

Tiga Golongan Manusia

Selanjutnya Allah SWT berfirman:

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ۝ فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ۝ وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ۝ وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ۝ أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

"Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman dan beramal saleh), mereka itulah orang-orang yang paling dekat (kepada Allah)."
(QS. Al-Waqi'ah: 7–10)

Ustadz Muhaimin menjelaskan bahwa pada hari pembalasan nanti manusia terbagi menjadi tiga golongan.

1. Ashabul Maimanah (Golongan Kanan)
Mereka adalah orang-orang yang beriman, taat kepada Allah, serta banyak melakukan amal saleh. Mereka menerima catatan amal dari sebelah kanan dan memperoleh kebahagiaan di akhirat.

2. Ashabul Masy'amah (Golongan Kiri)
Mereka adalah orang-orang yang mengingkari Allah atau banyak melakukan kemaksiatan tanpa bertaubat. Mereka menerima catatan amal dari sebelah kiri dan mendapatkan azab sebagai balasan atas perbuatannya.

3. As-Sabiqun (Orang-Orang yang Paling Dahulu dalam Kebaikan)
Golongan ini merupakan hamba-hamba Allah yang berlomba-lomba dalam iman, ibadah, keikhlasan, dan amal saleh. Mereka memperoleh kedudukan paling dekat dengan Allah SWT serta mendapatkan kemuliaan yang tinggi di surga.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Melalui kajian ini, jamaah diajak untuk menjadikan Surah Al-Waqi'ah sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Setiap manusia hendaknya mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, amal saleh, akhlak mulia, dan keistiqamahan dalam beribadah agar termasuk golongan kanan, bahkan berusaha menjadi bagian dari As-Sabiqun, yaitu orang-orang yang terdepan dalam kebaikan.

Kajian Ahad pagi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan antusiasme jamaah. Semoga melalui kajian rutin ini, semakin tumbuh kecintaan terhadap Al-Qur'an serta semangat untuk memperbaiki kualitas ibadah dan amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.


0Comments