![]() |
| Pendirian KBIHU Muhammadiyah Cepu lahir dari refleksi mendalam para pengurus seusai musim haji tahun 2006. (Ilustrasi AI) |
Muhammadiyah terkenal sebagai organisasi Islam yang aktif menggerakkan roda dakwah di berbagai lini kehidupan masyarakat. Di Kecamatan Cepu, kiprah persyarikatan ini telah lama mengakar kuat melalui jaringan amal usaha di bidang pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, kegiatan kajian Islam, hingga aksi sosial. Namun, jika menengok sejarah ke belakang, terdapat satu lini dakwah krusial yang sempat kosong dan belum tersentuh oleh pengurus setempat sebelum pertengahan dekade 2000-an.
Wadah dakwah yang belum terjamah saat itu adalah bimbingan intensif di segmen perhajian. KBIHU Muhammadiyah Cepu kemudian lahir sebagai solusi logis untuk mengisi ruang kosong tersebut. Pendirian lembaga ini sekaligus menorehkan babak baru dalam sejarah perkembangan dakwah kultural persyarikatan di Cepu.
Titik Balik Musim Haji Tahun 2006
Sejarah berdirinya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Cepu tidak bisa lepas dari momen penting pada tahun 2006 silam. Ketua KBIHU Muhammadiyah Cepu, Drs. H. Mariya, M. Pd., menceritakan bahwa ide pendirian ini muncul tepat setelah menyelesaikan ibadah haji pada tahun tersebut.
Sepulang dari Tanah Suci, para pengurus mengadakan evaluasi dan refleksi mendalam mengenai peta dakwah organisasi. Mereka menyadari bahwa Muhammadiyah Cepu belum memiliki gerakan dakwah yang terstruktur khusus untuk mendampingi jemaah haji. Padahal, potensi dan kebutuhan jemaah di segmen ini tergolong sangat besar dan membutuhkan perhatian serius. Pertemuan pasca-haji tahun 2006 itulah yang menjadi awal dari lahirnya lembaga bimbingan ini.
Menjawab Kebutuhan Jemaah melalui Wadah Dakwah
Kehadiran wadah bimbingan ini menjadi jawaban atas tren sosiologis jemaah haji di wilayah Cepu. Pengurus melihat fakta bahwa dari tahun ke tahun, jumlah warga Muhammadiyah yang berangkat menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan.
Situasi tersebut memicu kesadaran kolektif di kalangan pengurus. Mereka berkesimpulan bahwa Muhammadiyah Cepu perlu memiliki wadah dakwah mandiri di bidang perhajian. Sejak saat itulah, lembaga KBIHU resmi berdiri.
Sejarah berdirinya KBIHU Muhammadiyah Cepu memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kepekaan melihat peluang dakwah. Bermula dari refleksi sederhana pasca-haji tahun 2006, institusi ini tumbuh menjadi pilar dakwah yang mampu memberikan dampak sosial keagamaan yang luas di Cepu. Wadah yang awalnya didirikan untuk mengisi kekosongan ini, kini diharapkan mampu menjadi sarana pelayanan umat yang terus hidup dan berkembang.

0Comments