BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Bulanan PRM dan PRA Cepu: Menguatkan Korelasi Iman dan Islam dalam Kehidupan Sehari-hari

Kajian Bulanan PRM dan PRA Cepu: Menguatkan Korelasi Iman dan Islam dalam Kehidupan Sehari-hari

Materi utama yang disampaikan dalam kajian ini adalah tentang hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara rukun iman dan rukun Islam.
Table of contents
×
Cepu, Rabu, 3 Juni 2026 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Cepu kembali menyelenggarakan kajian bulanan yang bertempat di Masjid Taqwa Cepu. Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan masyarakat sekitar ini menghadirkan pemateri Ustadz. M. Guntur Setyowento, S.Pd., yang menyampaikan materi tentang pentingnya bersyukur atas nikmat Allah serta hubungan yang erat antara rukun iman dan rukun Islam.

Kajian diawali dengan penampilan tahfidz Surah Al-‘Alaq yang dibawakan oleh santri TPQ Faskho 2. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut menambah suasana khidmat dan memberikan semangat kepada jamaah untuk semakin mencintai Al-Qur’an sejak usia dini.

Mengajak Jamaah untuk Senantiasa Bersyukur

Dalam penyampaiannya, Ustadz M. Guntur Setyowento mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah Allah SWT karuniakan. Nikmat kesehatan, keluarga, kesempatan beribadah, ilmu, serta rezeki yang diterima setiap hari merupakan anugerah yang wajib disyukuri.

Beliau mengingatkan bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah dan penggunaan nikmat tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat.

Korelasi Rukun Iman dan Rukun Islam

Materi utama yang disampaikan dalam kajian ini adalah tentang hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara rukun iman dan rukun Islam.

Menurut beliau, rukun iman merupakan pondasi keyakinan, aqidah, dan ruh yang memberi makna bagi kehidupan seorang muslim, sedangkan rukun Islam merupakan manifestasi amal ibadah yang tampak dalam perbuatan dan menjadi wujud nyata dari keimanan seseorang.

Beliau mengibaratkan bahwa:

  • Iman adalah ruh, yang menghidupkan dan menggerakkan.
  • Islam adalah jasad, yang menampakkan dan mewujudkan apa yang diyakini dalam hati.

Karena itu, iman dan Islam tidak dapat dipisahkan. Iman tanpa amal akan lemah, sedangkan amal tanpa iman akan kehilangan makna dan tujuan.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

“Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dan kepada (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.”

(QS. Al-Baqarah: 4)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa keimanan yang benar akan melahirkan keyakinan yang kuat dan menjadi dasar dalam menjalankan seluruh ajaran Islam.

Enam Rukun Iman

Ustadz Guntur menjelaskan bahwa rukun iman terdiri dari enam perkara:

  1. Iman kepada Allah SWT
  2. Iman kepada malaikat-malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab-kitab Allah
  4. Iman kepada rasul-rasul Allah
  5. Iman kepada hari akhir
  6. Iman kepada qadha dan qadar Allah

Rukun iman menjadi landasan keyakinan yang harus tertanam kuat dalam hati setiap muslim.

Lima Rukun Islam

Selain itu, beliau juga menjelaskan lima rukun Islam yang menjadi wujud nyata dari keimanan, yaitu:

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat
  2. Mendirikan shalat
  3. Menunaikan zakat
  4. Melaksanakan puasa Ramadhan
  5. Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu

Kelima rukun tersebut merupakan bentuk penghambaan kepada Allah yang harus dijalankan dengan ikhlas dan penuh kesadaran.

Penutup

Kajian bulanan PRM dan PRA Cepu berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme dari para jamaah. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman bahwa seorang muslim tidak cukup hanya memiliki keyakinan dalam hati, tetapi juga harus mewujudkannya dalam amal nyata.

Melalui kajian ini, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara aqidah yang kokoh dan ibadah yang istiqamah, sehingga iman yang ada dalam hati benar-benar tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Semoga kegiatan kajian rutin ini terus menjadi sarana menambah ilmu, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kualitas keislaman warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Cepu.


0Comments