BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kajian Rutin Bulanan PRM dan PRA Cepu: Memahami Tingkatan Keyakinan dan Menjaga Keseimbangan Hidup

Kajian Rutin Bulanan PRM dan PRA Cepu: Memahami Tingkatan Keyakinan dan Menjaga Keseimbangan Hidup

Kajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh PRM dan PRA Cepu kembali digelar di Masjid Taqwa Cepu pada Rabu malam. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah
Table of contents
×

Cepu, 8 April 2026 — Kajian rutin bulanan yang diselenggarakan oleh PRM dan PRA Cepu kembali digelar di Masjid Taqwa Cepu pada Rabu malam. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias untuk menambah ilmu dan memperkuat keimanan.

Kajian menghadirkan pemateri Mokh. Fathoni, Drs., H., M.M., yang menyampaikan materi tentang tingkatan keyakinan dalam Islam, yaitu ‘Ilmul Yaqin, ‘Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin, serta pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan seorang muslim.

Memahami Tingkatan Keyakinan

Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa keyakinan dalam Islam memiliki beberapa tingkatan:

  1. ‘Ilmul Yaqin (Ilmu tentang keyakinan)
    Yaitu keyakinan yang diperoleh melalui ilmu atau informasi yang benar, meskipun belum melihat secara langsung.

    Sebagaimana firman Allah:

    كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
    “Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin.”
    (QS. At-Takatsur: 5)

  2. ‘Ainul Yaqin (Melihat dengan mata kepala)
    Tingkatan ini lebih tinggi, yaitu keyakinan yang diperoleh karena seseorang telah melihat secara langsung.

    ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
    “Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.”
    (QS. At-Takatsur: 7)

  3. Haqqul Yaqin (Keyakinan yang hakiki)
    Merupakan tingkatan tertinggi, yaitu keyakinan yang benar-benar dirasakan dan dialami secara langsung.

    إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ
    “Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah kebenaran yang meyakinkan.”
    (QS. Al-Waqi’ah: 95)

Beliau menegaskan bahwa seorang muslim harus terus meningkatkan kualitas keyakinannya, dari sekadar mengetahui menjadi menyaksikan, hingga merasakan kebenaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga Keseimbangan dalam Kehidupan

Selain membahas tingkatan keyakinan, beliau juga berpesan bahwa dalam menjalani kehidupan, seorang muslim harus melakukan ikhtiar untuk menjaga berbagai aspek penting dalam diri, yaitu:

  • Iman harus terus diperkuat

  • Pikiran harus dijaga agar tetap positif dan sehat

  • Mental harus kokoh menghadapi ujian

  • Fisik harus dirawat agar tetap kuat dalam beribadah

  • Harta harus dikelola dengan baik dan digunakan di jalan Allah

Semua aspek tersebut harus diupayakan secara seimbang agar seorang muslim mampu menjalani kehidupan dengan baik dan penuh keberkahan.

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qashash: 77)

Penutup

Kajian rutin ini menjadi sarana penting dalam meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus memperkuat ukhuwah antar jamaah. Melalui materi yang disampaikan, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya meningkatkan kualitas keyakinan serta menjaga keseimbangan hidup.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan oleh Muhammadiyah Cepu dalam membentuk pribadi muslim yang berilmu, beriman, dan beramal shalih.

Dengan adanya kajian ini, jamaah diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercapai kehidupan yang seimbang, sehat, dan diridhai oleh Allah SWT.



0Comments