![]() |
| Menyambut Ramadhan 1447 H |
KHUTBAH 1
إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينْ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
قَالَ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ :﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102)
﴿ يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١ ﴾ ( النساۤء/4: 1)
﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا ٧١ ﴾ ( الاحزاب/33: 70-71)
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ
Segala puji bagi Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā, Tuhan semesta alam. Kita bersyukur kepada-Nya atas segala limpahan nikmat iman dan Islam, nikmat kesehatan, usia, serta kesempatan, sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan-bulan mulia menjelang Ramadhan 1447 Hijriyah. Nikmat ini merupakan karunia besar yang patut disyukuri dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muḥammad ﷺ, teladan agung dalam keikhlasan niat dan kesungguhan beramal, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
Hadirin Jumat rahimakumullāh,
Marilah kita tingkatkan iman dan takwa kepada Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan hanya diukur dari banyaknya amal, tetapi dari keikhlasan niat dan kesungguhan hati dalam melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Namun, keberhasilan Ramadhan sangat ditentukan oleh niat yang ikhlas dan persiapan yang sungguh-sungguh sebelum Ramadhan itu sendiri. Tanpa niat yang lurus dan persiapan yang matang, Ramadhan bisa berlalu tanpa meninggalkan bekas perubahan dalam diri kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
Hadits ini menjadi landasan utama bahwa ibadah puasa dan seluruh amal Ramadhan harus dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena kebiasaan, bukan karena tekanan sosial, dan bukan pula sekadar rutinitas tahunan.
Ikhlas sebagai Pondasi Ibadah Ramadhan
Jamaah Jumat rahimakumullāh,
Ikhlas berarti memurnikan tujuan ibadah hanya untuk mengharap ridha Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā. Puasa Ramadhan yang ikhlas akan melahirkan kesabaran, kejujuran, dan ketundukan kepada Allah, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
(QS. البينة: 5)
Artinya:
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”
Menyambut Ramadhan dengan ikhlas berarti membersihkan niat sejak awal, meluruskan tujuan ibadah, serta menyingkirkan sifat riya’, ujub, dan merasa paling baik.
Persiapan Menyambut Ramadhan
Hadirin yang dirahmati Allah,
Selain niat yang ikhlas, Ramadhan juga menuntut persiapan yang sungguh-sungguh, baik secara lahir maupun batin. Persiapan tersebut antara lain:
Persiapan ilmu, dengan memahami hukum-hukum puasa agar ibadah kita sesuai tuntunan syariat.
Allah berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
(QS. محمد: 19)
Artinya: “Maka ketahuilah bahwa tidak ada tuhan selain Allah.”
Persiapan mental dan ruhani, dengan membiasakan diri memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, dan menahan hawa nafsu sebelum Ramadhan tiba.
Persiapan sosial, yaitu memperbaiki hubungan dengan sesama, saling memaafkan, dan menumbuhkan kepedulian kepada fakir miskin.
Rasulullah ﷺ ketika memasuki bulan Sya’ban memperbanyak ibadah sebagai bentuk persiapan menuju Ramadhan, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ
(رواه مسلم)
Artinya:
“Rasulullah ﷺ biasa berpuasa hingga kami mengatakan bahwa beliau tidak berbuka.”
Ini menunjukkan bahwa menyambut Ramadhan bukan dengan kelalaian, melainkan dengan kesiapan dan kesungguhan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,
وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛
Hadirin Jumat rahimakumullāh,
Sebagai kesimpulan, menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah hendaknya kita lakukan dengan niat yang ikhlas dan persiapan yang sungguh-sungguh. Ramadhan adalah tamu agung yang tidak selalu datang setiap tahun kepada setiap orang. Banyak yang Ramadhan lalu bersama kita, namun kini telah tiada.
Keikhlasan niat akan menentukan nilai ibadah kita, sedangkan persiapan yang baik akan membantu kita menjalani Ramadhan dengan penuh kesadaran dan kesungguhan. Ramadhan yang dipersiapkan dengan baik insyaAllah akan melahirkan pribadi yang bertakwa, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(QS. البقرة: 183)
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
Semoga Ramadhan yang akan datang benar-benar menjadi sarana peningkatan iman dan takwa kita kepada Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā, serta membawa perubahan nyata dalam kehidupan kita setelahnya.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكِرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون
أَقِيمُوا الصَّلَاة


0Comments