![]() |
| Ustadz Ahmad Furqony, S.Ag., M.Pd.I. memaparkan pentingnya keseimbangan antara syukur dan sabar dalam Kajian Mutiara Jumat Pagi di Masjid Al-Hikmah Komplek Muhammadiyah Cepu. |
Setiap manusia yang hidup di dunia tidak akan pernah lepas dari dua kondisi: menerima nikmat atau menghadapi ujian. Dalam ajaran Islam, bagaimana seorang hamba menyikapi kedua keadaan tersebut menjadi tolok ukur keimanan serta kunci kemuliaan di sisi Allah SWT.
Pentingnya menjaga keseimbangan antara rasa syukur dan kesabaran ini menjadi fokus utama dalam Kajian Mutiara Jumat Pagi yang berlangsung di Masjid Al-Hikmah, Komplek Muhammadiyah Cepu, pada Jumat (28/8/2026).
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Ahmad Furqony, S.Ag., M.Pd.I., memaparkan secara mendalam mengenai hakikat syukur dan sabar serta bagaimana keduanya memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hadapan Sang Pencipta.
Janji Allah bagi Hamba yang Bersyukur
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Furqony mengingatkan kembali firman Allah SWT mengenai konsekuensi dari rasa syukur dan kufur nikmat. Menurut beliau, syukur bukan sekadar ucapan di bibir, melainkan bentuk pengakuan atas segala limpahan karunia yang diberikan oleh Allah.
"Ketika bersyukur, maka akan ditambah oleh Allah nikmat-Nya. Namun sebaliknya, ketika kufur, Allah memberikan ancaman yang tegas: 'Inna 'adzabi lasyadid' (sesungguhnya azab-Ku sangat pedih)," papar Ustadz Ahmad Furqony.
Janji penambahan nikmat ini menegaskan bahwa kebahagiaan hidup tidak diukur dari seberapa banyak materi yang dimiliki, melainkan seberapa besar rasa syukur yang ditanamkan dalam hati.
Keutamaan Sabar: Pahala yang Disempurnakan
Tidak hanya membahas tentang syukur, beliau juga menekankan pentingnya sikap sabar saat ujian hidup datang menyapa. Sabar merupakan benteng utama umat Muslim agar tidak mudah putus asa dan tetap berada di jalur yang diridhai-Nya.
Ustadz Ahmad Furqony menjelaskan bahwa Allah menyiap karunia istimewa bagi hamba-Nya yang mampu bertahan dalam kesabaran.
"Kalau kita sabar, maka akan dilengkapi dan disempurnakan sisi pahalanya oleh Allah SWT. Pahala tersebut disempurnakan di sisi-Nya," terangnya.
Beliau juga menambahkan bahwa baik syukur maupun sabar memiliki tingkat keutamaan dan derajat yang sama mulianya di sisi Allah SWT. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi dalam kehidupan seorang mukmin.
Doa dan Harapan
Mengakhiri kajiannya, Ustadz Ahmad Furqony menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah yang hadir dan umat Muslim pada umumnya diberikan kekuatan untuk terus mengamalkan kedua sifat terpuji tersebut.
"Moga-moga pagi hari ini kita digolongkan sebagai hamba yang bisa menikmati kehidupan ini dengan rasa syukur. Dan ketika Allah menguji dengan segala ujian, kita pun diberikan keteguhan untuk tetap bersabar," pungkasnya.
Melalui Kajian Mutiara Jumat Pagi ini, jamaah diharapkan dapat memetik hikmah mendalam untuk menjalani hari-hari dengan hati yang lebih tenang, lapang, dan senantiasa terhubung dengan Allah SWT.

0Comments