![]() |
| Siswa SMA Muhammadiyah Cepu (MUHAC) mengikuti praktik program intrakurikuler Life Skill Menjahit untuk membekali keterampilan teknis serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan. |
Menguasai materi akademik saja kini tak lagi cukup bagi generasi muda. Menjawab tantangan dunia kerja dan kemandirian ekonomi, SMA Muhammadiyah Cepu (MUHAC) menghadirkan terobosan nyata lewat program unggulan Life Skill Menjahit. Tak sekadar kegiatan ekstrakurikuler biasa, program ini dirancang khusus untuk mencetak lulusan yang kreatif, mandiri, dan siap berwirausaha sejak dari bangku sekolah.
Program Life Skill menjahit di SMA MUHAC menjadi wadah eksplorasi bakat bagi para siswa. Di sini, para murid dibekali keterampilan praktis secara mendalam, mulai dari teknik membuat pola busana, mengoperasikan mesin jahit, hingga memproduksi beragam produk tekstil bernilai jual.
Bukan sekadar pengisi waktu luang, kegiatan ini secara resmi masuk ke dalam struktur kurikulum intrakurikuler dan dilengkapi dengan sertifikat resmi bagi para siswa yang menyelesaikannya.
Rutinitas Praktik yang Terstruktur
Untuk memastikan kualitas pembelajaran, kegiatan menjahit ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu di Laboratorium Menjahit SMA MUHAC.
Proses belajar mengajar didampingi langsung oleh Ibu Siti Handayani, guru keterampilan menjahit profesional yang telah mengantongi sertifikasi di bidangnya. Dengan bimbingan pakar, siswa dapat menyerap ilmu teknik menjahit yang tepat dan berstandar industri.
Selaras dengan Nilai Kemandirian Ekonomi Umat
Selain membekali keterampilan teknis, program ini bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung nilai-nilai ke-Muhammadiyahan, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Cepu, Ani Widiastuti, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya program ini. Beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu teoritis dan keterampilan praktis.
"Kami tidak ingin lulusan SMA hanya pintar teori. Dengan dibekali keterampilan menjahit, siswa punya skill yang bisa langsung dipakai untuk mencari rezeki," tegas Ani Widiastuti.
Siap Melangkah Lebih Jauh: Rencana "Konveksi Mini MUHAC"
Melihat antusiasme dan potensi besar dari para siswa, pihak sekolah tidak berencana berhenti di ruang kelas saja. Ke depan, SMA Muhammadiyah Cepu berencana meluncurkan "Konveksi Mini MUHAC".
Unit usaha ini nantinya akan dikelola langsung oleh para siswa sebagai sarana praktik bisnis nyata, sekaligus membuktikan bahwa karya dari tangan para murid SMA MUHAC siap bersaing di pasar kerja maupun dunia usaha mandiri.
Kontributor: Ani Widiastuti

0Comments