![]() |
| Mahasiswa KKN Tematik STAIM Blora XXVI menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah serta bolu bunga telang bersama warga Desa Mulyorejo. |
Bunga telang selama ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai tanaman yang memiliki keunikan warna alami. Dalam pemanfaatannya sehari-hari, keberadaan tanaman ini acap kali terbatas dan lebih banyak dijumpai sekadar sebagai tanaman hias di area pekarangan rumah. Padahal, jika dicermati lebih mendalam, bunga telang menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari sekadar pemanis lingkungan pemukiman.
Melalui kegiatan pelatihan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN Tematik STAIM Blora XXVI berinisiatif memperkenalkan alternatif pemanfaatan bunga telang kepada warga Desa Mulyorejo. Langkah ini diambil agar pemanfaatan bunga telang tidak lagi sebatas dijadikan tanaman hias semata, melainkan dapat diolah secara optimal menjadi ragam produk kreatif yang memiliki nilai guna serta nilai jual.
Inovasi Olahan Bolu dan Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah
Dalam kegiatan pelatihan ini, terdapat dua jenis produk yang menjadi fokus utama pengembangan, yaitu lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah dan olahan pangan berupa bolu bunga telang. Kedua inovasi produk ini dipilih secara khusus untuk memperlihatkan bagaimana bahan di sekitar lingkungan warga dapat diubah menjadi barang yang bernilai tinggi.
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan lilin aromaterapi menjadi salah satu bentuk edukasi penting mengenai pengelolaan limbah rumah tangga. Minyak goreng bekas yang biasanya terbuang begitu saja diproses kembali agar memiliki nilai tambah. Melalui pengolahan ini, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bijak sekaligus memberikan manfaat baru bagi masyarakat.
Sementara itu, pengolahan bunga telang menjadi produk bolu diperkenalkan sebagai salah satu bentuk inovasi pangan yang memanfaatkan warna biru alami dari bunga telang. Produk inovasi ini menghadirkan sajian pangan yang menarik secara visual tanpa menghilangkan karakter alami dari bahan utamanya. Melalui pembuatan bolu ini, masyarakat diharapkan terinspirasi untuk terus menguji coba dan mengembangkan berbagai macam olahan pangan berbahan dasar tanaman lokal yang ada di lingkungan sekitar mereka.
Mendorong Kreativitas dan Kemandirian
Rangkaian kegiatan pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan secara teori, tetapi juga secara langsung diarahkan pada sesi praktik. Metode praktik ini diterapkan agar setiap peserta dapat melihat, mencoba, dan memahami seluruh tahapan proses pengolahan secara mendalam. Dengan pemahaman yang diperoleh melalui praktik langsung, masyarakat Desa Mulyorejo diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri setelah seluruh rangkaian kegiatan KKN usai.
Pelatihan ini juga memiliki nilai yang sangat penting dari sudut pandang ekonomi. Produk lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah serta bolu bunga telang memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk rumahan yang siap dipasarkan secara luas. Apabila usaha dan pengolahan produk ini dikelola secara konsisten, inovasi tersebut berpotensi besar menjadi bagian dari langkah pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mulyorejo.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik STAIM Blora XXVI dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Melalui optimasi pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat diajak untuk melihat serta menyadari bahwa bahan-bahan yang sangat sederhana dapat diolah sedemikian rupa menjadi produk yang jauh lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Mulyorejo
Pelatihan Pemanfaatan Bunga Telang ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan program KKN Tematik STAIM Blora XXVI yang berlokasi di Desa Mulyorejo. Kegiatan ini menjadi sarana yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan secara nyata berbagai teori, ilmu pengetahuan, serta keterampilan yang telah mereka dapatkan selama di bangku perkuliahan. Pada saat yang bersamaan, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari potensi alam, karakter, serta kebutuhan nyata masyarakat desa.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik STAIM Blora XXVI menaruh harapan besar agar gerakan pemanfaatan bunga telang dapat terus dikembangkan dan dilestarikan oleh masyarakat Desa Mulyorejo secara berkesinambungan. Tidak hanya berhenti pada momentum pelatihan semata, inovasi produk yang telah diajarkan diharapkan mampu menjadi langkah awal menuju terciptanya berbagai kegiatan produktif di tengah masyarakat.
Langkah produktif ini ditujukan untuk mendukung tumbuhnya kreativitas, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekitar, serta memicu peningkatan potensi ekonomi warga secara menyeluruh. Dengan berlandaskan semangat “Dari Desa untuk Negeri”, kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa proses pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dan digerakkan dari hal-hal yang sangat sederhana di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bunga telang, pengolahan limbah minyak jelantah, dan penciptaan inovasi produk pangan diharapkan mampu membukakan jalan serta peluang-peluang baru bagi seluruh masyarakat Desa Mulyorejo untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkembang menuju kemandirian.

0Comments