Kompetisi Sains Nasional selalu menjadi panggung bagi pelajar terbaik di Indonesia untuk unjuk gigi. Tahun ini, kabar membanggakan datang dari Kabupaten Blora. Attala Fawwazakki, seorang siswa kelas VIII dari SMP At-Tajdid Cepu, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan lolos ke Tahap II Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K) jenjang SMP/MTs Tahun 2026.
Ajang bergengsi yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional ini telah melaksanakan seleksi ketat pada 11 Juni 2026. Setelah dinantikan, hasil seleksi Tahap II akhirnya diumumkan secara resmi pada 10 Juli 2026 lalu, yang memastikan posisi Attala di jajaran peserta terbaik.
Capaian ini menjadi bukti bahwa perpaduan antara kerja keras siswa, dukungan penuh orang tua, dan sistem pembinaan sekolah yang terarah mampu melahirkan prestasi yang kompetitif di tingkat daerah maupun nasional.
Tantangan Membagi Waktu dan Konsistensi Belajar
Menembus kompetisi sekelas OSN tentu tidak terjadi dalam semalam. Keberhasilan Attala merupakan buah dari proses persiapan panjang yang menguras energi dan konsentrasi.
Bagi Attala, tantangan terbesar selama masa persiapan adalah manajemen waktu. Ia harus pandai membagi fokus antara kewajiban belajar reguler di kelas dengan jadwal pembinaan intensif olimpiade. Namun, lewat kedisiplinan yang tinggi, tantangan tersebut berhasil ia lalui dengan sangat baik.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat lolos Tahap II OSN-K. Selama persiapan saya banyak belajar, mengerjakan latihan soal, dan terus berusaha memperbaiki kekurangan. Terima kasih kepada guru pembimbing, orang tua, dan sekolah yang selalu memberikan dukungan," ujar Attala.
Pendampingan Intensif dan Peran Guru Pembimbing
Di balik siswa yang berprestasi, selalu ada guru hebat yang mengarahkan. Prestasi Attala ini tidak lepas dari sentuhan dingin Arista, guru pembimbing yang secara konsisten mengawal proses belajar Attala dari awal.
Melalui program pembinaan berkala, Arista tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan kemampuan analitis Attala dalam memecahkan soal-soal rumit.
"Attala adalah siswa yang memiliki semangat belajar tinggi dan tidak mudah menyerah saat menghadapi soal-soal yang menantang. Keberhasilan ini adalah hasil dari proses belajar yang konsisten. Semoga ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan menginspirasi siswa lainnya," ungkap Arista dengan bangga.
Komitmen Sekolah Mencetak Generasi Unggul
Apresiasi tinggi juga datang langsung dari pihak manajemen sekolah. Keberhasilan ini dinilai memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang kompetitif di wilayah Blora dan sekitarnya.
"Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi sekolah. Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang terarah dan semangat belajar yang tinggi, siswa kita mampu bersaing di kompetisi akademik formal. Kami berharap keberhasilan Attala menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk tidak takut menggali potensi diri," tegas Firman, Kepala SMP At-Tajdid Cepu.
Sebagai bagian dari Pondok Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Blora, sekolah ini memang berkomitmen penuh dalam membentuk generasi yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan. Guna mendukung ekosistem prestasi tersebut, sekolah terus mengembangkan berbagai program unggulan, seperti International Class Program (ICP), Trilingual Class, dan Program Bimbingan Kejuaraan.
Lewat keberhasilan Attala di OSN-K 2026 ini, SMP At-Tajdid Cepu berharap dapat memicu gelombang prestasi-prestasi baru dari siswa lainnya, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga kancah nasional.
Kontributor: Alif Firmansyah
0Comments