Megalrejo, 14 Juli 2026 – Musholla Ranting Muhammadiyah Megalrejo kembali menggelar kajian rutin bulanan yang diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Pada kesempatan tersebut, Ustadz Bambang Supriyono menyampaikan tausiyah bertema "Investasi Akhirat", mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan bekal terbaik sebagai tabungan kehidupan setelah kematian.
Dalam pembukaannya, beliau mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Kahfi bahwa siapa pun yang berharap bertemu dengan Allah hendaknya memperbanyak amal saleh. Harapan untuk memperoleh ridha Allah harus diwujudkan melalui ibadah, akhlak yang baik, serta berbagai amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena-Nya.
Untuk memperkuat pemahaman tentang pentingnya investasi akhirat, Ustadz Bambang menyampaikan beberapa kisah penuh hikmah.
Kisah pertama adalah tentang seorang tukang sapu Masjid Nabawi. Suatu ketika Rasulullah ﷺ tidak lagi melihat sosok tersebut di masjid. Setelah bertanya kepada para sahabat, beliau mengetahui bahwa orang tersebut telah meninggal dunia. Rasulullah kemudian mendatangi makamnya dan menyalatkan jenazahnya seraya bersabda bahwa kuburan itu sebelumnya gelap gulita, kemudian Allah meneranginya melalui doa dan salat beliau. Dari kisah ini, jamaah diajak untuk tidak meremehkan amal apa pun serta berusaha menghadiri dan menyalatkan jenazah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama muslim.
Kisah kedua mengingatkan bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia, tidak ada lagi kesempatan untuk menambah amal. Al-Qur'an mengisahkan penyesalan seorang hamba yang memohon agar diberi kesempatan kembali ke dunia walaupun hanya sebentar, agar dapat bersedekah dan menjadi orang yang saleh. Penyesalan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan beramal hanya ada selama manusia masih hidup. Karena itu, selagi Allah masih memberikan umur, hendaknya setiap muslim memperbanyak sedekah, ibadah, dan amal saleh.
Selanjutnya, beliau menyampaikan kabar gembira tentang keadaan orang beriman di alam kubur. Disebutkan bahwa seseorang akan didatangi sosok yang tampan, harum baunya, dan indah pakaiannya. Sosok tersebut membawa kabar kebahagiaan dan ternyata merupakan perwujudan dari amal saleh yang selama hidup dikumpulkan di dunia. Amal itulah yang akan menjadi teman setia dan penolong manusia ketika telah meninggalkan kehidupan dunia.
Melalui tiga kisah tersebut, Ustadz Bambang mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan setiap amal saleh sebagai investasi terbaik. Harta, jabatan, dan berbagai kenikmatan dunia akan ditinggalkan, sedangkan amal salehlah yang akan menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.
Selain memperbanyak ibadah dan sedekah, beliau juga menyampaikan pentingnya membangun keberkahan hidup melalui apa yang disebut sebagai "Triangle Miracle", yaitu tiga hubungan yang perlu dijaga dengan sebaik-baiknya, meliputi:
- Menggapai ridha kedua orang tua.
- Membahagiakan pasangan hidup (suami atau istri).
- Menyayangi dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang.
Ketiga hal tersebut merupakan ladang amal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi jalan memperoleh keberkahan serta pahala yang terus mengalir apabila dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Kajian rutin bulanan ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat memanen hasilnya. Oleh karena itu, setiap kesempatan untuk berbuat baik hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai investasi yang nilainya kekal di sisi Allah SWT.
Semoga melalui kajian ini, seluruh jamaah semakin termotivasi untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan keluarga, serta menjadikan setiap aktivitas yang diridhai Allah sebagai tabungan terbaik menuju kehidupan akhirat.




0Comments