Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Balun Srikaton mendapatkan predikat "hijau" dalam tata kelola organisasi tingkat akar rumput.
Pengumuman menggembirakan ini mengemuka dalam acara pengajian rutin di Masjid TK ABA 1 Balun Srikaton Gang 1, Cepu, Blora, Jawa Tengah. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu, Ustadz H. Mokh. Fathoni, MM., menyampaikan langsung apresiasi tersebut di hadapan jamaah.
Di sela-sela tausiah, Ustadz Fathoni memberikan apresiasi kepada pengurus dan jamaah kajian rutin PRM Balun Srikaton. Pencapaian kualifikasi Status Hijau membuktikan bahwa roda organisasi di tingkat paling bawah bergerak optimal. Gerakan dakwah Islam di wilayah ini juga berkembang secara konsisten dari waktu ke waktu.
"Bapak Ibu, Balun Srikaton itu sebagaimana disampaikan bulan yang lalu, dipilih untuk menjadi ranting yang hijau. Statusnya hijau, berarti ada yang merah, kuning, dan hijau. Ranting ini berstatus hijau karena pengajiannya berjalan baik dan jemaahnya aktif," ujar Ustadz H. Mokh. Fathoni, MM. Beliau menambahkan bahwa status ini menjadi bukti nyata komitmen warga persyarikatan dalam merawat keimanan secara kolektif.
Indikator Keberhasilan Ranting Sehat dan Aktif
Salah satu indikator utama yang paling menentukan adalah konsistensi dalam menggelar forum edukasi keagamaan secara rutin. PRM Balun Srikaton dinilai berhasil melewati ujian konsistensi tersebut dengan baik. Pengajian di lingkungan ranting ini mampu berjalan stabil berkat kerja sama yang apik dari seluruh elemen jemaah.
Ustadz Fathoni menekankan bahwa merawat konsistensi sebuah pengajian bukanlah pekerjaan yang mudah di era modern. Hal ini membutuhkan loyalitas tinggi, pengorbanan waktu yang besar dari segenap pengurus, serta kesadaran mandiri dari kaum muslimin.
"Memang salah satu persyaratan untuk bisa menghidupkan persyarikatan itu adalah pengajian rutin, bahkan kalau bisa seminggu sekali meskipun awalnya terasa berat," ujar Ustadz H. Mokh. Fathoni, MM.
Melalui pengajian rutin, jemaah tidak sekadar berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari para asatiz. Forum ini juga berfungsi efektif sebagai ruang konsolidasi organisasi, tempat silaturahmi berkala, serta wadah pemecahan masalah sosial warga sekitar. Konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama gerakan Muhammadiyah agar tidak mengalami mati suri di tingkat basis.
Sinergi Pengelolaan
Selain keaktifan jemaah dalam pengajian, pengelolaan aset wakaf umat menjadi pilar penting pendukung kejayaan PRM Balun Srikaton. Di lingkungan ranting ini, berbagai aset produktif seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Taman Kanak-Kanak (TK) ABA, serta fasilitas musholla dikelola secara profesional serta turut serta aktif dalam mengikuti kajian rutin di tingkat Ranting.
Sinergi yang kokoh antara institusi pendidikan, pengurus ranting, dan pengelola masjid-musholla berhasil melahirkan ekosistem dakwah yang sinergis. Hal ini selaras dengan jargon populer persyarikatan: "Ranting itu Penting, Cabang harus Berkembang, dan Masjid harus Makmur Memakmurkan". Fungsi tempat ibadah dioptimalkan untuk mendidik karakter generasi muda sekaligus mendorong kesejahteraan umat.
0Comments