BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kiprah PPMM At-Tajdid Blora di OMI 2026: Gemilang di Tingkat Kabupaten, Siap Unjuk Gigi di Jawa Tengah

Kiprah PPMM At-Tajdid Blora di OMI 2026: Gemilang di Tingkat Kabupaten, Siap Unjuk Gigi di Jawa Tengah

Siswa SMP & SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora raih juara OMI 2026 tingkat kabupaten dan siap maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Table of contents
×
Abdan Zharif Sholihin dan Qamraa Fachraya Eshalia siswa PPMM At-Tajdid Blora raih juara OMI 2026
Dua siswa Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora, Abdan Zharif Sholihin (SMP) dan Qamraa Fachraya Eshalia (SMA), sukses meraih posisi teratas pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Blora dan melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dunia pendidikan di Kabupaten Blora kembali diwarnai oleh catatan prestasi luar biasa yang ditorehkan oleh Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Dalam perhelatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Blora, lembaga pendidikan terpadu yang menaungi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini sukses menunjukkan keunggulannya di gelanggang kompetisi akademik. Dua peserta didik terbaiknya berhasil menyabet posisi teratas dan mengamankan langkah menuju pertarungan sengit di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Capaian manis tersebut disumbangkan oleh Abdan Zharif Sholihin, siswa kelas IX SMP At-Tajdid Muhammadiyah Blora, yang berhasil meraih Juara 3 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terintegrasi. Dan tidak ketinggalan, pada jenjang sekolah menengah atas, Qamraa Fachraya Eshalia, siswi kelas X SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora, tampil mengesankan dengan menyabet Juara 2 pada bidang Matematika.

Keberhasilan dua generasi muda ini menjadi penanda penting bahwa proses pendidikan, pembinaan, serta budaya belajar yang dibangun di Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora mampu membuahkan hasil yang konkret. Keikutsertaan mereka dalam OMI 2026 bukan sekadar panggung perlombaan biasa, melainkan arena pembuktian atas kapasitas intelektual, ketangguhan mental, serta efektivitas sistem pendampingan yang diterapkan oleh para pendidik secara konsisten.

Dinamika Kompetisi OMI 2026

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 merupakan helatan tahunan bergengsi yang diselenggarakan secara resmi di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Ajang ini dirancang khusus untuk menjaring bibit-bibit unggul di bidang sains dan pengetahuan terintegrasi. Kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan materi secara akademik, tetapi juga mengaitkannya dengan nilai-nilai keislaman serta wawasan kebangsaan secara komprehensif.

Untuk tingkat Kabupaten Blora, rangkaian kompetisi OMI 2026 telah dilaksanakan pada 8 September 2026 bertempat di MAN Blora. Suasana kompetisi berlangsung ketat dan penuh dinamika, mengingat puluhan peserta didik terbaik dari pelbagai sekolah dan madrasah se-Kabupaten Blora turut menerjunkan perwakilan terbaik mereka. Setelah melalui proses penilaian dan penyaringan ketat oleh tim juri, pengumuman hasil resmi secara formal dipublikasikan pada 12 September 2026.

Berdasarkan pengumuman resmi tersebut, nama Abdan Zharif Sholihin dan Qamraa Fachraya Eshalia terdapat dalam posisi tiga besar di tingkat kabupaten, yang secara otomatis mengantarkan keduanya menjadi wakil resmi Kabupaten Blora untuk bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Menariknya, keikutsertaan PPMM At-Tajdid Blora tidak hanya terbatas pada dua cabang kompetisi tersebut. Pada jenjang SMP, sekolah juga menerjunkan para pelajar terbaiknya untuk bertarung di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terintegrasi. Walaupun pada kategori IPA Terintegrasi kontingen sekolah belum berhasil menembus posisi tiga besar, partisipasi aktif ini dipandang sebagai pengalaman berharga yang melengkapi fondasi pembelajaran serta pematangan mental bertanding bagi para siswa di masa mendatang.

Perjuangan Abdan Zharif Sholihin: Mengasah Naluri dan Analisis IPS Terintegrasi

Keberhasilan Abdan Zharif Sholihin menembus tiga besar kompetisi IPS Terintegrasi tingkat kabupaten menjadi salah satu catatan sejarah tersendiri bagi SMP At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Bidang IPS Terintegrasi dalam OMI bukanlah mata pelajaran yang mudah diuji. Kategori ini menuntut pemahaman lintas disiplin yang luas, mulai dari sosiologi, geografi, sejarah, hingga ilmu ekonomi, yang kemudian dipadukan secara harmonis dengan konsep-konsep keislaman dan analisis kasus kekinian.

Untuk menghadapi tantangan kompleks tersebut, Abdan menjalani rangkaian proses pembinaan intensif selama kurang lebih satu bulan di bawah bimbingan guru pendamping, Linda A. Di tengah padatnya kurikulum sekolah reguler serta program keagamaan yang ketat, Abdan harus mampu membagi fokus dan mengatur ritme belajarnya secara presisi.

Metode pembinaan yang diterapkan mencakup pengerjaan variasi soal-soal tingkat tinggi (higher-order thinking skills / HOTS), diskusi interaktif mengenai materi-materi krusial, hingga evaluasi berkala untuk memetakan kekuatan serta area yang masih membutuhkan perbaikan. Kedisiplinan Abdan dalam mengeksekusi setiap tahapan pembinaan ini menjadi kunci utama keberhasilannya menembus ketatnya persaingan di MAN Blora.

Linda A., selaku pembimbing, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama proses penggodokan tersebut. 

"Abdan menunjukkan semangat belajar yang sangat tinggi dan kemauan yang kuat untuk terus memperbaiki diri selama proses pembinaan. Juara 3 ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan konsistensi yang ia tunjukkan setiap hari. Pengalaman di tingkat kabupaten ini diharapkan dapat menjadi bekal yang sangat berharga agar ia bisa tampil lebih matang dan optimal di tingkat Provinsi Jawa Tengah," ungkap Linda.

Rasa syukur dan haru juga terpancar dari Abdan Zharif Sholihin seusai menerima kepastian hasil seleksi. Ia mengakui bahwa perjalanan menuju mimbar juara tidaklah mudah, terutama dalam hal menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik sehari-hari dan porsi latihan olimpiade.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas capaian Juara 3 ini dan kesempatan untuk melangkah ke tingkat provinsi. Jadwal persiapan yang cukup padat mengajarkan saya arti penting disiplin dan tata kelola waktu. Keberhasilan ini membuat saya semakin termotivasi untuk belajar lebih keras, memperdalam materi, dan memberikan performa terbaik pada tahap berikutnya di tingkat provinsi," ujar Abdan penuh optimisme.

Kepala SMP At-Tajdid Muhammadiyah Blora, Firman, menegaskan bahwa pencapaian Abdan merupakan bukti nyata bahwa iklim belajar yang suportif di sekolah mampu melahirkan prestasi berkelas. 

"Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Abdan. Bisa lolos ke tingkat provinsi adalah sebuah prestasi yang sangat berarti bagi seluruh keluarga besar SMP At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Semoga capaian ini menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa lainnya untuk berani melangkah, menguji kemampuan, dan berprestasi di berbagai ajang kompetisi," tutur Firman.

Langkah Qamraa Fachraya Eshalia: Menaklukkan Abstraksi dan Logika Matematika

Di sisi lain, kebanggaan Perguruan At-Tajdid kian lengkap dengan torehan gemilang dari jenjang SMA. Qamraa Fachraya Eshalia, siswi kelas X SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora, berhasil menapak tangga juara dengan meraih Juara 2 pada bidang Matematika OMI 2026 tingkat Kabupaten Blora.

Matematika senantiasa menjadi salah satu bidang perlombaan yang paling menantang dan bergengsi. Persaingan di jenjang SMA menuntut kedalaman berpikir abstrak, ketajaman logika, ketelitian hitungan, serta pemahaman teori yang luas. Qamraa berhasil membuktikan bahwa dengan pendekatan belajar yang terstruktur dan mentalitas yang pantang menyerah, tantangan serumit apa pun dapat diurai dengan baik.

Perjalanan Qamraa menuju posisi runner-up kabupaten ini ditempuh melalui program penggemblengan intensif selama satu bulan bersama guru pembimbingnya, Nurhasan. Pendampingan ini tidak sekadar berfokus pada pengerjaan rumus, melainkan pada pemahaman mendasar mengenai konsep-konsep matematika modern, pemecahan masalah kompleks, serta simulasi pengerjaan soal dalam kondisi bertekanan waktu.

Tantangan utama yang dihadapi Qamraa selama masa persiapan adalah konsistensi dalam menjaga energi dan motivasi belajar. Sebagai siswi SMA, dinamika kegiatan sekolah, tugas-tugas terstruktur, serta agenda ekstrakurikuler menuntut manajemen waktu yang sangat prima. Namun, komitmen tinggi yang dimiliki Qamraa membuatnya mampu melewati setiap tahap latihan tanpa mengorbankan kewajiban utamanya sebagai pelajar.

Guru pembimbing Matematika SMA At-Tajdid, Nurhasan, menekankan bahwa fokus utama pembinaan yang dilakukannya adalah membentuk pola pikir pembelajar sejati dan rasa percaya diri yang kokoh. 

"Proses pembinaan yang kami jalani bukan semata-mata diorientasikan pada raihan piala atau peringkat, melainkan pada pembentukan ketekunan, daya tahan mental, dan kepercayaan diri siswa. Qamraa menunjukkan ketekunan dan kemauan belajar yang sangat luar biasa. Juara 2 ini adalah buah dari kesungguhan proses yang ia jalani. Semoga keberhasilan ini semakin memperkuat rasa percaya dirinya dalam menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat Provinsi Jawa Tengah," terang Nurhasan.

Senada dengan sang guru, Qamraa Fachraya Eshalia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian yang berhasil ia raih. Bagi Qamraa, pengalaman mengikuti bimbingan intensif dan berkompetisi di tingkat kabupaten telah membentuk karakter dirinya menjadi lebih dewasa dan tangguh.

"Saya sangat bersyukur dan bahagia bisa meraih Juara 2 sekaligus mengamankan tiket ke tingkat provinsi. Selama proses persiapan, saya belajar banyak hal, terutama bagaimana cara mengatur waktu secara efektif dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi soal-soal yang rumit. Raihan ini menjadi lecutan semangat bagi saya untuk belajar lebih giat lagi agar bisa mempersembahkan hasil terbaik untuk sekolah dan Kabupaten Blora di tingkat provinsi nanti," kata Qamraa.

Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Kepala SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora, M. Guntur. Ia menyatakan bahwa prestasi yang diraih Qamraa merupakan refleksi dari efektivitas sistem pembinaan yang berkelanjutan di sekolah. 

"Pencapaian Qamraa adalah kebanggaan besar bagi SMA At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Hal yang tak kalah penting dari raihan piala ini adalah pembuktian bahwa pembinaan yang konsisten, terarah, dan dilakukan penuh kedisiplinan dapat membukakan jalan bagi siswa untuk mengaktualisasikan potensi terbaiknya. Kami berharap capaian Qamraa dapat menularkan energi positif dan menginspirasi seluruh siswa lainnya untuk tidak ragu mengejar mimpi dan berprestasi," ungkap M. Guntur.

Sinergi Kedisiplinan, Manajemen Waktu, dan Mentalitas Juara

Raihan prestasi Abdan Zharif Sholihin di tingkat SMP dan Qamraa Fachraya Eshalia di tingkat SMA bukanlah sebuah kebetulan yang hadir tanpa fondasi. Jika ditelaah secara mendalam, keberhasilan Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora dalam OMI 2026 merupakan hasil dari formulasi pembinaan yang dirancang secara cermat, terstruktur, dan berkesinambungan.

Salah satu pilar utama dari kesuksesan ini adalah keberadaan Program Bimbingan Kejuaraan. Program khusus ini difungsikan sebagai wadah inkubasi bagi para peserta didik yang memiliki bakat, minat, dan potensi menonjol di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengayaan materi di luar kurikulum reguler, tetapi juga bimbingan intensif dari para pendidik yang kompeten di bidangnya.

Dalam konteks persiapan OMI 2026, durasi pembinaan intensif selama satu bulan dimaksimalkan untuk mengasah dua aspek utama: kapasitas kognitif dan ketahanan psikologis.

Secara kognitif, peserta didik dibiasakan untuk berhadapan dengan soal-soal tingkat lanjut yang membutuhkan pemikiran kritis dan analitis. Diskusi mendalam antara guru dan murid membuka ruang dialog yang hidup, sehingga siswa tidak hanya tahu jawaban yang benar, tetapi juga memahami logika dasar di balik setiap penyelesaian masalah.

Sementara dari sisi psikologis, tantangan terbesar para siswa adalah bagaimana mengelola stres dan kelelahan akibat himpitan jadwal yang padat. Di sinilah peran penting pembimbing sebagai mentor dan fasilitator. Pembimbing tidak hanya bertindak sebagai pengajar materi, tetapi juga sebagai pendengar yang baik, memberikan motivasi, serta membantu siswa menyusun jadwal harian yang seimbang antara belajar, beribadah, dan beristirahat.

Prinsip pembinaan ini juga diterapkan kepada tim yang berlaga di bidang IPA Terintegrasi SMP At-Tajdid. Kendati belum beruntung menembus tiga besar pada OMI 2026 kali ini, keikutsertaan mereka dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem pembelajaran yang sehat. Perguruan At-Tajdid meyakini bahwa proses belajar yang berkualitas mengagungkan keberanian untuk mencoba dan mengevaluasi kegagalan sebagai bahan bakar untuk lompatan yang lebih tinggi di masa depan.

Ekosistem Pendidikan At-Tajdid: Sinergi Pembelajaran Global dan Nilai Pesantren

Keberhasilan melahirkan pelajar-pelajar berprestasi di tingkat kabupaten dan provinsi tidak lepas dari rancangan ekosistem pendidikan holistik yang diterapkan di Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora. Sekolah ini berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan pendidikan bermutu tinggi yang memadukan keunggulan akademik, penguasaan bahasa internasional, serta penguatan karakter Islami yang kokoh.

Untuk mewujudkan visi tersebut, At-Tajdid Muhammadiyah Blora mengembangkan pelbagai program unggulan yang saling menopang satu sama lain:

  • International Class Program (ICP): Program ini dirancang untuk membekali peserta didik dengan kurikulum bertaraf internasional, wawasan global, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman.
  • Trilingual Class: Melalui program kelas tiga bahasa ini, para siswa dibiasakan dan dilatih secara aktif untuk menguasai tiga bahasa utama, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Penguasaan bahasa ini menjadi modal krusial bagi siswa dalam mengakses literatur-literatur sains modern sekaligus sumber-sumber keilmuan Islam klasik.
  • Islamic Boarding School: Keberadaan sistem pesantren terpadu memastikan bahwa pengembangan intelektual siswa berjalan seiring dengan pembentukan akhlak mulia, kedisiplinan ibadah, serta kemandirian hidup. Lingkungan boarding school memberikan suasana yang kondusif bagi siswa untuk fokus belajar dan membina persaudaraan yang erat.
  • Program Bimbingan Kejuaraan: Seperti yang telah terbukti pada ajang OMI 2026, program ini menjadi sarana akselerasi bagi para siswa bertalenta untuk melatih kemampuan bertanding dan mengukir prestasi di berbagai ajang perlombaan lokal, nasional, hingga internasional.

Sinergi antara program-program unggulan tersebut menciptakan iklim pendidikan yang dinamis. Para siswa tidak hanya dituntut untuk cerdas secara intelektual, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang bertakwa, berkarakter Islami, bermoral teguh, serta siap bersaing di tingkat global.

Menatap Gelanggang Provinsi Jawa Tengah: Misi Kebanggaan dan Harapan Masa Depan

Kini, fokus utama Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora tertuju pada laga selanjutnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kelolosan Abdan Zharif Sholihin dan Qamraa Fachraya Eshalia membawa misi besar, tidak hanya untuk mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Blora di kancah regional.

Menghadapi pertarungan di tingkat provinsi, pihak sekolah bersama tim pembimbing telah menyiapkan strategi pemantapan materi dan penguatan mental bertanding. Evaluasi atas hasil pengerjaan soal di tingkat kabupaten dijadikan bahan acuan utama untuk menutup celah-celah kelemahan dan memperdalam materi yang diperkirakan akan muncul pada tahapan tingkat provinsi kelak.

Dukungan penuh mengalir deras dari mulai dari jajaran pimpinan sekolah, para guru, rekan-rekan sesama pelajar, hingga orang tua siswa. Keberhasilan Abdan dan Qamraa diharapkan menjadi lokomotif pendorong yang membangkitkan kebanggaan kolektif serta menyalakan semangat berkompetisi di lingkungan Perguruan At-Tajdid Muhammadiyah Blora.

Dengan persiapan yang matang, doa yang terus dipanjatkan, serta semangat pantang menyerah, Abdan Zharif Sholihin dan Qamraa Fachraya Eshalia siap melangkah mantap menuju gelanggang OMI 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Perjalanan ini menjadi bukti nyata bahwa kesungguhan proses, konsistensi pembinaan, dan komitmen pada nilai-nilai kebaikan akan selalu membuahkan hasil yang manis dan membanggakan.


Kontributor: Alif Firmansyah

0Comments