BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Baitul Arqam PCM Cepu Bekali Peserta dengan Arah Kebijakan dan Prioritas Program Muhammadiyah Jawa Tengah

Baitul Arqam PCM Cepu Bekali Peserta dengan Arah Kebijakan dan Prioritas Program Muhammadiyah Jawa Tengah

Table of contents
×

Cepu, 25 Juli 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu mengawali rangkaian kegiatan Baitul Arqam dengan penyampaian materi pertama yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) di Aula SMK Muhammadiyah Cepu. Materi disampaikan oleh Ust. Muhammad Saifuddin, M.Pd.I. yang mengangkat tema "Arah Kebijakan dan Prioritas Program Muhammadiyah Jawa Tengah."

Dalam pemaparannya, Ust. Muhammad Saifuddin menegaskan bahwa seluruh pimpinan Muhammadiyah di setiap tingkatan harus memiliki pemahaman yang sama terhadap arah gerak Persyarikatan sehingga program yang dijalankan dapat berjalan secara terukur, sistematis, dan selaras dengan kebijakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah.

Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah Jawa Tengah memiliki target besar pada tahun 2027, yaitu mewujudkan 12.000 Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) aktif sebagai bagian dari penguatan dakwah Persyarikatan. Target tersebut dibangun melalui strategi besar 3J, yaitu Jama'ah, Jam'iyah, dan Jariyah.

Pada aspek Jama'ah, Muhammadiyah diarahkan untuk memperkuat dan memperluas pembinaan jamaah melalui optimalisasi masjid, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta penguatan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM). Sementara pada aspek Jam'iyah, organisasi didorong menjadi semakin maju, profesional, dan modern melalui penguatan sumber daya manusia, sistem organisasi, jaringan, serta kemandirian keuangan. Adapun aspek Jariyah difokuskan pada pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi agar semakin unggul dan berdaya saing.

Selain menjelaskan strategi 3J, narasumber juga memaparkan delapan program prioritas Muhammadiyah Jawa Tengah, yaitu peneguhan paham Islam dan ideologi Muhammadiyah, penyebarluasan Risalah Islam Berkemajuan, penguatan dakwah akar rumput, dakwah milenial dan digital, kaderisasi dan diaspora kader, reformasi organisasi menuju Muhammadiyah yang Maju, Profesional, dan Modern (MPM), pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah serta ekonomi, dan internasionalisasi gerakan Muhammadiyah.

Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi tolok ukur keberhasilan PDM, PCM, dan PRM. Indikator tersebut meliputi penguatan pengajian rutin, keberadaan kantor yang representatif, pengembangan masjid unggulan, pembentukan Korps Mubaligh Muhammadiyah, kaderisasi, penguatan LAZISMU, digitalisasi administrasi melalui sistem SatuMu, hingga pengelolaan media informasi yang aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Ust. Muhammad Saifuddin memberikan motivasi agar seluruh peserta Baitul Arqam mampu menjadi penggerak organisasi yang tidak hanya memahami ideologi Muhammadiyah, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan Persyarikatan ke dalam program nyata yang memberi manfaat bagi umat. Beliau menekankan bahwa keberhasilan Muhammadiyah tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kualitas tata kelola organisasi, kekuatan dakwah, pertumbuhan kader, serta kemajuan amal usaha yang berkelanjutan.

Melalui materi ini, peserta Baitul Arqam diharapkan semakin memahami arah pembangunan Muhammadiyah Jawa Tengah serta mampu berkontribusi aktif dalam mewujudkan PCM, PRM, masjid, dan Amal Usaha Muhammadiyah yang unggul, profesional, inovatif, dan berkemajuan sesuai dengan visi besar Persyarikatan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan seksama serta berdialog secara aktif mengenai strategi penguatan organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Materi ini menjadi bekal penting bagi kader Persyarikatan untuk terus mengembangkan dakwah Islam Berkemajuan yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat pelayanan Muhammadiyah kepada masyarakat.

0Comments