BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Prioritas Rukun Haji dan Tips Sehat dari KBIHU Muhammadiyah Cepu

Prioritas Rukun Haji dan Tips Sehat dari KBIHU Muhammadiyah Cepu

Table of contents
×
Suhu ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah haji, terutama bagi mereka yang telah memasuki usia senja. Menanggapi hal tersebut, KBIHU Muhammadiyah Cepu membagikan panduan taktis bagi jemaah lansia agar tetap sehat dan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian rukun haji dengan sempurna.

Kunci utama kebugaran jemaah terletak pada kedisiplinan menjaga asupan energi. Mengingat haji adalah ibadah fisik yang berat, jemaah dilarang melewatkan waktu makan. Pola makan teratur menjadi pondasi agar stamina tetap prima sampai puncak prosesi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Strategi Prioritas Ibadah dan Menjaga Fisik
Selain nutrisi, strategi dalam memilih aktivitas ibadah juga sangat krusial. Jemaah, khususnya yang berusia di atas 75 tahun, disarankan untuk memprioritaskan rukun dan wajib haji saja. Membatasi aktivitas sunnah yang berlebihan sebelum hari puncak haji sangat dianjurkan untuk menghemat cadangan energi.

"Tips bagi jemaah terutama lansia agar tetap bugar adalah memastikan makan tiga kali sehari. Selain itu, dahulukan rukun dan wajib haji dulu dengan tidak banyak mengerjakan aktivitas lainnya sebelum puncak haji Arafah," tegas Sekretaris KBIHU Muhammadiyah Cepu, Moh. Al Amin, S. Kom., M. Pd. I.

Ia juga menambahkan pentingnya perlindungan diri dari sengatan matahari. Jemaah diimbau untuk tetap berada di hotel saat cuaca panas menyengat. "Jika memang harus keluar, wajib membawa alat pelindung seperti payung dan topi, serta selalu banyak minum air untuk mencegah dehidrasi," tambahnya.

Etika Sebagai 'Tamu Allah'
Di luar persiapan fisik, kesiapan mental dan spiritual menjadi penentu kemabruran haji. Jemaah diingatkan bahwa mereka adalah tamu di rumah Allah, sehingga menjaga adab dan perilaku kepada sesama jemaah maupun otoritas setempat adalah kewajiban moral yang utama.

"Harus sopan dan baik di rumah Allah, serta mematuhi aturan dari tuan rumah pemerintah Arab Saudi. Selalu berkhusnudzan (berbaik sangka) kepada Allah dan kepada semuanya. Dengan khusnudzan, maka ibadah haji lebih tenang, nyaman, dan khusyuk," pesan Moh. Al Amin.

Pihak KBIHU juga menaruh harapan besar pada kualitas pelayanan tahun ini yang kini berada di bawah koordinasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhajum). Transisi ini diharapkan membawa standar pelayanan yang lebih memuaskan, sehingga jemaah dapat fokus beribadah tanpa terkendala urusan teknis yang mengganggu kenyamanan.

0Comments