CEPU – KBIHU Muhammadiyah Cepu melakukan langkah serius dalam mempersiapkan calon jemaah haji menuju musim haji 2026. Tidak tanggung-tanggung, lembaga ini menerapkan kurikulum manasik yang intensif sebanyak 17 kali pertemuan guna memastikan jemaah memiliki bekal ilmu yang matang.
Strategi utama yang diusung adalah penggunaan tenaga pengajar atau mentor yang "segar". KBIHU menghadirkan para alumni haji tahun 2023 hingga 2025 sebagai instruktur. Hal ini dilakukan agar pengalaman dan kendala lapangan yang dibagikan kepada jemaah bersifat paling baru (up-to-date) sesuai dinamika di Arab Saudi.
Kurikulum Intensif dan Simulasi Berjenjang
Proses belajar mengajar dipusatkan di Aula RS PKU Muhammadiyah Cepu. Namun, untuk praktik lapangan, jemaah menjalani simulasi di lokasi yang berpindah-pindah. Mulai dari simulasi Thawaf dan Sai di halaman SMA Muhammadiyah Cepu, hingga praktik puncak di Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk merasakan atmosfer hotel dan akomodasi sebenarnya.
"Untuk memastikan jemaah paham regulasi terbaru, kami menghadirkan pengajar yang baru selesai haji tahun terakhir sehingga ilmu dan pengalamannya terbarukan. Kami juga mensosialisasikan aturan-aturan terbaru dari Kemenhajum," ujar Sekretaris KBIHU Muhammadiyah Cepu, Moh. Al Amin, S. Kom., M. Pd. I.
Program manasik ini tidak hanya diikuti oleh jemaah yang berangkat tahun 2026, tetapi juga calon jemaah untuk keberangkatan tahun-tahun berikutnya. Langkah ini diambil agar pemahaman jemaah terhadap rukun dan wajib haji semakin mengakar sebelum waktu keberangkatan tiba.
Dukungan Operasional yang Meringankan Jemaah
Salah satu keunggulan manasik di KBIHU Muhammadiyah Cepu adalah adanya subsidi biaya operasional. Meski ada biaya mandiri untuk akomodasi saat praktik di luar kota, pihak pengurus memberikan bantuan untuk menekan beban pengeluaran jemaah selama masa persiapan.
"Jemaah tidak ditarik biaya selama manasik, kecuali biaya mandiri pelaksanaan praktik manasik di Blora dan di Donohudan. Untuk transportasi bus besar saat praktik manasik, dibantu oleh Bapak H. Sulistya selaku pengurus KBIHU Muhammadiyah Cepu," jelas Moh. Al Amin.
Dukungan ini memungkinkan jemaah fokus pada penguasaan materi tanpa terbebani biaya transportasi yang besar. Dengan kombinasi pengajar yang kompeten dan fasilitas yang memadai, KBIHU berharap jemaah asal Cepu dan sekitarnya menjadi jemaah yang mandiri dan percaya diri saat menjalani ibadah di Tanah Suci nantinya.
0Comments