Semarang — Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan pentingnya transformasi digital dalam tubuh Muhammadiyah untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya dalam sesi materi bertajuk Tantangan dan Strategi Transformasi Digital Muhammadiyah pada kegiatan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Semarang.
Menurut Anam, Muhammadiyah perlu melakukan transformasi dalam tiga aspek utama, yaitu transformasi digital, transformasi sumber daya manusia, dan transformasi informasi. Dalam konteks ini, MPI memiliki peran strategis sebagai mediator informasi digital di lingkungan persyarikatan.
Ia menjelaskan bahwa MPI juga berperan mendukung berbagai program prioritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, terutama yang berkaitan dengan reformasi organisasi, digitalisasi sistem organisasi, serta penguatan tata kelola yang profesional, maju, dan modern.
Salah satu program penting yang tengah dikembangkan adalah Muhammadiyah Satu Data, yakni integrasi data organisasi secara digital agar pengelolaan informasi di lingkungan Muhammadiyah dapat lebih terstruktur dan terhubung.
Tantangan di Era Digital
Anam menjelaskan bahwa Muhammadiyah menghadapi sejumlah tantangan dalam era digital. Salah satunya berkaitan dengan otoritas ideologi keagamaan. Ia menilai arus informasi keagamaan di internet berkembang sangat cepat sehingga Muhammadiyah perlu memastikan narasi Islam yang moderat dan berkemajuan tetap hadir di ruang digital.
Tantangan lain berkaitan dengan tata kelola organisasi. Dengan struktur organisasi yang lengkap dari tingkat pusat hingga ranting, Muhammadiyah memerlukan sistem digital yang mampu mengintegrasikan berbagai proses organisasi secara lebih transparan dan efektif.
Selain itu, pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah juga menjadi perhatian. Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial yang perlu didukung dengan sistem digital yang terintegrasi.
“Dakwah sekarang tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui media sosial dan berbagai platform digital,” ujarnya.
Pemanfaatan Teknologi
Anam juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang layanan Muhammadiyah. Di bidang pendidikan, sekolah-sekolah Muhammadiyah diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, para guru juga perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Di sektor kesehatan, rumah sakit Muhammadiyah juga berpeluang meningkatkan kualitas layanan melalui sistem digital dan teknologi kesehatan modern.
Sementara itu, dalam bidang ekonomi dan sosial, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Muhammadiyah.
Peran Kader Digital
Dalam kesempatan tersebut, Anam juga menekankan pentingnya peran kader digital Muhammadiyah. Para kader diharapkan mampu menyebarkan informasi positif tentang Muhammadiyah sekaligus memproduksi konten edukatif di berbagai platform media sosial.
Platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan dakwah sekaligus mengangkat kisah inspiratif dari berbagai program Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan kebencanaan.
Strategi Penguatan Dakwah Digital
Untuk memperkuat dakwah di ruang digital, Anam menyebut beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan. Di antaranya memperluas jaringan dan kolaborasi, memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi dakwah, serta meningkatkan kapasitas kader dalam bidang jurnalistik dan media.
Selain itu, Muhammadiyah juga perlu membangun pusat-pusat digital sebagai basis pengembangan komunikasi dan dakwah organisasi.
Dengan langkah-langkah tersebut, Muhammadiyah diharapkan mampu terus menyebarkan narasi Islam berkemajuan sekaligus memperkuat perannya sebagai organisasi modern yang aktif di ruang digital, baik di tingkat nasional maupun internasional.
0Comments