BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
MPI PWM Jateng Tekankan Peran Jurnalistik sebagai Dakwah Bil Qalam

MPI PWM Jateng Tekankan Peran Jurnalistik sebagai Dakwah Bil Qalam

Table of contents
×
Semarang — Pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Semarang menjadi momentum penguatan peran media dalam dakwah Muhammadiyah. Dalam agenda pembukaan, para pimpinan Muhammadiyah menekankan pentingnya pengelolaan informasi, dokumentasi organisasi, serta penguatan kader digital di lingkungan persyarikatan.

Ketua MPI PWM Jawa Tengah, Rustam Aji, S.Ag., menyampaikan bahwa bidang kepustakaan dan kehumasan dalam Muhammadiyah tidak hanya berkaitan dengan penulisan berita. Lebih dari itu, pengelolaan dokumentasi organisasi juga menjadi bagian penting dalam menjaga rekam jejak sejarah persyarikatan.

Ia menegaskan perlunya pendataan heritage Muhammadiyah sebagai bagian dari dokumentasi sejarah organisasi. Menurutnya, suatu objek dapat dikategorikan sebagai heritage Muhammadiyah apabila memiliki usia minimal 50 tahun.

“Pendataan heritage ini penting agar perjalanan dan kontribusi Muhammadiyah dapat terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Rustam Aji juga menyinggung bahwa profesi jurnalistik memiliki landasan nilai dalam ajaran Islam. Hal itu tercermin dalam Al-Qur'an, khususnya dalam Surah Al-Qalam yang menegaskan pentingnya pena dan tulisan.

Menurutnya, aktivitas jurnalistik dapat menjadi bagian dari dakwah bil qalam, yakni dakwah melalui tulisan. Karena itu, di tengah arus informasi yang kerap tidak tertata, marwah jurnalistik perlu dijaga sebagai media dakwah yang beretika dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menegaskan bahwa MPI memiliki peran penting dalam mengawal arus informasi dan komunikasi di lingkungan Muhammadiyah.

Ia menjelaskan bahwa MPI menjadi leading sector dalam pengelolaan komunikasi organisasi. Oleh karena itu, majelis maupun lembaga di lingkungan Muhammadiyah diharapkan dapat berkoordinasi dengan MPI dalam pengelolaan informasi.

“Ke depan Muhammadiyah perlu menyiapkan kader digital yang mampu memproduksi dan mengelola konten,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ruang digital Muhammadiyah agar narasi organisasi semakin dominan di ruang publik.

Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Wahyudi, M.Pd. Menurutnya, tulisan memiliki potensi besar sebagai sarana mengajak masyarakat kepada kebaikan dalam rangka mewujudkan cita-cita khairu ummah.

“Menulis bukan pekerjaan ringan karena berkaitan dengan penyebaran informasi sekaligus dakwah. Karena itu, tugas jurnalistik menjadi bagian penting dari tanggung jawab MPI,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader Muhammadiyah yang mampu mengembangkan literasi media serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah yang mencerahkan bagi masyarakat. 

0Comments