CEPU – Perjalanan panjang selama 59 tahun akhirnya membuahkan hasil manis bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu yang mencatatkan sekitar 1.800 jamaah pada Sholat Idul Fitri, Jumat (20/3/2026). Angka ini sangat berbeda drastis dari pelaksanaan perdana di lapangan pada tahun 1967 yang saat itu hanya diikuti oleh 12 orang dari beberapa keluarga saja.
Pertumbuhan jumlah jamaah yang mencapai ribuan ini merupakan buah dari konsistensi dakwah selama puluhan tahun. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu, Drs. Mokh Fathoni, M.M., mengungkapkan bahwa tradisi Sholat Ied di ruang terbuka ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat.
Nostalgia Sholat Ied 1967: Hanya 12 Orang
Mokh Fathoni menceritakan kembali awal mula perjuangan dakwah melalui Sholat Ied di Lapangan Ronggolawe. Momentum bersejarah tersebut bermula pada akhir era 60-an dengan kondisi yang sangat sederhana.
"Pelaksanaan Sholat Ied pertama kali di lapangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cepu itu berlangsung sekitar tahun 1967," ujar Mokh Fathoni saat ditemui seusai pelaksanaan sholat. Beliau menambahkan bahwa saat itu dukungan masyarakat belum semasif sekarang.
Faktanya, pada tahun pertama tersebut, jumlah kehadiran sangat kontras dengan pemandangan hari ini. "Pada saat itu jumlah jamaahnya hanya 12 orang. Itu pun dari beberapa keluarga saja," terang Mokh Fathoni. Keterbatasan jumlah tersebut tidak menyurutkan semangat pengurus untuk terus menghidupkan syiar Islam di Cepu.
Simbol Konsistensi dan Persatuan Umat
Waktu membuktikan bahwa konsistensi PCM Cepu membuahkan hasil yang luar biasa. Memasuki tahun 2026, jumlah masyarakat yang mengikuti Sholat Ied di lapangan melonjak ribuan kali lipat dibandingkan masa awal berdirinya.
Ditemui secara terpisah, Ustadz Aang Sudariyanto S. Pd. selaku Ketua Panitia Penyelenggara menuturkan bahwa area lapangan nyaris penuh oleh sekitar 1.800 jamaah. "Alhamdulillah pada hari ini, jamaahnya ada 1.500-an orang lebih," ungkap Mokh Fathoni dengan nada syukur.
Peningkatan ini juga terlihat jelas pada pengaturan saf perempuan yang terorganisir dengan sangat baik. "Shaf putri disediakan 13 shaf dan terpenuhi semua," jelasnya. Angka ini sekaligus mencatatkan rekor positif dalam sejarah Sholat Idul Fitri yang diselenggarakan PCM Cepu selama beberapa dekade terakhir.
Harapan untuk Masa Depan Dakwah
Lebih dari sekadar angka, fenomena ini mencerminkan bagaimana konsistensi dan persatuan jamaah di Cepu semakin kokoh. Mokh Fathoni berharap momentum Idul Fitri 1447 H ini menjadi titik balik untuk memperkuat ibadah secara kolektif.
"Mudah-mudahan bisa terus memelihara kesadaran kita bersama dalam rangka beribadah kepada Allah SWT," pungkasnya menutup wawancara. Melalui sejarah panjang ini, PCM Cepu membuktikan bahwa ketulusan dalam berdakwah akan membuahkan hasil yang manis bagi masyarakat luas.
Simak dokumentasi videonya di sini.
0Comments