CEPU – Menjelang Idulfitri 1447 H, Masjid Al-Hikmah Cepu menjadi saksi pesan reflektif tentang pentingnya menyatukan ritual agama dengan aksi sosial. Ustadz Annas Aulia Irhami, S. Pd. menegaskan bahwa hubungan baik dengan Tuhan (habluminallah) wajib memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sesama manusia melalui instrumen zakat.
Ustadz Annas menjelaskan bahwa dimensi sosial dalam habluminallah merupakan indikator utama kesempurnaan iman seseorang. Menurutnya, kesalehan pribadi yang dibangun selama sebulan penuh harus terpancar dalam bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar.
"Kesempurnaan iman juga diukur dari kepedulian sosial kita kepada sesama," ujar Ustadz Annas Aulia Irhami dalam kultum tersebut, Kamis (19/3/2026). Beliau menambahkan bahwa mengabaikan sisi kemanusiaan dapat mereduksi esensi ibadah yang telah dijalani.
Zakat Sebagai Instrumen Keadilan
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Islam telah menyediakan mekanisme konkret untuk mewujudkan kepedulian tersebut. Zakat fitrah bukan sekadar penggugur kewajiban atau rutinitas yang dilakukan setiap akhir Ramadan.
"Zakat bukan sekadar kewajiban di akhir Ramadan, tapi instrumen membangun keadilan sosial," tegasnya. Melalui zakat, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin dapat dijembatani secara sistematis dan bermartabat.
Penyempurna Ketaatan di Penghujung Ramadan
Ustadz Annas juga mengingatkan jamaah agar tidak melupakan hak-hak orang miskin dalam harta mereka. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyegerakan pembayaran zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.
"Sempurnakan ketaatan dengan menunaikan zakat fitrah tepat waktu dan tepat sasaran," pesannya di hadapan para jamaah Masjid Al-Hikmah. Hal ini menjadi langkah preventif agar kegembiraan hari kemenangan dapat dirasakan merata oleh seluruh umat.
Penekanan ini menjadi pengingat penting bagi jamaah. Iman yang kokoh tidak hanya berhenti di atas sajadah, tetapi juga hadir dalam piring-piring saudara yang membutuhkan.
0Comments