Rabu pagi, 18 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum ba’da sholat Subuh yang disampaikan oleh Ust. Zaenal Arifin, S.Ag., M.M. Dalam tausiyahnya beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā yang masih memberikan nikmat kehidupan dan kesehatan, sehingga pada pagi hari ini masih dapat bangun dari tidur dan melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid.
Beliau juga menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah global tunggal, kemungkinan sahur yang akan datang merupakan sahur terakhir di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadhan dengan memperbanyak amal ibadah dan mempersiapkan diri menyambut hari raya Idul Fitri dengan penuh rasa syukur.
Memperbanyak Takbir Menjelang Idul Fitri
Salah satu amalan yang dianjurkan menjelang Idul Fitri adalah memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan selama bulan Ramadhan.
Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(QS. Al-Baqarah: 185)
Artinya:
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa Ramadhan) serta mengagungkan Allah atas petunjuk yang telah diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”
Maksud ayat:
Ayat ini menjelaskan bahwa setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.
Mandi Sunnah Sebelum Sholat Id
Amalan sunnah berikutnya adalah mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan diri untuk menyambut hari kemenangan dengan keadaan yang bersih dan rapi.
Dalam riwayat para sahabat disebutkan bahwa:
كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى
(HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)
Artinya:
“Abdullah bin Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat menuju tempat sholat.”
Dianjurkan Makan Sebelum Sholat Id
Pada hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat Id sebagai tanda bahwa ibadah puasa Ramadhan telah berakhir.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ
(HR. Bukhari)
Artinya:
“Rasulullah ﷺ tidak berangkat sholat pada hari Idul Fitri sebelum beliau memakan beberapa butir kurma.”
Melaksanakan Sholat Id di Lapangan
Ust. Zaenal Arifin juga menyampaikan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan sholat Id di lapangan atau tempat terbuka agar dapat menampung lebih banyak jamaah.
Hal ini menunjukkan bahwa hari raya Idul Fitri merupakan momen kebersamaan bagi umat Islam untuk berkumpul, bersyukur, dan mempererat ukhuwah.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Rasulullah ﷺ keluar menuju tempat sholat (lapangan) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”
Penutup
Di akhir kultumnya, Ust. Zaenal Arifin mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, memperbanyak istighfar, dzikir, serta memohon agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk menutup Ramadhan dengan amal terbaik dan menyambut Idul Fitri dengan hati yang bersih serta penuh rasa syukur. Aamiin.

0Comments