BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Perkuat Kepemimpinan Cabang, PCM Cepu Bedah Strategi Dakwah Berkemajuan

Perkuat Kepemimpinan Cabang, PCM Cepu Bedah Strategi Dakwah Berkemajuan

Dinamika Organisasi: Ustadz Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag. (tengah) saat memaparkan strategi kepemimpinan "3J" dalam Kajian Spesial Ramadha
Table of contents
×
Dinamika Organisasi: Ustadz Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag. (tengah) saat memaparkan strategi kepemimpinan "3J" dalam Kajian Spesial Ramadhan yang diselenggarakan PCM Cepu, Minggu (8/3). (Foto: Dokumentasi PCM Cepu)

CEPU – Pengajian Pimpinan yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cepu pada Minggu (8/3), kembali merumuskan dan berdialog tentang langkah strategis penguatan organisasi berbasis jamaah, jam'iyah dan jariyah. Forum spesial di bulan Ramadhan ini menekankan pentingnya peran pimpinan dalam menggerakkan potensi umat secara lebih profesional dan terukur.

Ustadz Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag. menegaskan bahwa keberhasilan dakwah Muhammadiyah sangat bergantung pada tiga pilar utama. Beliau menyebut strategi ini sebagai konsep "3J", yang merupakan kristalisasi dari putusan Musyawarah Wilayah (Musywil) untuk diimplementasikan oleh pimpinan di tingkat cabang.

"Pimpinan harus memahami urgensi 3J, yaitu Jamaah, Jam'iyah, dan Jariyah," ujar Ahmad Hasan Asy’ari di hadapan peserta pengajian. Menurutnya, tanpa pengelolaan organisasi (jam'iyah) yang rapi, potensi besar umat (jamaah) tidak akan membuahkan amal nyata (jariyah) yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Sinergi Antar Majelis dan Lembaga
Selain penguatan struktur, forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor di tengah momentum suci Ramadhan. Ahmad Hasan menekankan bahwa ego sektoral antar unit pembantu pimpinan harus segera dihilangkan demi efektivitas dakwah. Program kerja yang berjalan sendiri-sendiri justru akan menghambat laju perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Cepu.

"Kita perlu memperkuat sinergi antar majelis dan lembaga agar tidak ada program yang tumpang tindih," tegasnya kembali. Ia menambahkan bahwa komunikasi yang cair antara pimpinan cabang dengan organisasi otonom (ortom) menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas gerakan di akar rumput.

Kepemimpinan Berbasis Dialog
Kajian ini tidak hanya bersifat satu arah, namun mengedepankan ruang dialog yang inklusif bagi seluruh kader. Pendekatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan kendala yang dihadapi oleh para pimpinan di lapangan. Model kepemimpinan yang partisipatif ini diharapkan mampu melahirkan solusi kreatif bagi tantangan dakwah modern.

Sebagai penutup, seluruh unsur pimpinan berkomitmen untuk membawa hasil kajian ini ke ranah praktis. Sinergi yang kuat antara pimpinan, ortom, dan pengelola amal usaha menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Muhammadiyah yang berkemajuan.

0Comments