BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kultum Menjalankan Ibadah Ramadhan dengan Cinta dan Mencari Lailatul Qadar

Kultum Menjalankan Ibadah Ramadhan dengan Cinta dan Mencari Lailatul Qadar

Pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mengikuti kultum ba’da sholat Tarawih yang disampaikan oleh Ust. Zaenal Arifin, S.Ag.
Table of contents
×

Kultum Ba’da Sholat Tarawih Masjid Taqwa Cepu – Sabtu, 7 Maret 2026

Pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu kembali mengikuti kultum ba’da sholat Tarawih yang disampaikan oleh Ust. Zaenal Arifin, S.Ag., M.M. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh kecintaan kepada Allah serta mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan yang penuh kemuliaan.

Beribadah dengan Rasa Cinta kepada Allah

Ust. Zaenal Arifin menyampaikan bahwa ibadah yang dilakukan dengan penuh kecintaan kepada Allah akan menghadirkan kebahagiaan dalam hati. Ketika seseorang menjalankan ibadah dengan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah, maka ibadah tersebut tidak terasa berat, justru mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan.

Keimanan yang kuat perlu diikuti dengan pemahaman terhadap perintah dan larangan Allah. Setelah memahami ajaran tersebut, seorang muslim dianjurkan untuk berusaha mengamalkannya secara maksimal, baik dalam sholat wajib maupun sholat sunnah.

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sholat sunnah sebagai penyempurna sholat wajib. Hal ini sebagaimana sabda beliau:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ الْفَرِيضَةِ إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

Artinya:
"Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan sholat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam selain sholat wajib, melainkan Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga."
(HR. Muslim)

Maksud hadits:
Hadits ini menjelaskan bahwa sholat sunnah rawatib yang dilakukan secara istiqamah akan menjadi sebab seseorang mendapatkan balasan berupa rumah di surga.

Menjaga Semangat Ibadah di Bulan Ramadhan

Beliau juga mengingatkan jamaah bahwa Ramadhan merupakan kesempatan besar untuk memperbanyak amal ibadah, seperti sholat Tarawih, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amal kebaikan lainnya.

Ibadah-ibadah tersebut hendaknya dijalankan dengan penuh semangat dan rasa syukur, karena tidak semua orang diberikan kesempatan oleh Allah untuk merasakan keindahan beribadah di bulan Ramadhan.

Memasuki Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Dalam kultum tersebut, Ust. Zaenal Arifin juga mengingatkan bahwa Ramadhan telah memasuki fase penting, yaitu sepuluh malam terakhir, yang di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.

Rasulullah SAW bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya:
"Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan."
(HR. Bukhari)

Maksud hadits:
Hadits ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah SAW sendiri sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

Artinya:
"Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Maksud hadits:
Hadits ini menggambarkan kesungguhan Rasulullah SAW dalam memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagai upaya meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Tujuan Hidup Manusia adalah Beribadah

Di akhir tausiyahnya, Ust. Zaenal Arifin mengingatkan bahwa tujuan utama kehidupan manusia adalah beribadah kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya:
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Maksud ayat:
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah dan menjalankan kehidupan sesuai dengan petunjuk-Nya.

Penutup

Melalui kultum tersebut, jamaah diajak untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan penuh rasa cinta kepada Allah serta meningkatkan kesungguhan dalam beribadah, terutama ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan. Aamiin.

0Comments