Kultum Ba’da Sholat Subuh Masjid Taqwa Cepu – Senin, 9 Maret 2026
Senin pagi, 9 Maret 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum ba’da sholat Subuh yang disampaikan oleh Ust. Anas Aulia Irhami, S.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat iman, Islam, serta kesehatan yang Allah berikan sehingga masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Bersyukur atas Nikmat Iman dan Kehidupan
Ust. Anas menyampaikan bahwa kehidupan manusia berada sepenuhnya dalam ketentuan Allah SWT. Setiap manusia lahir, hidup, dan pada akhirnya akan kembali kepada Allah. Semua telah ditetapkan oleh Allah dan tidak dapat dimajukan maupun ditunda.
Keyakinan terhadap ketentuan Allah tersebut merupakan bagian dari iman yang memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Dengan keimanan itu pula, seorang muslim mampu menghadapi berbagai ujian hidup dengan bersandar kepada Allah SWT.
Di antara nikmat besar yang patut disyukuri adalah nikmat Islam, iman, dan kesehatan, sehingga kita dimudahkan untuk melangkahkan kaki menuju masjid dan memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah.
Puasa sebagai Ibadah yang Diwajibkan
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Anas mengingatkan bahwa ibadah puasa merupakan salah satu amalan utama yang diwajibkan kepada kaum muslimin ketika memasuki bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)
Maksud ayat:
Puasa diwajibkan kepada orang-orang yang beriman sebagai sarana untuk membentuk ketakwaan, yaitu kemampuan menjaga diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah.
Puasa sebagai Sarana Pendidikan Iman
Ust. Anas menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana pendidikan bagi orang beriman untuk menjaga dan meningkatkan kualitas iman.
Ketika seseorang berpuasa, ia akan lebih berhati-hati dalam perbuatan dan perkataannya. Orang yang benar-benar menjalankan puasa dengan baik tentu tidak akan meninggalkan sholat, karena sholat merupakan tiang agama.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Maksud hadits:
Puasa yang dilakukan dengan dasar keimanan dan keikhlasan kepada Allah akan menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu.
Puasa Mengajarkan Pengendalian Diri
Selain meningkatkan iman, puasa juga melatih seorang muslim untuk menahan diri dari berbagai perbuatan yang tidak baik, seperti berkata kasar, berbuat zalim, atau melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Puasa menjadikan seorang muslim lebih sadar bahwa setiap perbuatannya diawasi oleh Allah SWT. Kesadaran inilah yang menjadikan puasa sebagai sarana untuk memperbaiki akhlak dan memperkuat keimanan.
Ramadhan sebagai Momentum Memperkuat Iman
Di bulan Ramadhan, umat Islam memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat iman. Puasa, sholat malam, membaca Al-Qur’an, dan berbagai ibadah lainnya menjadi sarana untuk “mengisi kembali” kekuatan spiritual yang mungkin berkurang selama menjalani kehidupan di luar Ramadhan.
Allah SWT juga mengingatkan pentingnya bekal ketakwaan dalam kehidupan manusia.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Artinya:
"Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."
(QS. Al-Baqarah: 197)
Maksud ayat:
Bekal terbaik bagi manusia dalam menghadapi kehidupan dan perjalanan menuju akhirat adalah ketakwaan kepada Allah.
Penutup
Di akhir kultumnya, Ust. Anas Aulia Irhami mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat iman dan memperbaiki diri. Puasa yang dijalankan hendaknya menjadi sarana untuk “mengisi kembali” kekuatan iman sehingga ketika Ramadhan berakhir, seorang muslim memiliki keimanan yang lebih kuat dalam menghadapi kehidupan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa. Aamiin.

0Comments