Cepu, Sabtu 21 Februari 2026 — Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Cepu menyelenggarakan kegiatan kajian Ramadhan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Masjid Taqwa Cepu. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, menghadirkan , Ust. Drs. H. Mokh. Fathoni, MM dari PCM CEPU dan Ust. Budi Sudiarso, M.Pd dari PDM BLORA sebagai pemateri utama.
Pembukaan: Semangat Generasi Qur’ani
Acara diawali dengan penampilan para santri TPQ Faskho 2 yang menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an. Penampilan ini menjadi wujud pembinaan generasi Qur’ani sekaligus penyemangat bagi jamaah untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
Pentasyarufan Bingkisan Ramadhan
Kegiatan dilanjutkan dengan pentasyarufan bingkisan Ramadhan bagi kaum dhuafa, lansia, serta para dai yang mengabdi di masyarakat. Program ini disalurkan melalui Lazismu PKU Muhammadiyah Cepu yang juga menjadi pihak pendukung utama kegiatan ini.
Pentasyarufan ini merupakan bagian dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak, terutama dalam bidang sosial, pendidikan, dan kebutuhan pokok.
Allah ﷻ berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
(QS. At-Taubah: 103)
Pentingnya Menata Niat dalam Beramal
Dalam kajiannya, Ustadz Fathoni menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap amal ibadah, termasuk dalam bersedekah. Amal yang dilakukan tanpa keikhlasan tidak akan bernilai di sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau mengingatkan agar setiap amal dilakukan semata-mata karena Allah (lillahi ta’ala), bukan karena ingin dipuji atau mendapatkan pengakuan manusia.
Menjadi Hamba yang Dicintai Allah
Dalam kajian tersebut juga disampaikan bahwa ada beberapa sifat yang membuat seorang hamba dicintai oleh Allah ﷻ, di antaranya:
-
Bertakwa
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”
(QS. At-Taubah: 4) -
Berbuat baik (ihsan)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195) -
Bertawakal kepada Allah
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Melalui sifat-sifat tersebut, seorang Muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan dicintai oleh Allah ﷻ.
Penguatan Nilai Bermuhammadiyah
Kajian kedua di isi oleh ust. Budi sudiarso, M.Pd. yang membahas tentang penguatan nilai-nilai bermuhammadiyah, di antaranya pentingnya keikhlasan, semangat dakwah, serta kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai amal usaha, seperti sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.
Penutup dan Kebersamaan
Acara ditutup dengan sholat Maghrib berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Suasana kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah terasa hangat di antara jamaah yang hadir.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat keimanan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antar warga Muhammadiyah dan masyarakat Cepu secara umum.
Semoga semangat berbagi dan keikhlasan dalam beramal terus terjaga, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan ketakwaan.
Wallahu a’lam bish-shawab.

0Comments