![]() |
| hikmah Ramadhan sebagai sekolah ketakwaan bagi umat Muslim |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا اَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita hidayah ini. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Ramadhan sebagai Madrasah Ruhani
Jamaah yang dirahmati Allah, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan adalah sebuah Madrasah (Sekolah). Di dalamnya, kita dilatih untuk mendisiplinkan nafsu, memperhalus budi pekerti, dan yang paling utama: menggapai derajat Taqwa.
Tujuan Utama: La'allakum Tattaqun
Allah SWT secara eksplisit menjelaskan tujuan akhir dari kurikulum Ramadhan dalam Al-Qur'an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
(QS. Al-Baqarah: 183)
3 Pelajaran Utama di Madrasah Ramadhan
- Latihan Kejujuran (Muraqabah): Puasa adalah ibadah rahasia. Seseorang bisa saja makan di tempat tersembunyi, namun ia tidak melakukannya karena merasa diawasi Allah. Ini melatih kesadaran bahwa Allah selalu hadir.
- Empati dan Kemanusiaan: Dengan merasakan lapar, hati kita dilembutkan untuk peduli pada kaum dhuafa. Inilah momen terbaik untuk memperbanyak sedekah.
- Pengendalian Diri: Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa bukan hanya soal fisik, tapi juga lisan dan hati:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)
Penutup: Menjaga Alumni Ramadhan
Indikator kelulusan dari "Madrasah Taqwa" ini adalah perubahan perilaku setelah Ramadhan usai. Jika kejujuran, kedermawanan, dan kesabaran kita meningkat, maka kita telah berhasil meraih esensi taqwa tersebut.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ اَعْمَالِنَا. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Tuhan kami, terimalah puasa kami, shalat kami, dan amal saleh kami. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Pemilik Kemuliaan, dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."
Keywords: materi kultum ramadhan 7 menit, kultum madrasah taqwa, teks dakwah ramadhan, ceramah puasa singkat, dalil puasa al-baqarah 183, khutbah ramadhan terbaru.
Tags: #Ramadhan #Kultum7Menit #Taqwa #MateriCeramah #PuasaRamadhan #DakwahIslam


0Comments