BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Meraih Derajat Takwa: Pesan Kultum Subuh di Masjid Taqwa Cepu

Meraih Derajat Takwa: Pesan Kultum Subuh di Masjid Taqwa Cepu

jamaah Masjid Taqwa Cepu mendapatkan tausiyah penuh hikmah dari Ust. Drs. Wajianto, M.Pd.I. Kultum tersebut mengangkat tema tentang ciri-ciri orang be
Table of contents
×

Cepu, Sabtu 21 Februari 2026 — Usai pelaksanaan sholat Subuh berjamaah, jamaah Masjid Taqwa Cepu mendapatkan tausiyah penuh hikmah dari Ust. Drs. Wajianto, M.Pd.I. Kultum tersebut mengangkat tema tentang ciri-ciri orang bertakwa sebagai tujuan utama ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Dalam pembukaannya, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah ﷻ atas nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan untuk bangun di waktu pagi, melaksanakan sahur, dan menunaikan sholat Subuh berjamaah di masjid.

Tujuan Puasa: Menjadi Orang Bertakwa

Beliau menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah agar manusia mencapai derajat takwa. Hal ini sebagaimana firman Allah ﷻ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Namun, apa sebenarnya ciri-ciri orang yang bertakwa (muttaqin)? Dalam kultumnya, beliau merujuk pada firman Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ۝ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
(QS. Al-Baqarah: 2–3)

Ciri-Ciri Orang Bertakwa

Dari ayat tersebut dan penjelasan beliau, dapat disimpulkan beberapa ciri utama orang bertakwa:

  1. Beriman kepada yang gaib
    Seorang mukmin meyakini hal-hal yang tidak terlihat seperti malaikat, hari akhir, dan takdir Allah, serta hanya menyembah Allah semata.

  2. Mendirikan sholat
    Sholat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.

  3. Gemar bersedekah
    Orang bertakwa senang berbagi rezeki kepada sesama, tanpa rasa berat.

  4. Mampu menahan amarah dan memaafkan
    Sebagaimana firman Allah ﷻ:

    وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
    “(Yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
    (QS. Ali ‘Imran: 134)

  5. Menjaga hati dari iri dan dengki
    Sifat iri dan dengki dapat merusak amal kebaikan. Oleh karena itu, hati harus senantiasa dibersihkan dari penyakit tersebut.

  6. Bertakwa di mana pun berada
    Ketakwaan bukan hanya saat di masjid, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menjadi Pribadi yang Bersih Hati

Dalam penutupnya, beliau mengingatkan bahwa salah satu kunci utama meraih ketakwaan adalah memiliki hati yang bersih, jauh dari iri, dengki, dan kebencian. Dengan hati yang bersih, amal ibadah akan lebih mudah diterima oleh Allah ﷻ.

Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk melatih diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan.

Semoga Allah ﷻ memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya, sehingga benar-benar meraih derajat takwa sebagaimana yang diharapkan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

0Comments