Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, Masjid Taqwa Cepu menjadi saksi terselenggaranya kegiatan pengajian sekaligus buka puasa bersama yang diinisiasi oleh pengurus takmir, Pimpinan Ranting Muhammadiyah, dan Ranting ‘Aisyiyah Cepu. Kegiatan di awali dengan penampilan tahfid santri cilik TPQ Faskho 2. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Bambang Supriyono, S.Ag., S.Pd sebagai pemateri, yang menyampaikan tausiyah penuh makna tentang keberkahan Ramadhan dan pentingnya menjadi pribadi yang shalih.
Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa salah satu kunci keberkahan hidup adalah menjadi orang tua yang shalih. Hal ini dicontohkan dalam kisah tentang Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika menegakkan kembali dinding rumah milik anak yatim karena ayahnya adalah orang shalih. Dari kisah tersebut dapat dipahami bahwa keshalihan orang tua dapat menjadi sebab perlindungan Allah kepada anak-anaknya, bahkan setelah orang tua tersebut wafat.
Allah ﷻ berfirman:
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا
"Adapun dinding itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya terdapat harta simpanan bagi mereka, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih..." (QS. Al-Kahfi: 82)
Selain itu, beliau juga menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang harus disambut dengan rasa bahagia dan syukur. Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda, di mana umat Islam lebih semangat dalam beribadah—mulai dari sahur, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, hingga shalat tarawih.
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ
"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah." (HR. Ahmad)
Ramadhan juga merupakan madrasah kehidupan yang melatih kejujuran dan tanggung jawab. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa, seperti berkata buruk, berbuat dosa, dan tidak menjaga amanah.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Dalam penjelasannya, Ustadz Bambang juga mengingatkan bahwa puasa adalah amanah dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Amal ibadah di bulan Ramadhan hendaknya didasari iman dan niat yang lurus, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah untuk terus menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadhan. Jangan sampai semangat hanya di awal, namun melemah di pertengahan. Justru di sepuluh hari terakhir terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Allah ﷻ berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa segala amal sangat bergantung pada niat. Maka dari itu, setiap ibadah yang dilakukan hendaknya dilandasi dengan niat yang ikhlas agar mendapatkan keberkahan dan pahala yang sempurna.
Melalui kegiatan pengajian dan buka puasa bersama ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjaga amanah Ramadhan, serta menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa kepada Allah ﷻ.

0Comments