Cepu – Ba’da sholat Subuh pada Jumat, 20 Februari 2026, jamaah mengikuti kultum yang disampaikan oleh Ust. Nur Sahlul Mubarok, S.H.I., M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan agar benar-benar meraih derajat takwa.
Takwa Harus Diperjuangkan dengan Sungguh-Sungguh
Mengawali kultum, beliau mengingatkan pentingnya bersyukur atas nikmat iman dan Islam serta kesempatan menjalani ibadah, khususnya puasa Ramadhan. Takwa bukanlah sesuatu yang otomatis didapatkan, melainkan harus diraih dengan kesungguhan.
Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Kata “لَعَلَّكُمْ” (la‘allakum) mengandung makna harapan, yang menunjukkan bahwa takwa hanya akan diraih oleh orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa dengan kualitas terbaik.
Ramadhan sebagai Madrasah Kehidupan
Ustadz Nur Sahlul Mubarok menjelaskan bahwa Ramadhan ibarat sebuah madrasah (sekolah) yang memiliki kurikulum. Ada amalan-amalan utama yang harus ditingkatkan agar puasa tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar membentuk pribadi bertakwa.
Tiga Amalan Pokok di Bulan Ramadhan
1. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Sholat
Amalan pertama adalah meningkatkan ibadah sholat, baik secara kualitas (kekhusyukan) maupun kuantitas (tambahan amalan sunnah).
Selain sholat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan sholat sunnah rawatib. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى ٱثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي ٱلْجَنَّةِ
“Barang siapa mengerjakan dua belas rakaat sholat sunnah dalam sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.”
(HR. Muslim)
Selain itu, dianjurkan pula memperbanyak sholat sunnah lainnya seperti Dhuha, Tarawih, dan witir sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah.
2. Meningkatkan Interaksi dengan Al-Qur’an
Amalan kedua adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca (tilawah), memahami, maupun mengamalkannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ ٱلْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)
Di bulan Ramadhan, interaksi dengan Al-Qur’an seharusnya meningkat. Jika di hari biasa membaca sedikit, maka di bulan ini ditingkatkan, bahkan diupayakan untuk bisa mengkhatamkan Al-Qur’an.
3. Memperbanyak Infak dan Sedekah
Amalan ketiga adalah memperbanyak infak dan sedekah. Rasulullah ﷺ adalah sosok yang paling dermawan, terlebih di bulan Ramadhan.
كَانَ رَسُولُ ٱللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ ٱلنَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi makan orang yang berpuasa, berbagi takjil, atau membantu sesama merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan bernilai pahala besar.
Penutup: Menguatkan Tekad Meraih Takwa
Di akhir kultum, jamaah diajak untuk menguatkan tekad (azam) dalam meningkatkan tiga amalan utama tersebut: sholat, interaksi dengan Al-Qur’an, dan infak.
Dengan kesungguhan dan istiqamah, diharapkan Ramadhan benar-benar menjadi jalan untuk meraih derajat takwa yang sesungguhnya.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang bertakwa.

0Comments