BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Kultum Subuh di Masjid Taqwa Cepu: Menyambut Ramadhan dengan Syukur dan Kualitas Ibadah

Kultum Subuh di Masjid Taqwa Cepu: Menyambut Ramadhan dengan Syukur dan Kualitas Ibadah

Ba’da sholat Subuh pada Kamis, 19 Februari 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Mariya, M.Pd. Dalam taus
Table of contents
×
Cepu – Ba’da sholat Subuh pada Kamis, 19 Februari 2026, jamaah Masjid Taqwa Cepu mengikuti kultum yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Mariya, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat Allah SWT serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas.

Mensyukuri Nikmat yang Tak Terhitung

Ustadz H. Mariya mengawali dengan mengingatkan bahwa setiap manusia telah menerima begitu banyak nikmat dari Allah SWT—nikmat kesehatan, kesempatan hidup, keluarga, rezeki, dan berbagai karunia lainnya yang tidak mungkin dihitung satu per satu.

Beliau membacakan firman Allah SWT:

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Ibrahim: 34)

Semua peristiwa dalam kehidupan—baik senang maupun sedih—bukanlah sesuatu yang sia-sia. Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan penuh hikmah.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Ali ‘Imran: 191)

Kehidupan yang kadang terasa manis dan kadang pahit adalah bagian dari sunnatullah. Semua mengandung pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir dan mengambil hikmah.

Hikmah Ramadhan dan Pentingnya Ampunan

Memasuki Ramadhan adalah nikmat dan kesempatan besar. Bulan ini merupakan momentum termudah untuk meraih ampunan Allah SWT. Ustadz menegaskan bahwa ampunan sangatlah penting, karena seseorang tidak akan masuk surga kecuali dalam keadaan bersih dari dosa.

Beliau menyampaikan hadits Rasulullah ﷺ:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ramadhan adalah kesempatan emas. Sungguh merugi orang yang bertemu Ramadhan namun tidak mendapatkan ampunan.

Puasa dan Kesadaran Diawasi Allah

Selain hikmah ukhrawi (akhirat), puasa juga memiliki hikmah duniawi. Puasa melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menumbuhkan optimisme. Orang yang berpuasa menahan lapar dan dahaga meskipun makanan dan minuman ada di hadapannya, karena ia merasa diawasi oleh Allah SWT.

Inilah esensi takwa—merasa selalu dalam pengawasan Allah. Jika nilai ini tertanam kuat, maka dalam kehidupan sosial tidak akan ada kecurangan, penyelewengan, atau perbuatan zalim.

Sebagaimana tujuan puasa yang ditegaskan Allah SWT:

يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Pentingnya Kualitas dalam Berpuasa

Ustadz juga mengingatkan bahwa setiap manusia menyukai kualitas dan kebaikan. Begitu pula puasa—harus dilakukan dengan kualitas terbaik, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Beliau menukil sabda Rasulullah ﷺ:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ ٱلْجُوعُ وَٱلْعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang ia dapatkan dari puasanya hanyalah lapar dan dahaga.”
(HR. Ahmad)

Karena itu, puasa harus disertai penjagaan lisan, hati, pikiran, serta amal perbuatan. Puasa yang berkualitas akan membentuk pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Penutup

Di akhir kultum, jamaah diajak untuk memanfaatkan Ramadhan sesuai kemampuan masing-masing, dengan niat yang ikhlas dan usaha terbaik. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita.

Semoga Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum peningkatan iman dan takwa.

0Comments