BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Bekal dan Persiapan Menuju Ramadhan 1447 H, PRM Megalrejo Ajak Jamaah Matangkan Diri

Bekal dan Persiapan Menuju Ramadhan 1447 H, PRM Megalrejo Ajak Jamaah Matangkan Diri

PRM Megalrejo kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan pada Selasa malam, 10 Februari 2026, bertempat di Mushola Ranting Megalrejo. Kajian yang
Table of contents
×

Megalrejo, 10 Februari 2026 — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Megalrejo kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan pada Selasa malam, 10 Februari 2026, bertempat di Mushola Ranting Megalrejo. Kajian yang dihadiri oleh warga persyarikatan dan masyarakat sekitar ini menghadirkan pemateri Ust. Ahmad Furqony, S.Ag., M.Pd., yang menyampaikan materi bertema “Bekal dan Persiapan Menuju Bulan Ramadhan 1447 H.”

Dalam suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan, Ust. Ahmad Furqony mengawali penyampaiannya dengan mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan istimewa yang tidak datang setiap saat, sehingga perlu disambut dengan persiapan yang matang, baik secara ruhiyah (spiritual), fikriyah (pemahaman), maupun jasadiyah (fisik).

Ramadhan adalah Tamu Agung

Beliau menegaskan bahwa Ramadhan ibarat tamu agung yang hanya singgah sebentar. Maka, seorang muslim yang cerdas akan mempersiapkan diri sebelum ia datang. Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita.

Disampaikan pula firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Oleh karena itu, persiapan menyambut Ramadhan harus diarahkan pada peningkatan kualitas takwa.

Persiapan Ruhiyah dan Ilmiyah

Ust. Ahmad Furqony menjelaskan beberapa bekal penting yang perlu dipersiapkan:

  1. Meluruskan niat dan memperbanyak taubat
    Menjelang Ramadhan, setiap muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan membersihkan hati dari dosa serta penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong.

  2. Meningkatkan ibadah sejak sekarang
    Jangan menunggu Ramadhan untuk rajin membaca Al-Qur’an atau shalat sunnah. Biasakan sejak bulan-bulan sebelumnya agar ketika Ramadhan tiba, ibadah sudah menjadi kebutuhan.

  3. Memahami fiqih puasa
    Beliau mengingatkan pentingnya memahami hukum-hukum seputar puasa, seperti syarat, rukun, hal-hal yang membatalkan, serta adab-adab dalam berpuasa, agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Persiapan Fisik dan Sosial

Selain persiapan spiritual, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Mengatur pola makan, menjaga stamina, serta mengurangi kebiasaan yang kurang bermanfaat menjadi bagian dari ikhtiar menyambut Ramadhan.

Di sisi lain, Ramadhan juga bulan kepedulian sosial. Jamaah diajak untuk mulai menyiapkan diri dalam hal infak, sedekah, dan zakat, agar dapat berbagi kebahagiaan dengan sesama, khususnya kaum dhuafa.

Evaluasi Diri dan Target Ramadhan

Di akhir penyampaian, Ust. Ahmad Furqony mengajak seluruh jamaah untuk melakukan muhasabah: sudah sejauh mana kualitas Ramadhan tahun lalu? Apakah ada peningkatan dalam shalat, tilawah, sedekah, dan akhlak?

Beliau mendorong agar setiap pribadi membuat target ibadah selama Ramadhan 1447 H, seperti target khatam Al-Qur’an, menjaga shalat berjamaah, memperbanyak qiyamul lail, dan mempererat silaturahim.

Kajian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah agar diberikan umur panjang, kesehatan, dan kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan serta mampu mengisinya dengan amal-amal terbaik.

Dengan terselenggaranya kajian rutin ini, PRM Megalrejo berharap jamaah semakin siap menyambut Ramadhan 1447 H dengan hati yang bersih, ilmu yang cukup, dan semangat ibadah yang tinggi, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.


0Comments