Ada masa ketika kita merasa tidak menjadi siapa-siapa di hati manusia. Tidak terlalu dicari, tidak terlalu diingat, bahkan kadang terasa dilupakan. Namun ketahuilah, itu bukan kerugian. Bisa jadi, justru di situlah Allah sedang menjaga hatimu agar tetap bersih—tidak bergantung, tidak rapuh oleh harap yang berlebihan.
“Jika kamu tidak merasa istimewa di hati siapa pun, itu bukan kerugian. Bisa jadi itu cara Allah menjaga hatimu tetap bersih.”
Ketika kita tidak menggantungkan nilai diri pada penerimaan manusia, langkah hidup menjadi lebih ringan. Kita tidak lagi sibuk mengejar pengakuan, karena hati telah belajar berdiri dengan tenang.
Allah ﷻ berfirman:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Ringan Melangkah karena Tidak Berharap Berlebihan
Berharap kepada manusia sering berujung kecewa, karena manusia terbatas oleh rasa dan keadaan. Sebaliknya, ketika harapan disederhanakan dan disandarkan kepada Allah, jiwa menjadi lebih lapang.
“Tidak berharap berlebihan membuatmu lebih ringan melangkah. Tidak menggantungkan diri membuatmu lebih tenang menjalani hidup.”
Allah mengajarkan agar sandaran hati hanya satu.
Allah ﷻ berfirman:
وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Dicintai Manusia adalah Bonus, Dicintai Allah adalah Tujuan
Cinta manusia datang dan pergi. Ia berubah oleh waktu, keadaan, dan kepentingan. Namun cinta Allah tidak pernah goyah. Karena itu, menjadikan cinta Allah sebagai tujuan hidup adalah pilihan yang paling aman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَحَبَّ ٱللَّهُ ٱلْعَبْدَ نَادَىٰ جِبْرِيلَ: إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ، فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ، ثُمَّ يُنَادِي فِي أَهْلِ ٱلسَّمَاءِ: إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ ٱلسَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ ٱلْقَبُولُ فِي ٱلْأَرْضِ
Penutup: Tujuan Tak Pernah Kalah oleh Bonus
Tenanglah… engkau sedang berada di tangan yang paling aman.


0Comments