![]() |
| menjaga keseimbangan ibadah dan aktivitas |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدِّيْنَ يُسْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ يَعْمَلُ وَيَتَعَبَّدُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan agama ini mudah. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya yang bekerja sekaligus beribadah. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Ramadhan Bukan Alasan untuk Bermalas-malasan
Jamaah yang dirahmati Allah, sering kali muncul persepsi yang keliru bahwa bulan Ramadhan adalah bulan untuk mengurangi aktivitas keduniaan secara drastis dengan alasan "lemas" atau "ingin fokus ibadah". Padahal, sejarah mencatat bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam Islam, seperti Perang Badar dan Fathu Makkah, justru terjadi di bulan Ramadhan saat para sahabat sedang berpuasa.
Islam adalah agama yang sangat menekankan keseimbangan (Tawazun). Ramadhan bukan berarti menghentikan dunia, melainkan membawa semangat akhirat ke dalam setiap aktivitas duniawi kita.
Perintah Menyeimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat
Allah SWT memerintahkan kita untuk mengejar akhirat, namun tanpa melupakan kewajiban dan peran kita di dunia. Allah SWT berfirman:
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi."
(QS. Al-Qashash: 77)
Bekerja adalah Bagian dari Ibadah
Jika kita meniatkan aktivitas kerja, belajar, atau mengurus rumah tangga sebagai cara untuk mencari ridha Allah dan menghidupi keluarga, maka aktivitas tersebut berubah nilai menjadi ibadah. Rasulullah SAW bersabda mengenai tangan yang bekerja keras:
مَنْ أَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ أَمْسَى مَغْفُورًا لَهُ
"Barangsiapa yang di waktu sore merasa lelah karena pekerjaan tangannya (mencari nafkah), maka di waktu sore itu ia mendapatkan ampunan Allah."
(HR. Thabrani)
Tips Menjaga Produktivitas di Bulan Ramadhan
- Manajemen Waktu yang Ketat: Gunakan waktu setelah sahur dan subuh untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
- Niatkan Segala Aktivitas sebagai Lillah: Saat kita lelah bekerja sambil berpuasa, ingatlah bahwa setiap tetes keringat itu bernilai pahala.
- Ibadah di Sela Kesibukan: Jangan lupakan dzikir lisan atau tilawah singkat di sela istirahat kerja.
Kesimpulan
Muslim yang kuat adalah Muslim yang mampu menyeimbangkan sajadahnya dengan meja kerjanya. Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai bukti bahwa puasa tidak menghambat prestasi, justru menjadi bahan bakar spiritual agar kita lebih profesional, lebih jujur, dan lebih produktif dalam berkarya. Semoga Allah menerima keseimbangan amal kita.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ عَمَلَنَا كُلَّهُ صَالِحًا وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah jadikanlah seluruh amal kami sebagai amal shalih dan ikhlas karena Wajah-Mu. Ya Tuhan kami berikanlah kebaikan di dunia dan akhirat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments