![]() |
| Ilustrasi Menjaga Pandangan dan Hati Saat Puasa. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الصَّوْمَ جُنَّةً، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan puasa sebagai perisai. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya yang terpercaya. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Mata dan Hati: Pintu Masuknya Dosa
Jamaah yang dimuliakan Allah, puasa bukan sekadar menahan lapar di perut, tapi juga menahan lapar mata dan lapar hati dari hal-hal yang tidak diredhai Allah. Mata adalah jendela jiwa; apa yang kita lihat akan ditransfer langsung ke dalam hati. Jika pandangan tidak dijaga (ghadhul bashar), maka hati akan keruh, dan kekeruhan hati inilah yang perlahan merusak kualitas puasa kita.
Di era digital saat ini, tantangan menjaga pandangan jauh lebih berat. Hanya dengan satu sentuhan di layar ponsel, berbagai pemandangan yang tidak halal bisa muncul. Maka, Ramadhan adalah saatnya kita melatih "filter" spiritual kita.
Perintah Menjaga Pandangan dalam Al-Qur'an
Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk menundukkan pandangan agar kesucian hati tetap terjaga:
قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka."
(QS. An-Nur: 30)
Bahaya Pandangan yang Liar
Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pandangan yang tidak terjaga ibarat anak panah beracun dari setan yang siap menusuk dan merusak hati kita:
اَلنَّظْرَةُ سَهْمٌ مَسْمُوْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيْسَ
"Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak panah iblis."
(HR. Al-Hakim)
Tips Menjaga Hati Selama Berpuasa
Agar hati tetap jernih dan puasa kita bernilai di sisi Allah, mari lakukan langkah-langkah berikut:
- Batasi Penggunaan Media Sosial: Kurangi memantau konten yang tidak bermanfaat yang berpotensi memancing pandangan haram.
- Basahi Lisan dengan Dzikir: Saat mata tanpa sengaja melihat hal buruk, segera berpaling dan beristighfar.
- Isi Hati dengan Al-Qur'an: Hati yang penuh dengan ayat Allah tidak akan memiliki ruang untuk menyimpan gambar-gambar maksiat.
Kesimpulan
Menjaga pandangan adalah bentuk kejujuran kita dalam berpuasa. Orang lain mungkin melihat kita lapar, tapi hanya Allah yang tahu apa yang kita lihat di balik layar ponsel atau di keramaian. Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk membersihkan mata dari noda dan mensucikan hati dari penyakit-penyakit jiwa.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ قُلُوْبَنَا طَاهِرَةً وَأَعْيُنَنَا خَاشِعَةً. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah jadikanlah hati kami suci dan mata kami tunduk (khusyuk). Ya Tuhan kami berikanlah kebaikan di dunia dan akhirat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments