![]() |
| Materi Kultum Ramadhan Momentum Hijrah Menuju Kebaikan. |
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ مَحَطَّةً لِلتَّوْبَةِ وَالْإِنَابَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى خَيْرِ الْبَرِيَّةِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan Ramadhan sebagai stasiun untuk taubat dan kembali kepada-Nya. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya yang menyeru kepada sebaik-baik kebajikan. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Makna Hijrah di Bulan Suci
Jamaah yang dirahmati Allah, kata "Hijrah" sering kali kita maknai sebagai perpindahan tempat. Namun, dalam konteks ruhani, hijrah adalah perpindahan keadaan—dari buruk menjadi baik, dari maksiat menuju ketaatan, dan dari kelalaian menuju kesadaran. Ramadhan adalah momentum hijrah spiritual terbesar bagi setiap Muslim.
Bulan ini bukan sekadar rutinitas tahunan untuk menahan lapar, melainkan masa inkubasi untuk membentuk karakter baru. Jika setelah Ramadhan kita masih sama dengan sebelum Ramadhan, maka kita telah kehilangan esensi dari madrasah suci ini.
Perintah Berpindah Menuju Kebaikan
Allah SWT menjanjikan keluasan bagi mereka yang berani melangkah meninggalkan keburukan demi mencari ridha-Nya. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِي الْاَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً
"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak."
(QS. An-Nisa: 100)
Hijrah Sejati Menurut Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberikan definisi yang sangat menyentuh hati tentang siapa sebenarnya orang yang berhijrah itu. Beliau bersabda:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
"Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah."
(HR. Bukhari & Muslim)
Tiga Langkah Hijrah di Bulan Ramadhan
Untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik, kita perlu melakukan tiga hal:
- Hijrah Lisan: Berpindah dari perkataan ghibah dan dusta menuju dzikir dan kata-kata yang memotivasi.
- Hijrah Hati: Membersihkan diri dari penyakit iri, dengki, dan sombong, menggantinya dengan sifat rendah hati (tawadhu).
- Hijrah Kebiasaan: Meninggalkan kemalasan dalam beribadah dan mulai merutinkan shalat malam serta sedekah.
Kesimpulan
Ramadhan adalah pintu gerbang. Jangan hanya sekadar lewat, tapi masuklah dan jadilah pribadi yang baru. Mari kita manfaatkan sisa waktu yang ada untuk benar-benar "pindah" dari kegelapan masa lalu menuju terangnya masa depan yang penuh dengan amal shalih. Semoga kita keluar dari bulan Ramadhan sebagai pemenang yang telah berhasil berhijrah.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
"Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri. Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."


0Comments