BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal

Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal

Materi khutbah Jumat lengkap tentang menggapai Lailatul Qadar dengan iman dan amal, dilengkapi dalil Al-Qur’an dan hadis shahih berharakat.
Table of contents
×

 

Khutbah Jumat Ramadhan tentang Lailatul Qadar

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَّهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā atas segala limpahan nikmat-Nya yang tidak terhitung jumlahnya. Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat waktu, dan nikmat kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad ﷺ, teladan terbaik dalam menghidupkan malam-malam Ramadhan, yang dengan kesungguhan iman dan amalnya telah menunjukkan jalan keselamatan dunia dan akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, takwa yang bukan sekadar ucapan lisan, tetapi takwa yang hadir dalam hati, tercermin dalam akhlak, dan diwujudkan dalam amal nyata. Takwa yang membuat kita berhati-hati dalam setiap langkah hidup, menjaga pandangan, lisan, perbuatan, serta mengisi waktu dengan ketaatan, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Allah Subḥānahū wa Ta‘ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 70–71)

Jamaah rahimakumullah,
Tema khutbah kita pada hari ini adalah “Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal.”

Allah Ta‘ālā secara khusus mengabadikan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”
(QS. Al-Qadr: 1–5)

Jamaah yang berbahagia,
Seribu bulan berarti lebih dari 83 tahun ibadah. Artinya, satu malam ini dapat melampaui umur manusia rata-rata. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ, yang umurnya relatif pendek namun diberi peluang pahala yang sangat besar.

Namun, Lailatul Qadar tidak diraih dengan kelalaian, tidak pula didapat oleh mereka yang hanya menjadikan Ramadhan sebagai rutinitas tahunan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah rahimakumullah,
Hadis ini menegaskan dua syarat utama: iman dan amal.
Iman yang tulus kepada Allah, dan amal yang sungguh-sungguh: shalat malam, tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, serta menjauhi maksiat.

Di tengah kondisi zaman sekarang, ketika sebagian manusia lebih sibuk dengan gawai, media sosial, dan hiburan tanpa batas, Ramadhan sering berlalu tanpa perubahan berarti. Bahkan ada yang malamnya dipenuhi layar, tetapi hatinya kosong dari zikir. Maka Lailatul Qadar pun berlalu tanpa bekas.

Rasulullah ﷺ memberikan teladan nyata. Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah ﷺ mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Menggapai Lailatul Qadar berarti menghidupkan malam dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas. Shalat yang khusyuk, doa yang tulus, istighfar yang lahir dari penyesalan, dan tekad untuk berubah menjadi hamba yang lebih baik setelah Ramadhan berlalu.

Marilah kita manfaatkan sisa Ramadhan ini sebagai momen evaluasi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dengan keluarga, dan dengan sesama manusia.

فَاتَّقُوا اللّٰهَ يَا عِبَادَ اللّٰهِ، وَأَطِيْعُوْهُ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىٰ، لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita kembali meneguhkan tekad untuk mencari Lailatul Qadar dengan iman yang benar dan amal yang ikhlas. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Jadikan malam-malam terakhir ini sebagai titik balik kehidupan kita.

Marilah kita perbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, karena shalawat adalah sebab turunnya rahmat dan penghapus dosa.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para guru kami, dan dosa seluruh kaum muslimin.
Ya Allah, pertemukan kami dengan Lailatul Qadar, terimalah amal-amal kami, dan jadikan kami hamba-hamba-Mu yang bertakwa.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

0Comments