BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Materi Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal

Materi Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal

Naskah Khutbah Jumat lengkap versi Muhammadiyah durasi 20 menit. Membedah strategi menggapai Lailatul Qadar di tengah kesibukan duniawi. Dilengkapi
Table of contents
×
Materi Khutbah Jumat 20 Menit tentang Ramadhan

Menggapai Lailatul Qadar dengan Iman dan Amal: Memburu Kemuliaan di Tengah Kelalaian Zaman

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.

Sidang Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Segala puji dan sanjungan yang melampaui batas cakrawala, marilah kita haturkan sedalam-dalamnya ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Zat yang membolak-balikkan hati, yang mengizinkan paru-paru kita menghirup udara pagi ini, dan yang dengan kemurahan-Nya yang tak terhingga, masih memberikan kita kesempatan hidup hingga tiba di penghujung bulan suci Ramadhan. Syukur ini adalah pengakuan jujur dari seorang hamba yang fakir, bahwa tanpa taufik-Nya, kaki ini tak akan mampu melangkah menuju rumah-Nya, dan tangan ini tak akan sanggup menengadah memohon ampunan-Nya.

Shalawat beriringkan salam yang paling sempurna, semoga senantiasa tercurah abadi kepada baginda alam, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sosok manusia paripurna yang mengajarkan kita hakikat peribadatan, yang lisan mulianya menjadi wasilah turunnya cahaya Al-Qur'an, dan yang teladannya menjadi kompas bagi umat manusia yang sedang terombang-ambing di samudera fitnah akhir zaman. Semoga shalawat kita menjadi saksi kecintaan kita kepada beliau, sehingga kelak kita diizinkan meminum air dari telaga Al-Kautsar langsung dari tangan mulia beliau.

Di atas mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat dengan wasiat yang paling fundamental: Ittaqullah! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Janganlah takwa kita hanya sebatas aksesoris di bulan Ramadhan yang akan tanggal begitu Syawal menjelang. Takwa sejati adalah rasa takut yang melahirkan cinta, dan rasa harap yang melahirkan ketaatan mutlak. Ketahuilah, bahwa di hadapan Allah kelak, bukan jabatan, bukan harta, dan bukan pula popularitas yang akan menyelamatkan kita, melainkan hati yang bersih (qalbun salim) dan bekal takwa yang telah kita pupuk selama di dunia.

Lailatul Qadar: Peluang Emas di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

Jamaah yang dirahmati Allah, saat ini kita telah berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Namun, mari kita jujur menatap keadaan sekitar kita. Saat fajar kemuliaan Lailatul Qadar mulai menyingsing, banyak di antara kita yang justru mulai kehilangan fokus. Masjid-masjid yang di awal bulan penuh sesak, kini shafnya mulai maju dan merenggang. Perhatian kita tersedot oleh gemerlap persiapan lebaran, hiruk-pikuk pusat perbelanjaan, dan kesibukan mudik yang menguras energi fisik serta pikiran.

Betapa ironis, di saat para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan, kita justru sibuk dengan layar ponsel, asyik dengan hiburan duniawi, atau terjebak dalam diskusi-diskusi yang tidak membawa manfaat bagi akhirat. Padahal, Lailatul Qadar adalah malam penentuan nasib (Malam Takdir). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam kalam-Nya yang agung:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."
(QS. Al-Qadr: 3)

Mencari Lailatul Qadar dengan Iman dan Ihtisab

Menggapai Lailatul Qadar bukanlah tentang kebetulan melihat cahaya di langit atau pohon yang bersujud, melainkan tentang kualitas iman dan ihtisab (mengharap ridha Allah) di dalam dada. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjanjikan pengampunan total bagi siapa saja yang mampu menghidupkan malam tersebut dengan dasar iman:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan, saudara-saudaraku, beribadah di malam itu selama beberapa jam saja, pahalanya melampaui ibadah selama 83 tahun lebih tanpa henti. Di zaman modern yang serba cepat ini, di mana waktu kita seringkali terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak produktif, Allah memberikan "diskon besar-besaran" pahala. Maka, sungguh merugi orang yang membiarkan malam-malam ini berlalu tanpa ada tetesan air mata tobat dan dahi yang bersujud lama di atas sajadah.

Fenomena Akhir Ramadhan: Antara I'tikaf dan Fitnah Dunia

Mari kita tengok realita umat hari ini. Saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengencangkan ikat pinggangnya dan membangunkan keluarganya untuk beribadah di sepuluh malam terakhir, sebagian kita justru lebih sibuk memburu "diskon" di pasar daripada "ampunan" di masjid. Kita lebih khawatir tertinggal tren baju baru daripada tertinggal kemuliaan Lailatul Qadar.

Padahal, Lailatul Qadar adalah saat di mana para malaikat turun ke bumi dalam jumlah yang sangat banyak, mendoakan keselamatan bagi setiap hamba yang sedang berdzikir. Jangan sampai ketika malaikat turun, mereka mendapati kita sedang lalai dalam canda tawa yang berlebihan atau sedang terlelap tanpa niat ibadah sedikitpun.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Intisari Khutbah: Wahai hamba Allah, dunia akan terus berjalan dengan segala kesibukannya, namun Lailatul Qadar hanya datang sekali dalam setahun. Jangan biarkan persiapan mudik dan lebaran melumpuhkan ambisi akhiratmu. Fokuskan sisa malam ini untuk ber-i'tikaf, memohon ampunan, dan mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaikmu.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْنَا فِيْهَا مِنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نِلْقَاكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

"Ya Allah, ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat. Ya Allah sampaikanlah kami pada Lailatul Qadar dan jadikanlah kami termasuk orang yang amalannya diterima. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah kami. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. Amin."

Keywords: khutbah jumat muhammadiyah lailatul qadar, meraih malam lailatul qadar, teks khutbah 20 menit terbaru, i'tikaf sepuluh malam terakhir ramadhan, doa malam lailatul qadar harakat lengkap.

Tags: #KhutbahJumat #LailatulQadar #Ramadhan #Muhammadiyah #ImanDanAmal #IslamCerah

0Comments