BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Materi Khutbah Jum’at : Ikhtiar Mewujudkan Generasi Unggulan

Materi Khutbah Jum’at : Ikhtiar Mewujudkan Generasi Unggulan

Generasi unggulan adalah mereka yang berilmu dan berakhlak, yang tidak hanya tahu cara hidup, tapi juga tahu untuk apa mereka hidup. Mereka tangguh se
Table of contents
×

Oleh: Mohammad Noor Ridhollah (Peserta Sekolah Tabligh MT PWM JATENG)

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أشْهَدُ أنْ لاَ إِلٰه إلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى،

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberi kita nikmat iman dan Islam. Kita bersaksi bahwa tiada Rabb selain Allah dan Muhammad ﷺ adalah utusan Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

Marilah senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Di antara perintah Allah yang harus kita jalankan adalah melakukan ikhtiar untuk mewujudkan generasi penerus yang unggul sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan pada surat An-Nisa ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ، فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (An-Nisa: 9)

Ayat ini memberi peringatan: jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah, generasi yang tidak siap menghadapi tantangan zaman, generasi yang tidak mampu menjaga iman dan kehidupannya.

Karena itu, kewajiban kita sebagai orang tua dan sebagai masyarakat adalah mempersiapkan generasi unggulan: generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia. Generasi yang bermanfaat untuk keluarga, bermanfaat untuk tetangga dan bermanfaat untuk masyarakat.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

Setiap orang tua, sadar atau tidak, selalu menyimpan kegelisahan: “Bagaimana nasib anak-anakku nanti jika aku sudah tiada?” Kekhawatiran ini sangat manusiawi. Kita ingin anak-anak tumbuh tangguh, bukan menjadi generasi lemah yang mudah digilas oleh arus zaman.

Zaman ini penuh peluang, tapi juga sarat akan tantangan. Anak-anak kita bisa belajar teknologi canggih, mengakses ilmu dari seluruh dunia, bahkan berkolaborasi lintas negara. Namun di saat yang sama, mereka juga bisa terseret arus hiburan tanpa batas, berita bohong, atau gaya hidup hedon.

Ada anak yang duduk di serambi rumah sambil menggenggam ponsel. Ia menonton pelajaran sains dari profesor luar negeri, belajar bahasa asing melalui aplikasi gratis, bahkan bercakap dengan teman sebaya dari belahan dunia lain menggunakan bahasa global. Akses informasi ada di ujung jarinya. Namun, ironisnya, di saat yang sama ada juga anak yang larut dalam konten yang merusak, candu hiburan tak bermoral, atau berita bohong yang tak jelas kebenarannya.

Inilah potret nyata zaman kita hari ini. Di satu sisi, terbuka peluang besar untuk melahirkan generasi unggulan. Di sisi lain, ancaman dan jebakan juga menanti di setiap sudut. Pertanyaannya, akankah kita hanya menjadi penonton, atau benar-benar mengambil peran dalam menempa mereka?

Generasi unggulan tidak akan lahir begitu saja. Ia butuh bimbingan, teladan, dan ikhtiar bersama. Di banyak keluarga, ukuran keberhasilan anak sering disederhanakan hanya menjadi “pintar”. Nilai rapor bagus, juara kelas dan masuk universitas ternama. Tentu semua itu merupakan hal baik, tapi generasi unggulan bukan sekadar pintar.

Generasi unggulan adalah mereka yang berilmu dan berakhlak, yang tidak hanya tahu cara hidup, tapi juga tahu untuk apa mereka hidup. Mereka tangguh secara mental, matang secara spiritual, dan memanfaatkan kepintarannya untuk peduli dengan masyarakat sekitar.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad)

Maka, ukuran generasi unggulan adalah sejauh mana mereka bermanfaat, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, tetangga dan lingkungan sekitar.

Untuk itu, ada beberapa ikhtiar yang harus kita lakukan:

• Pertama; Mendidik dengan Ilmu yang Benar

Salah satu warisan pola pikir yang perlu kita luruskan adalah pemisahan antara “ilmu dunia” dan “ilmu akhirat”. Seolah yang dipelajari di sekolah umum hanya berguna untuk mencari dunia, sementara yang dipelajari di madrasah atau pesantren hanya berguna untuk bekal akhirat. Padahal sejatinya, semua ilmu akan bernilai akhirat bila digunakan untuk kebaikan.

Seorang Ustadz tidak akan bisa menjadi imam di masjid kalau tidak ada yang ahli dalam ilmu bangunan untuk membangun masjid. Seorang guru tidak akan bisa ngajar membaca kalau tidak ada desainer yang membuat font yang sesuai dengan karakter anak-anak sehingga enak dilihat. Dan para jama’ah di sini tidak akan bisa menikmati Al-qur’an digital kalau tidak ada orang Islam yang ahli di bidang teknologi.

Sebaliknya, ilmu agama pun bisa kehilangan makna bila dipakai hanya untuk memperdebatkan hal-hal yang tidak penting, menghujat atau menebar kebencian. Generasi unggulan adalah generasi yang paham bahwa ilmu apa pun harus diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

• Hadirkan Teladan Nyata

Kunci utama yang ke dua dalam melahirkan generasi unggulan adalah memberikan teladan nyata. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi lebih kuat dari apa yang mereka lihat.

Jika anak bercita-cita menjadi ulama, hadirkan teladan ulama besar zaman ini: Ada Ustadz Adi Hidayat dengan keluasan ilmunya, ada Ustadz Abdul Somad dengan semangat dakwahnya, Ustadz Khalid Basalamah dengan kesantunanya, dan lain sebagainya. Sosok-sosok nyata inilah yang akan membuat anak yakin bahwa jalan ulama adalah mulia dan bisa mereka tempuh.

Jika anak tertarik pada sains, teknologi, atau bisnis, jangan biarkan mereka berjalan tanpa panutan. Kenalkan tokoh-tokoh dunia di zaman ini yang bermanfaat besar dengan ilmunya. Bill Gates dengan inovasi Microsoft yang mengubah dunia, Warren Buffet dengan kejeliannya dalam investasi, Jack Ma dengan kegigihannya membangun usaha dari nol, Jensen Huang dengan teknologi NVIDIAnya, dan lain sebagainya.

Anak-anak akan berkata dalam hati: “Aku ingin menjadi seperti mereka, bahkan bisa lebih baik.”

Inilah hakikat teladan: menghadirkan sosok nyata sesuai minat dan cita-cita anak, agar mereka tumbuh dengan arah yang jelas dan semangat yang kuat.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

• Membekali dengan Keterampilan Hidup

Zaman semakin berat, kunci yang ke tiga adalah kita harus membekali generasi kita dengan 5 keterampilan dasar agar mereka bisa bertahan di tengah kerasnya dunia. 5 keterampilan dasar tersebut adalah; kedisiplin, kemampuan berkomunikasi, cara mengatur uang, cara belajar secara mandiri dan cara mengelola emosi. 5 hal ini harus terasah sejak dini agar generasi yang akan datang bisa tangguh dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman.

• Menanamkan Cinta Keluarga dan Kepedulian Sosial

Kunci ke empat untuk membentuk generasi unggulan adalah menanamkan cinta kepada keluarga dan peduli dengan masyarakat sosial. Apalah artinya kesusksesan jika keluarga berantakan. Tanamkan pada anak-anak agar tetap akur sampai kapanpun. Meskipun kelak mereka sudah punya keluarga sendiri, tetap jaga silaturrahmi. Jangan saling bermusuhan, apalagi ketika terkait tentang warisan.

Selain cinta keluarga, tanamkan juga kepedulian sosial, karena kita tidak hidup sendiri. Ada tetangga yang harus dihormati, juga ada kegiatan sosial yang harus kita ikuti. Tanamkan ke mereka agar menjadi sosok pribadi yang paling bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

Demikianlah khutbah pada siang hari ini. Mari kita didik anak-anak kita dengan ilmu yang bermanfaat, kita beri teladan yang baik, semoga mereka menjadi generasi shalih, tangguh, dan bermanfaat bagi umat.

Khutbah ke 2

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah

Generasi unggulan adalah mereka yang bermanfaat. Apa pun bidangnya—agama, sains, teknologi, ekonomi, dan lainnya—selama memberi manfaat, semuanya bernilai ibadah. Karena dalam Islam, tidak ada pemisahan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Semua ilmu bernilai akhirat bila digunakan untuk kebaikan.

Jangan sampai kita meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah iman maupun lemah ilmu. Mari kita didik anak-anak kita dengan ilmu yang bermanfaat, beri mereka teladan yang nyata, dan doakan agar mereka menjadi generasi yang shalih, tangguh, dan bermanfaat bagi umat.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ

يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللهم أصلح شباب المسلمين، اللهم حبب إليهم الإيمان، وزينه في قلوبهم، وكره إليهم الكفر والفسوق والعصيان، إنك ولي ذلك والقادر عليه

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا  إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ،

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَل الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَل المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

0Comments