BSd9GfC0TUrlBUd5TSO9GSz7GY==
Light Dark
Materi Khutbah Jum’at: 4 Golongan yang Tidak Disentuh Api Neraka

Materi Khutbah Jum’at: 4 Golongan yang Tidak Disentuh Api Neraka

Empat karakter inilah yang menjadi perisai kita dari panasnya neraka. Mari kita bedah satu per satu agar bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari
Table of contents
×
KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَه

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَه

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُون

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيم

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Takwa adalah sebenar-benar bekal yang akan kita bawa menghadap-Nya. Takwa berarti menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi, baik di dunia nyata maupun di alam maya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Muhammad SAW, juga kepada keluarga beliau, para shahabat beliau dan keluarganya, kepada para ulama dan mujahid fi sabilillah yang senantiasa menyebarkan dan membela agama Islam di seluruh dunia sampai akhir zaman.

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh dengan ketergesa-gesaan. Tekanan hidup sering kali membuat sumbu sabar kita menjadi pendek. Di jalan raya, di tempat kerja, bahkan di media sosial, kita mudah sekali menyaksikan amarah yang meledak, kata-kata kasar yang terucap, dan sikap egois yang merajalela. Seolah-olah, menjadi keras adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup.

Padahal, saudaraku, Islam datang bukan hanya membawa syariat shalat dan puasa, tetapi Islam datang untuk menyempurnakan akhlak. Sering kali kita merasa aman dari api neraka karena banyaknya rakaat shalat kita, atau karena rutinnya puasa kita. Namun, kita lupa bahwa lisan yang tajam dan hati yang keras bisa menghapus pahala itu semua dan menyeret pemiliknya ke dalam kebinasaan.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira yang sangat agung. Sebuah “tiket emas” untuk bebas dari jilatan api neraka. Syaratnya bukan harta, bukan jabatan, melainkan empat karakter lembut yang tertanam dalam jiwa.

Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita renungkan sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, sebuah landasan agung bagi karakter seorang mukmin. Rasulullah ﷺ bersabda:

حَرَّمَ عَلَى النَّارِ كُلَّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيب

“Sesungguhnya Allah mengharamkan api neraka atas setiap orang yang tenang (Hayyin), lemah lembut (Layyin), mudah (Sahl), dan dekat/akrab (Karib).” (HR. At-Tirmidzi, Hadis Shahih)

Empat karakter inilah yang menjadi perisai kita dari panasnya neraka. Mari kita bedah satu per satu agar bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama: Hayyin (هَيِّن) – Orang yang Tenang Lahir dan Batin

Hayyin adalah karakter jiwa yang tenang, tidak meledak-ledak, dan mampu menguasai diri. Ia bukan orang yang mudah melaknat atau memukul meja saat marah. Jiwanya stabil, teduh, dan meneduhkan.

Allah SWT memuji hamba-hamba pilihan-Nya dengan sifat ketenangan ini dalam Al-Qur’an:

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati (tenang) dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam (kata-kata keselamatan).” (QS. Al-Furqan: 63)

Ayat ini menjelaskan tafsir sifat Hayyin secara nyata. Orang yang Hayyin memiliki Izzah (harga diri) namun tetap rendah hati. Jika dicela, ia tidak membalas dengan cacian serupa, melainkan dengan ketenangan. Ingatlah sabda Nabi ﷺ:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَب

“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua: Layyin (لَيِّن) – Orang yang Lemah Lembut dan Santun

Karakter kedua adalah Layyin. Ini adalah lawan dari sifat kasar dan bengis. Layyin adalah kelembutan dalam bertutur kata dan bersikap.

Jangan pernah berpikir bahwa kelembutan adalah kelemahan. Justru, kelembutan adalah strategi dakwah paling ampuh. Lihatlah bagaimana Allah memerintahkan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS untuk menghadapi Firaun, manusia paling durhaka di muka bumi. Allah berfirman:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 44)

Subhanallah! Jika kepada Firaun yang mengaku tuhan saja harus lemah lembut, bagaimana mungkin kita merasa berhak berbicara kasar kepada istri kita, anak-anak kita, atau tetangga kita yang sama-sama bersujud kepada Allah? Sifat Layyin akan menghiasi pelakunya dengan wibawa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam riwayat Muslim: “Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu, melainkan ia akan menghiasinya.”

Ketiga: Sahl (سَهْل) – Orang yang Memudahkan Urusan

Karakter ketiga adalah Sahl. Sahl artinya mudah, ringan, dan tidak mempersulit. Orang yang memiliki karakter ini tidak suka berbelit-belit. Jika ia menjadi pejabat, ia tidak mempersulit rakyatnya. Jika ia berdagang, ia tidak mempersulit pembelinya. Ia memegang prinsip bahwa agama dan hidup ini sejatinya untuk kemudahan.

Allah SWT menegaskan prinsip ini dalam Al-Qur’an:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْر

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Saudaraku, jika Allah saja menghendaki kemudahan bagi kita, mengapa kita gemar mempersulit orang lain? Orang yang Sahl selalu berorientasi pada solusi, bukan masalah. Ia adalah kunci pembuka kebaikan bagi sekitarnya.

Keempat: Qarib (قَرِيب) – Orang yang Ramah dan Akrab

Karakter terakhir adalah Karib, yang berarti dekat. Ia adalah pribadi yang hangat (warm), murah senyum, dan membuat orang lain nyaman di dekatnya. Ia tidak membangun tembok pemisah dengan kesombongan.

Ingatlah bahwa senyum tulus kita bisa menjadi jalan menuju surga. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ صَدَقَة

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” (HR. At-Tirmidzi)

Menjadi Karib berarti menjadi pribadi yang dicintai manusia dan dicintai Allah. Sebagaimana hadis riwayat Ath-Thabrani, “Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Keakraban adalah pintu pembuka manfaat tersebut.

Sidang Jumat yang berbahagia,

Empat karakter ini: Hayyin, Layyin, Sahl, dan Karib, bukanlah sifat bawaan yang tidak bisa diubah. Ia adalah hasil dari latihan jiwa (riyadhah) dan taufik dari Allah. Mari kita intropeksi diri. Apakah kita masih sering marah-marah? Apakah lisan kita masih tajam melukai? Apakah kita masih suka mempersulit orang lain?

Jika iya, mari segera bertaubat dan memperbaiki diri. Jangan sampai ibadah ritual kita hangus terbakar oleh buruknya akhlak sosial kita. Semoga Allah melembutkan hati kita agar haram jasad kita tersentuh api neraka.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم


KHUTBAH KEDUA 

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَر

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَسَمِعَتْ أُذُنٌ بِخَبَر

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sebagai kesimpulan khatimah pada siang ini, marilah kita bawa pulang empat “oleh-oleh” rohani ini ke rumah kita masing-masing:

• Jadilah Hayyin: Tenang, tidak mudah emosi, dan memiliki jiwa yang stabil.

• Jadilah Layyin: Lembut dalam bicara dan santun dalam tindakan, bahkan kepada yang berbeda pendapat.

• Jadilah Sahl: Permudahlah urusan orang lain, niscaya Allah permudah urusan kita di dunia dan akhirat.

• Jadilah Karib: Jadilah pribadi yang hangat, ramah, dan penuh kasih sayang.

Keempat sifat ini adalah bukti nyata dari keimanan. Islam yang rahmatan lil ‘alamin hanya bisa terwujud jika pemeluknya memiliki hati yang lembut dan perilaku yang memikat.

Marilah kita menundukkan kepala, merendahkan hati, memohon kepada Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, agar kita dihiasi dengan akhlak mulia ini.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَات

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَام

اللَّهُمَّ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيمُ، أَلِنْ قُلُوبَنَا الْقَاسِيَةَ، وَاجْعَلْنَا هَيِّنِينَ لَيِّنِينَ سَهْلِينَ قَرِيبِينَ مِنْ عِبَادِكَ.اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الْكِبْرَ وَالْغِلْظَةَ وَالتَّعْسِيرَ، وَحَرِّمْ وُجُوهَنَا وَجُلُودَنَا عَلَى النَّارِ كَمَا وَعَدَ نَبِيُّكَ الْكَرِيمُ ﷺ

“Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lembutkanlah hati-hati kami yang keras ini, dan jadikanlah kami pribadi-pribadi yang tenang (Hayyin), lemah lembut (Layyin), memudahkan (Sahl), dan akrab (Karib) dengan hamba-hamba-Mu.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari kesombongan, kekasaran, dan sifat mempersulit (urusan orang lain). Dan haramkanlah wajah kami serta kulit kami dari sentuhan api neraka sebagaimana yang dijanjikan oleh Nabi-Mu yang mulia ﷺ.”

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكِرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُون

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون

أَقِيمُوا الصَّلَاة

Sumber : majelistablighpwmjateng.com

0Comments